AMBON, Siwalima.id - Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dipredikasikan masih melanda sejumlah wilayah Maluku untuk beberapa hari kedepan.
Melihat kondisi cuaca seperti ini, maka Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini, cuaca ekstrem di wilayah Maluku yang diperkirakan berlangsung hingga, Jumat (23/1).
Kepala BMKG Stasiun Meterorologi Kelas II Pattimura, Kamari dalam rilisnya, Rabu (21/1) menjelaskan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, bahkan ekstrem, disertai angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota di Maluku.
“Untuk hari ini, Rabu (21/1), potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan berada pada status siaga hingga awas, terutama di Kota Tual, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, serta Maluku Barat Daya,” urai Kamari.
Sementara untuk esok hari, Kamis (22/1) kata menurut Kamari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat (waspada) dan sangat lebat (siaga) masih berlanjut.
Bahkan, hujan sangat lebat hingga ekstrem dengan status awas diprakirakan dapat terjadi di wilayah yang sama, disertai angin kencang.
Sedangan, pada Jumat (23/1) nanti, potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga, serta hujan sangat lebat hingga ekstrem berstatus awas, diperkirakan akan terjadi di Kabupaten Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya.
“Peringatan angin kencang dengan status waspada juga masih berlaku,” tulis Kamari.
Peringatan dini ini jelas Kamari, menunjukkan nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang berpotensi terjadi dalam satu wilayah kabupaten/kota.
“Untuk itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi darat dan laut,”ujarnya.
Kondisi Cuaca
Terpisah Penata Layanan Operasional Kantor UPP Kelas III Wonreli, Kres Rupimella minta kepada, seluruh nahkoda kapal, baik perintis maupun kargo dihimbau untuk melihat kondisi cuaca alam, sebelum melakukan aktivitas berlayar.
Apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang tidak memungkinkan untuk berlayar, maka harus mencari tempat yang aman untuk berlindung.
“Himbauan ini bukan saja bagi kapal penumpang tetapi kapal kargo juga,sebab kondisi cuaca kurang bersahabat,” himbau Kres.
Ia mengaku, beberapa hari kemarin, BMKG mengekuarkan warning hingga 23 Januari. Namun ada beberapa kapal yang sudah keluar dari pangkalan, misalnya pada 20 Januari kemarin KM Sabuk Nusantara 71 kan sudah keluar dari Ambon.
Kemudian KM Sanus 38 tadi malam juga sudah keluar dari Saumlaki dan tiba di Koroing paginya, kemudian ada KM Sanus 104 juga sudah keluar dari pangkalan Saumlaki tadi malam dan tiba di Marsela tadi pagi.
“Kemudian KM Sanus 34 yang sempat berlindung di Pulau Wetang juga sudah keluar tadi malam dan tadi pagi sudah tiba di Pelabuhan Lelang dan rencana pukul 18.00 WIT ini tiba di Lakkor,” urain Kres.(S-28)