SIWALIMA.id > Berita
Antrean Panjang SPBU, Isu Kenaikan BBM Santer Pemerintah: Jangan Panik
Daerah , Headline | Rabu, 1 April 2026 pukul 15:25 WIT

AMBON, Siwalima.id - Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak yang akan terjadi 1 April 2026 ini menjadi santer di masyarakat.

Isu kenaikan itu membuat masya­rakat panik. Betapa tidak, sejak Minggu (29/3) hingga Selasa (31/3) para pengendara roda dua, empat hingga enam antrean panjang di se­mua SPBU di Kota Ambon. 

Menanggapi hal itu, pihak Perta­mina dengan tegas menyatakan hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026.

Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Bramantyo Rah­madi mengatakan, pihaknya tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah.

Informasi kenaikan BBM yang beredar di sosial media tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Kami sampaikan informasi pro­yeksi kenaikan harga BBM yang ber­edar di sosial media ini tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujarnya dalam rilis yang diterima Siwalima, Selasa (31/3).

Kata dia, informasi valid mengenai harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com atau www.pertaminapatraniaga.com.

Dijelaskan, Pertamina Patra Niaga terus memastikan distribusi BBM dari Integrated Terminal Wayame Ambon berjalan dengan maksimal untuk menjamin layanan pengisian BBM di SPBU kepada masyarakat Ambon. 

Untuk memenuhi lonjakan kon­sumsi, stok terus dipastikan dalam kondisi aman dan terus dijaga suplainya dari kapal. “Stok kami sampaikan sekali lagi dalam kondisi aman, kami juga dapat memenuhi lonjakan konsumsi mas­yarakat pada Senin kemarin (30/3) untuk kebutuhan Pertalite dan Perta­max dengan melakukan suplai tamba­han sekitar 60% dari normal hariannya. Artinya, dengan lonjakan ini pun, sebetulnya stok masih ter­sedia,” paparnya.

Ia pun kembali mengimbau masya­rakat untuk tetap tenang serta mem­beli BBM dengan bijak sesuai kebu­tuhan, terjadinya antrean bukan berarti terjadi kekosongan produk di SPBU. 

Selain itu, Pertamina juga meng­ajak masyarakat untuk mengkon­fir­masi dahulu informasi yang beredar untuk menghindari terjadinya panic buying.

“Kami terus menjaga stok di Fuel Terminal serta proses distribusi ke SPBU dilakukan seefektif mungkin agar peningkatan layanan pengisian BBM ke masyarakat terus berjalan. Mari gunakan energi secara bijak dan beli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya

Jangan Panik 

 Sementara itu, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena turut mene­nang­kan masyarakat Kota Ambon. Walikota juga menyampaikan bahwa stok BBM di Kota Ambon tersedia dan cukup, dan jangan langsung per­caya atas informasi atau isu ber­edar yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

“Jika ada informasi tentang ke­langkaan BBM, kami pastikan itu tidak benar. Stok BBM di Kota Ambon tersedia dan mencukupi. Ja­ngan percaya isu-isu yang menye­satkan, seperti BBM habis atau harga naik,” ucap Walikota 

Orang nomor satu di Pemkot Ambon juga mengimbau masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mela­kukan pembelian secara berlebihan.

“Kami berharap masyarakat mem­beli BBM secukupnya sesuai kebu­tuhan. Tidak perlu panik dengan mengisi dalam jumlah banyak, ka­rena justru dapat memperparah antrean,” jelas Bodewin

Pada kesempatan itu, Walikota juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memutus pe­nyebaran informasi palsu dengan menyebarkan pesan yang benar kepada lingkungan sekitar. 

Menurutnya, setiap kebijakan resmi pasti akan diumumkan secara terbuka oleh pemerintah.

“Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat, termasuk BBM, tetap terpenuhi dengan baik. Mari bijak dalam mengisi BBM, kami juga minta pesan ini disampaikan secara be­rantai kepada masyarakat, agar kita bisa melawan berita hoaks yang me­nimbulkan kepanikan,” pintanya.

Dampak Konflik

Kelangkaan BBM mulai dirasakan di Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang kendaraan tampak di sejumlah SPBU, semen­tara penjualan BBM eceran yang biasanya mudah dijumpai di pinggir jalan kini nyaris tidak terlihat.

Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun menilai, kondisi tersebut tidak terlepas dari dinamika global, terutama ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi pasokan minyak dunia.

