AMBON, Siwalima.id - Diduga, tunggakan pembayaran tiket perjalanan dinas anggota DPRD Kabupaten SBB tahun 2024 hingga kini belum dilunasi.
Pemilik Travel Malaka, Ali Tuhuteru, kepada wartawan, di Ambon, Sabtu (14/3) mengatakan, sisa pembayaran yang belum diselesaikan oleh Sekretariat DPRD SBB, sebesar Rp 66.473.695.
Tunggakan tersebut berkaitan dengan pemesanan 14 tiket perjalanan dinas anggota DPRD SBB beserta staf Sekretariat Dewan untuk periode Maret hingga Juli 2024.
Ia menjelaskan, sejak awal pemesanan, Sekretariat DPRD SBB telah memberikan uang muka sebesar Rp 10 juta pada 23 Juli 2024. Namun setelah itu, pembayaran tidak kunjung dilunasi.
“Kami sudah bertemu dengan Sekretaris Dewan dan Bendahara. Mereka berjanji akan melunasi dua tahap, tetapi sampai sekarang baru membayar Rp 5 juta pada 22 April 2025,” ujar Ali.
Total pembayaran yang telah dilakukan baru mencapai Rp 15 juta, sementara sisa tunggakan yang belum dibayarkan masih sebesar Rp 66.473.695.
Ia menilai, keterlambatan pembayaran yang berlangsung hampir dua tahun tersebut telah merugikan pihak travel.
Menurut dia, tiket yang dipesan atas nama Bendahara Sekretariat DPRD SBB, Zainul Bahar dan Amni Aslamah itu digunakan untuk perjalanan dinas pimpinan dan anggota DPRD serta staf sekretariat dewan.
Pihak travel berharap ini segera diselesaikan, agar tidak menimbulkan persoalan lebih lanjut.
“Kami sudah lama menunggu kepastian pembayaran. Kami berharap ada itikad baik dari pihak Sekretariat Dewan untuk segera melunasi sisa pembayaran,” ujarnya.
Ia juga meminta perhatian Bupati SBB agar dapat mengambil langkah untuk memastikan tunggakan tersebut segera dibayarkan.
Menurut dia, penyelesaian tunggakan tersebut penting untuk menjaga hubungan kerja sama serta menjaga citra pengelolaan keuangan daerah.
“Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Yang penting kewajiban pembayaran dapat segera dipenuhi,” katanya.
Terkait hal ini, Sekretaris Dewan SBB, Sahrir A Mahulete yang dikonfirmasi via telepon seluler dan juga pesan WhatsApp, meski telah membaca, tidak merespon.(S-25)