AMBON, Siwalima.ID - Untuk memperkuat operasi udara pencarian 11 ABK KM Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di perairan Laut Banda pada 21 November kemarin, maka Polda Maluku mengerahkan pesawat Beechcraft 1900D milik Polri.
Operasi ini dilakukan sesuai instruksi Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto yang minta seluruh jajaran all out.
Kapolda menegaskan, dalam upaya mencari dan menemukan 11 ABK KM Maluku Prima Makmur 03 seluruh upaya harus dilakukan tanpa kompromi.
“Saya perintahkan seluruh jajaran Polda Maluku untuk all out dalam pencarian korban KM Maluku Prima Makmur 03. Tidak ada upaya setengah-setengah. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kita bekerja sampai korban ditemukan dan keluarga memperoleh kepastian,” tulis Kapolda dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (26/11).
Selain itu, kapolda juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi.
“Pencarian dari udara, laut, dan darat harus terpadu. Basarnas dan seluruh unsur terkait harus bersinergi,” pinta kapolda.
Menindaklanjuti perintah Kapolda, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku, Kombes Handoyo Santoso, memimpin langsung operasi menggunakan pesawat Beechcraft 1900D registrasi P-4301.
Dalam briefing sebelum keberangkatan, Handoyo menekankan disiplin dan ketelitian.
“Area pencarian telah dihitung berdasarkan analisis arah angin dan arus. Kita bekerja profesional dan mengikuti prosedur,” tandas Kombes Handoyo.
Operasi udara berlangsung sekitar dua jam, menyisir area prioritas sesuai pemodelan arus. Namun, pada hari pertama operasi udara ini, korban belum juga ditemukan.
Jalur pencarian pesawat P-4301 terekam melalui Flightradar24. Setelah lepas landas dari Bandara Pattimura Ambon, pesawat bergerak ke selatan sebelum mengambil jalur lurus menuju Laut Banda.
Pesawat melakukan pola pencarian long sweeping track, disusul manuver S-pattern dan zig-zag search pattern metode yang memungkinkan cakupan visual lebih luas untuk meningkatkan peluang deteksi objek di permukaan laut.
“Rute kembali ditempuh melalui jalur Barat Laut Banda Neira, sebelum pesawat kembali ke Ambon,” ungkap Kombes Handoyo.
Operasi ini juga, melibatkan Tim Gabungan Polda Maluku dan Kantor SAR Ambon, sebagai bentuk transparansi dan empati, perwakilan keluarga korban dan Pemerintah Provinsi Maluku turut serta dalam penerbangan.
Keikutsertaan mereka menegaskan, bahwa operasi ini mengedepankan nilai kemanusiaan, bukan semata aspek teknis penyelamatan. Tim akan mengevaluasi pergerakan arus, kondisi cuaca, gelombang, dan data meteorologi terbaru.
“Operasi akan berlanjut besok. Kami berkomitmen memberikan kepastian bagi keluarga. Pencarian tidak akan berhenti sampai korban ditemukan,” janji Kombes Handoyo.
Pengerahan pesawat Beechcraft 1900D, menunjukkan kesiapan alutsista udara Polri dalam menghadapi tantangan geografis Maluku yang berciri kepulauan. Sinergi Polri dan Basarnas dianggap krusial dalam merespons insiden maritim di Laut Banda.
Pendekatan humanis melalui transparansi dan pelibatan keluarga korban dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses SAR. “Operasi pencarian akan kembali dilakukan dengan pola penyisiran yang diperbarui,” jelas Kombes Handoyo.
Hari Keempat
Sebelumnya diberitakan, setelah memperluas area pencarian, 11 ABK KM Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di Perairan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, belum membuahkan hasil.
Tim SAR dalam operasi SAR hari ke-4 melakukan upaya pencarian lain dengan mengoptimalkan pencarian melalui jalur udara.
Dalam upaya tersebut, tim SAR berkoordinasi dengan Airnav Ambon, yang kemudian mengerahkan armada udara untuk melakukan pencarian.
“Basarnas Ambon melakukan koordinasi dengan Airnav Ambon, guna mohon bantu melakukan pemantauan menggunakan pesawat udara yang melintas dari Ambon ke Banda maupun Ambon ke Tual, terkait laka laut yang menimpa KM Maluku Prima Makmur 03,” jelas Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (25/11).
Selain pemantauan udara menurut Arafah, Tim SAR juga melakukan koordinasi dengan Distrik Navigasi Ambon, SROP Ambon dan SROP Banda.
“Koordinasi dilakukan guna memapelkan berita KM Maluku Prima Makmur 03 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar Perairan Banda, Perairan Maluku Tengah, dan Perairan Pulau Seram guna memberikan pertolongan SAR, apabila menemukan korban,” jelas Arafah.
Sementara dari Tim SAR sendiri lanjut Arafah, membagi tiga regu guna memperluas area pencarian korban, diantaranya, SRU 1 KRI Kerapu melakukan pencarian arah Barat Pulau Seram, SRU 2 yakni KN SAR Bharata melakukan pencarian sejauh 69 NM Arah Tenggara dari Desa Tehoru, Kababupaten Maluku Tengah, disusul SRU 3 yakni KRI Balungan melaksanakan pencarian arah Timur Perairan Pulau Ambon.
“Sampai saat ini upaya pencarian korban yang dilakukan tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi SAR masih dilakukan dengan harapan ada titik terang,” tulis Arafah dalam rilisnya. (S-25)