SIWALIMA.id > Berita
Bantu Cari 11 ABK, Polda Kerahkan Pesawat Beechcraft
Daerah , Headline | Kamis, 27 November 2025 pukul 14:25 WIT

AMBON, Siwalima.ID - Untuk memperkuat operasi udara pencarian 11 ABK KM Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di perairan Laut Banda pada 21 November ke­marin, ma­ka Pol­da Malu­ku mengerah­kan pesa­wat Bee­ch­craft 1900D milik Polri.

Operasi ini dilakukan sesuai ins­truksi Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto yang minta seluruh jajaran all out.

Kapolda menegaskan, dalam upaya mencari dan menemukan 11 ABK KM Maluku Prima Makmur 03 seluruh upa­ya harus dilakukan tanpa kompromi.

“Saya perintahkan seluruh jaja­ran Polda Maluku untuk all out dalam pencarian korban KM Ma­luku Prima Makmur 03. Tidak ada upaya setengah-setengah. Kesela­matan warga adalah prioritas utama. Kita bekerja sampai korban ditemukan dan keluarga memper­oleh kepastian,” tulis Kapolda da­lam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (26/11).

Selain itu, kapolda juga mene­kankan pentingnya koordinasi lintas instansi.

“Pencarian dari udara, laut, dan darat harus terpadu. Basarnas dan seluruh unsur terkait harus ber­sinergi,” pinta kapolda.

Menindaklanjuti perintah Ka­polda, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku, Kombes Handoyo Santoso, me­mimpin langsung operasi meng­gunakan pesawat Beechcraft 1900D registrasi P-4301.

Dalam briefing sebelum kebe­rang­katan, Handoyo menekankan disiplin dan ketelitian.

“Area pencarian telah dihitung berdasarkan analisis arah angin dan arus. Kita bekerja profesional dan mengikuti prosedur,” tandas Kombes Handoyo.

Operasi udara berlangsung seki­tar dua jam, menyisir area prioritas sesuai pemodelan arus. Namun, pada hari pertama operasi udara ini, korban belum juga ditemukan.

Jalur pencarian pesawat P-4301 terekam melalui Flightradar24. Setelah lepas landas dari Bandara Pattimura Ambon, pesawat berge­rak ke selatan sebelum mengam­bil jalur lurus menuju Laut Banda.

Pesawat melakukan pola penca­rian long sweeping track, disusul manuver S-pattern dan zig-zag search pattern metode yang me­mungkinkan cakupan visual lebih luas untuk meningkatkan peluang deteksi objek di permukaan laut.

“Rute kembali ditempuh melalui jalur Barat Laut Banda Neira, se­belum pesawat kembali ke Ambon,” ungkap Kombes Handoyo.

Operasi ini juga, melibatkan Tim Gabungan Polda Maluku dan Kantor SAR Ambon, sebagai bentuk transparansi dan empati, perwa­kilan keluarga korban dan Peme­rintah Provinsi Maluku turut serta dalam penerbangan.

Keikutsertaan mereka mene­gas­kan, bahwa operasi ini menge­depankan nilai kemanusiaan, bu­kan semata aspek teknis penye­la­matan. Tim akan mengevaluasi per­gerakan arus, kondisi cuaca, gelombang, dan data meteorologi terbaru.

“Operasi akan berlanjut besok. Kami berkomitmen memberikan ke­pastian bagi keluarga. Penca­rian tidak akan berhenti sampai korban ditemukan,” janji Kombes Handoyo.

Pengerahan pesawat Beechcraft 1900D, menunjukkan kesiapan alutsista udara Polri dalam meng­hadapi tantangan geografis Ma­luku yang berciri kepulauan. Sinergi Polri dan Basarnas dianggap krusial dalam merespons insiden maritim di Laut Banda.

Pendekatan humanis melalui transparansi dan pelibatan keluar­ga korban dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga keper­cayaan publik terhadap proses SAR. “Operasi pencarian akan kembali dilakukan dengan pola penyisiran yang diperbarui,” jelas Kombes Handoyo.

Hari Keempat 

Sebelumnya diberitakan, setelah memperluas area pencarian, 11 ABK KM Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di Perairan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, belum membuahkan hasil. 

Tim SAR dalam operasi SAR hari ke-4 melakukan upaya pencarian lain dengan mengoptimalkan pen­carian melalui jalur udara. 

Dalam upaya tersebut, tim SAR berkoordinasi dengan Airnav Ambon, yang kemudian mengerahkan armada udara untuk melakukan pencarian. 

“Basarnas Ambon melakukan koordinasi  dengan Airnav Ambon, gu­na mohon bantu melakukan pe­mantauan menggunakan pesawat udara yang melintas dari Ambon ke Banda maupun Ambon ke Tual, ter­kait laka laut yang me­nimpa KM Ma­luku Prima Makmur 03,” jelas Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (25/11). 

Selain pemantauan udara menurut Arafah, Tim SAR juga melakukan koordinasi dengan Distrik Navigasi Ambon, SROP Ambon dan SROP Banda. 

“Koordinasi dilakukan guna me­ma­pelkan berita KM Maluku Prima Makmur 03 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar Perairan Banda, Perairan Maluku Tengah, dan Perairan Pulau Seram guna mem­berikan pertolongan SAR, apabila menemukan korban,” jelas Arafah.

Sementara dari Tim SAR sendiri lanjut Arafah, membagi tiga regu guna memperluas area pencarian korban, diantaranya, SRU 1 KRI Kerapu melakukan pencarian arah Barat Pulau Seram, SRU 2 yakni KN SAR Bharata melakukan pen­carian sejauh 69 NM Arah Tenggara dari Desa Tehoru, Kababupaten Maluku Tengah, disusul SRU 3 yakni KRI Balungan melaksanakan pencarian arah Timur Perairan Pulau Ambon.

“Sampai saat ini upaya pen­carian korban yang dilakukan tim SAR gabungan belum menemu­kan tanda-tanda keberadaan kor­ban. Operasi SAR masih dilakukan dengan harapan ada titik terang,” tulis Arafah dalam rilisnya. (S-25)

BERITA TERKAIT