SIWALIMA.id > Berita
Cuaca Buruk Masih Landa Maluku
Daerah , Headline | Kamis, 22 Januari 2026 pukul 15:44 WIT

 

AMBON, Siwalima.id - Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dipredikasikan masih melanda sejumlah wilayah Maluku untuk beberapa hari kedepan.

Melihat kondisi cuaca seperti ini, maka Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Me­teo­rologi Kelas II Pattimura Ambon me­nge­luar­kan peri­nga­tan dini, cuaca ekstrem di wilayah Maluku yang di­per­kirakan berlangsung hingga, Jumat (23/1).

Kepala BMKG Stasiun Meterorologi Kelas II Pattimura, Kamari dalam rilis­nya, Rabu (21/1) menjelaskan, potensi hujan dengan intensitas sedang hi­ngga sangat lebat, bahkan ekstrem, disertai angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota di Maluku.

“Untuk hari ini, Rabu (21/1), po­tensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan berada pada status siaga hingga awas, terutama di Kota Tual, Kabu­paten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Se­ram Bagian Timur, Maluku Teng­gara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, serta Maluku Barat Daya,” urai Kamari.

Sementara untuk esok hari, Kamis (22/1) kata menurut Kamari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat (waspada) dan sangat lebat (siaga) masih berlanjut.

Bahkan, hujan sangat lebat hi­ngga ekstrem dengan status awas diprakirakan dapat terjadi di wilayah yang sama, disertai angin kencang.

Sedangan, pada Jumat (23/1) nanti, potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga, serta hujan sangat lebat hingga eks­trem berstatus awas, diper­kirakan akan terjadi di Kabupaten Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya.

“Peringatan angin kencang dengan status waspada juga masih berlaku,” tulis Kamari.

Peringatan dini ini jelas Kamari, menunjukkan nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang berpotensi terjadi dalam satu wilayah kabupaten/kota.

“Untuk itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan trans­portasi darat dan laut,”ujarnya. 

Kondisi Cuaca 

Terpisah Penata Layanan Opera­sional Kantor UPP Kelas III Won­reli, Kres Rupimella minta kepada, seluruh nahkoda kapal, baik perintis maupun kargo dihimbau untuk melihat kondisi cuaca alam, sebe­lum melakukan aktivitas berlayar.

Apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang tidak memung­kinkan untuk berlayar, maka harus mencari tempat yang aman untuk berlindung.

“Himbauan ini bukan saja bagi kapal penumpang tetapi kapal kargo juga,sebab kondisi cuaca kurang bersahabat,” himbau Kres.

Ia mengaku, beberapa hari ke­ma­rin, BMKG mengekuarkan warning hingga 23 Januari. Namun ada be­berapa kapal yang sudah keluar dari pa­ngkalan, misalnya pada 20 Ja­nuari kemarin KM Sabuk Nusan­tara 71 kan sudah keluar dari Ambon.

Kemudian KM Sanus 38 tadi malam juga sudah keluar dari Saumlaki dan tiba di Koroing paginya, kemudian ada KM Sanus 104 juga sudah keluar dari pangkalan Saumlaki tadi malam dan tiba di Marsela tadi pagi.

“Kemudian KM Sanus 34 yang sempat berlindung di Pulau Wetang juga sudah keluar tadi malam dan tadi pagi sudah tiba di Pelabuhan Lelang dan rencana pukul 18.00 WIT ini tiba di Lakkor,” urain Kres.(S-28)

BERITA TERKAIT