BULA, Siwalimanews - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur, dalam menjalankan tugas, sampai dengan saat ini masih mengalami kesulitan, dikarenakan tidak memadainya fasilitas pendukung.
Fasilitas yang masih minim seperti, kurangnya armda damnkar, atribut alat pelindung diri petugas, serta fasilitas lainnya seperti selang air dan lain sebagainya.
Instruktur Dinas Pemadam Kebakaran SBT Nur Chamid saat dikonfirmasi wartawan usai pelatihan petugas di Pantai Gumumae, Kamis (26/6) membenarkan, kurangnya fasilitas pendukung hingga saat ini yang menjadi kendala pihaknya di lapangan, terutama APD, kemudian armada damkar juga hanya satu unit.
"Kalau bisa minimal ada 1 unit mobil water supply, jadi satu memadamkan api dan satu ambil air untuk isi lagi ke mobil damkar, seperti pengalaman kebakaran kemarin kita terkendala di suplay air, untung kita punya pompa sehingga dimasukkan ke sungai,” ungkap Chamid.
Selain itu, ia juga mengaku fasilitas lainya seperti selang mereka hanya miliki 4 rol, padahal minimal harus 10 rol, sehingga kejadian kebakaran kemarin, untuk pemadaman hanya tinggal satu yang normal, beruntung kualitas petugas Damkar ini cukup sigap dan tagap.
“Kami berharap, kedepan harus a ada penambahan minimal dua armada damkar dan 1 mobil water supply serta perlengkapan lapangan lainnya. Kalau petugas jangan khawatir lagi. Karena kita selalu berlatih," tutur Chamid.
Upah tak Sebanding
Di sisi lain, para petugas damkar ini juga mengeluhkan upah yang diterima mereka yang sangat minim yakni Rp750 ribu per bulan, padahal pekerjaan mereka sangat berisiko bahkan nyawa menjadi taruhan mereka.
“Setiap bulan cuman Rp 750 ribu saja, padahal pekerjaan kami ini berisiko sekali, bahkan nyawa sebagai taruhan, masa cuman dibayar segitu," ucap Damkar SBT Zakir Aineka.
Menurutnya dengan jumlah gaji tersebut, sama sekali tidak bisa membantu perekonomian mereka, terlebih khususnya yang sudah berumah tangga.
“750 ribu itu mau pake bikin apa, kerja sudah setengah mati, bayaran kecil lagi, yang bujang saja mengeluh, apalagi yang sudah rumah tangga bagaimana nasibnya,” tandasnya.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan SBT Hadi Rumbalifar saat dikonfirmasi mengakui, untuk gaji petugas damkar memang hanya Rp750 per bulan.
"Kita sudah pikirkan jauh- jauh sebelumnya Insya Allah mudah-mudahan dengan argumentasi yang kami sampaikan ke pemda dalam hal ini tim anggaran bisa melihat lah, karena ini pertaruhan nyawa juga. Kalau posisi ini harus diperhatikan,” ungkap Rumbalifar.(S-27)