SIWALIMA.id > Berita
BMKG: Sejumlah Daerah di Maluku Waspada Karhutlah
Online | Selasa, 4 November 2025 pukul 16:59 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kelas II Pattimura Ambon,  menghimbau masyarakat di sejumlah daerah di Maluku, untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

Daerah-daerah yang mendapatkan peringatan ini yakni, Kota Ambon, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Maluku Barat Daya  serta Kabupaten Tanimbar dan  beberapa daerah lainnya di Maluku. 

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari menjelaskan, peringatan dini di keluarkan berdasarkan sistem analisis Karhutlah.

Berdasarkan, Fine Fuel Moisture Code menunjukkan, tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.

“Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate)), sedangkan sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” tulis Kemari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Selasa. (4/11).

Selain itu kata Kamari, Duff Moisture Code juga menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah. 

Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

"Initial Spread Index menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api jika terjadi kebakaran hutan. nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin, dimana nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin 13km/jam (3.6 m/s) Sangat baik menggambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang-alang, dimana penyebaran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire)," jelas Kamari. 

Secara umum kata Kaamri, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, wilayah di Kota Ambon, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High).

"Untuk itu, disarankan untuk berkoodinasi dengan pihak kementrian, dinas dan lembaga terkait di kabupaten masing-masing, untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” pinta Kaamri.

Ia menjelaskan, Fire Weather Index, menunjukkan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran, sangat dipengaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate).

"Namun di sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High)," terangnya 

"Pengguna disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah pengguna," himbau Kamari. (S-27)

BERITA TERKAIT