“Kalau konflik ini berlanjut, dam­paknya pasti lebih besar dan bisa dirasakan sampai ke daerah-daerah, termasuk Maluku,” ujar Watubun ke­pada wartawan di Baileo Rakyat Ka­rang Panjang, Ambon, Selasa (31/3).

Ia mengatakan, kawasan yang te­ngah bergejolak tersebut merupakan salah satu sumber utama minyak dunia, sehingga setiap ketidak­stabi­lan akan berdampak pada distribusi BBM. “Kita ini tidak berdiri sendiri. Apa yang terjadi di luar negeri pasti berpengaruh. Karena itu masyarakat harus mulai menyadari pentingnya penghematan,” katanya.

Watubun mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan BBM se­cara berlebihan dan mulai mengatur pola konsumsi energi secara bijak.

“Jangan boros. Gunakan BBM se­suai kebutuhan saja, jangan sampai kita ikut memperparah kondisi de­ngan perilaku konsumtif,” tegasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai mandiri, termasuk me­manfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi ketergantungan.

Selain itu, Watubun menyinggung langkah pemerintah dalam mendo­rong efisiensi energi, salah satunya melalui kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Kalau mobilitas bisa dikurangi, otomatis konsumsi BBM juga ikut ditekan. Ini harus jadi perhatian bersama,” katanya.

Ia menegaskan, gerakan penghe­matan harus dimulai dari pemerintah dan DPRD sebelum diikuti masya­rakat luas. “Tidak perlu panik, yang penting kita bijak menggunakan BBM dan menjaga stabilitas bersa­ma,” pungkasnya. 

Sidak Gabungan

Fenomena antrean panjang ken­da­raan di sejumlah SPBU di Ambon menuai sorotan. Kondisi ini dinilai mengganggu mobilitas warga dan memicu desa­kan agar pemerintah serta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas.

Praktisi Hukum Maluku, Alfred Tutupary, mendesak Kapolda Malu­ku, Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, serta instansi terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) gabungan di SPBU.

“Kami mendesak agar segera dibentuk tim khusus yang terdiri dari unsur kepolisian, pemerintah dae­rah, dan Pertamina untuk melakukan sidak gabungan secara menyelu­ruh,” kata Alfred, dalam keterangan ter­tulisnya, Selasa (31/3).

Keresahan publik muncul dari dugaan bahwa antrian panjang tidak semata disebabkan tingginya per­min­taan, tetapi juga adanya dugaan akan adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum pengusaha SPBU.

Menurut Alfred, sidak diperlukan untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi, terma­suk menjual stok lama dengan harga baru.

 BBM tak Naik 

Sementara itu, Menteri Sekretaris negara RI Prasetyo Hadi menya­takan, belum akan melakukan penye­suaian harga, baik untuk  BBM subsidi maupun non subsidi.

“Kami Ingin menyampaikan per­kembangan pernyataan dari peme­rintah berkenan dengan apa yang berkembang di masyarakat, tentang adanya isu rencana penyesuaian kenaikan BBM,” ujarnya 

Menurutnya, sudah ada koordi­nasi antara pemerintah dan Kemen­terian ESDM bersama dengan Per­tamina atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi itu dilakukan agar setiap keputusan bisa diambil mengedepankan kepen­tingan masyarakat luas.

“Setelah kami melakukan koordi­nasi dalam hal ini pemerintah dengan ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presi­den, Bapak Presiden selalu meng­utamakan kepentingan rakyat mas­yarakat didalam mengambil sebuah keputusan,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Perta­mina belum akan melakukan penye­suaian harga, baik untuk  BBM subsidi maupun non subsidi.

“Kami berharap dengan pernya­taan ini masyarakat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah, karena ketersediaan BBM kami jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegasnya. 

Jangan Panik

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memastikan pemerintah belum melakukan penyesuaian kenaikan harga BBM baik subsidi maupun non-subsidi yang belakangan ramai diperbin­cangkan di tengah masyarakat.

Demikian diungkapkan, Dasco saat memberikan keterangan pers di Gedung Nusantara III DPR RI, Selasa (31/3). 

Dia bilang masyarakat tidak perlu panik menyikapi isu kenaikan harga BBM yang beredar luas. Hingga saat ini, tambahnya, peme­rintah masih fokus menjaga stabilitas harga energi, ter­masuk BBM. Ia me­nyebut keputu­san tersebut diambil se­te­lah adanya komunikasi intensif antara pemerintah dan DPR RI.(S-27/Mg-1/S-25)

BERITA TERKAIT