AMBON, Siwalima.id - Mimpi masyarakat Maluku agar pengembangan lapangan abadi Blok Masela di Kabupaten Tanimbar semakin nyata.
Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung yang menemui Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dengan salah satu agenda membahas peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis nasional tersebut.
Usai pertemuan secara tertutup dengan Wamen ESDM, gubernur mengungkapkan, salah satu materi pembahasan dalam pertemuan tersebut menyangkut rencana groundbreaking yang diagendakan akan berlangsung di awal Mei nanti.
“Tadi pagi saya berkesempatan dengan Wakil Menteri ESDM dan beliau datang membawa kabar gembira kepada kita di Maluku, pastikan groundbreaking akan dilakukan awal Mei nanti,” ucap gubernur.
Untuk memastikan proses groundbreaking berjalan dengan lancar, gubernur memastikan telah meminta Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) untuk menyelesaikan persoalan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Blok Abadi Masela.
Tim terpadu ini, telah bekerja untuk melakukan identifikasi di lapangan guna meminimalisir hambatan terkait persoalan lahan yang dapat berdampak ada realisasi proyek yang menelan anggaran Rp350 triliun tersebut.
Gubernur mengaku, telah menyampaikan kepada Wamen ESDM terkait dengan besaran uang pengganti yang nantinya dibayarkan kepada masyarakat yang selama ini telah berusaha di atas lahan dengan luas 662 hektar itu agar sesuai dengan tingkat kepuasan.
“Saya tadi sampaikan kepada wamen sebagian besar lahan yang akan digunakan untuk pengembangan Blok Abadi Masela ditempatkan orang-orang tua turun temurun di hutan dan kemudian negara mengklaim kawasan itu sebagai kawasan hutan apapun statusnya ini tentu akan menimbulkan benturan, karena mereka merasa kita sudah menguasai tanah sebelum adanya negara ini ada dan kalau mau dipakai oleh pemerintah untuk proyek strategis nasional, maka harus dengan kompensasi yang wajar,” ucap gubernur.
Bahkan, gubernur mengaku telah telah berbicara dengan Presiden INPEX sebagai kontraktor yang akan mengelola Blok Masela agar jangan sampai kompensasi kepada masyarakat itu menjadi hambatan dalam pengembangan proyek ini.
“Investasi proyek ini mencapai Rp 350 triliun yang cukup besar, jangan soal kompensasi kepada masyarakat menjadi penghambat, karena itu saya minta kompensasi harus membuat puas masyarakat disana juga,” tandas gubernur.
Politisi Gerindra Maluku ini memastikan, Wamen ESDM berada dalam satu visi yang sama dengan pemerintah provinsi, bahwa kepentingan negara maupun kepentingan investor harus diakomodasi sejalan dan seiring dengan kepentingan masyarakat setempat.
“Kita doakan saja supaya proses ini berjalan dengan lancar,” pinta gubernur.(S-20)