AMBON, Siwalima.id - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku, mendesak Mantan Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla, minta maaf kepada umat Kristen yang ada di Indonesia.
Desakan tersebut menyusul ceramahnya di Masjid UGM yang dinilai meresahkan dan menyakiti hati umat Kristen.
Arus desakan permintaan maaf tidak hanya datang dari GAMKI, tapi takoh dan organisasi Kristen lainnya juga tergerak menuntut Kalla meminta maaf.
Ketua DPD GAMKI Maluku, Semuel Patra Ritiauw menegaskan, pernyataan Yusuf Kalla pada 7 April 2026 di Masjid UGM sangat sensitif karena menyentuh kehidupan umat beragama.
Olehnya itu, Yusuf Kalla harus berjiwa besar menyampaikan permohonan maafnya serta mengklarifikasi pernyataannya itu kepada umat Kristen di Indonesia.
“Sebagai tokoh nasional dan mantan Wakil Presiden, Yusuf Kalla harus minta maaf kepada umat Kristen di Indonesia. Pernyataan beliau sangat meresahkan dan bertentangan dengan ajaran Kristen,” pinta Ritiauw kepada Siwalima.id di Ambon, Senin (13/4).
Menurutnya, isu yang di giring Yusuf Kalla memicu kegaduhan antar umat beragama, sebab itu GAMKI Maluku menekankan pentingnya klarifikasi, penegakan hukum guna menjaga stabilitas sosial khususnya di Maluku.
Pihaknya juga menyoroti kutipan pernyataan Yusuf Kalla yang beredar luas terkait pandangan tentang relasi antar agama yang dikaitkan dengan konsep pembenaran kekerasan.
“Terhadap pernyataan Yusuf Kalla, GAMKI secara tegas menolak pandangan tersebut dan menilai narasi yang mengaitkan ajaran agama Kristen dengan pembenaran tindakan kekerasan, merupakan bentuk pemahaman yang keliru dan bertentangan dengan prinsip dasar ajaran Kristen yang menekankan kasih terhadap sesama,” tandas Ritiuaw.
Pernyataan Yusuf Kalla kata Ritiauw, sesat dan menyimpang, karena bertentangan dengan ajaran Kristen yang merujuk pada Alkitab.
“Alkitab secara tegas mangajarkan kasih sebagaimana termaktub dalam Kitab Injil yakni Matius 22:39 yang berbunyi “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,” serta sejumlah ayat lain seperti Lukas 6:27, Matius 5:38, Roma 12:17, 1 Petrus 4:8, dan Yohanes 15:12,” papar Ritiauw.
Alkitab tambah Ritiauw, menjadi dasar bahwa ajaran Kristen tidak membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap sesama manusia.
“Jadi GAMKI minta klarifikasi langsung dari Jusuf Kalla apabila pernyataan tersebut benar adanya, sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang tokoh bangsa dalam menjaga persatuan.
Jika pernyataan ini benar disampaikan, maka GAMKI Maluku minta Jusuf Kalla dapat meminta maaf secara terbuka kepada umat Kristen sebagai wujud kepedulian terhadap persatuan dan keutuhan bangsa.
Di sisi lain, DPD GAMKI Maluku juga membuka kemungkinan distorsi informasi melalui potongan video yang beredar. Oleh karena itu, Polri di desak untuk mengusut secara tuntas apabila ditemukan indikasi manipulasi konten di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Secara situasional, pernyataan ini muncul di tengah sensitivitas relasi sosial di Maluku yang memiliki sejarah panjang konflik berbasis identitas.DPD GAMKI Maluku juga menegaskan, agar polemik ini tidak diperbesar yang dapat memicu ketegangan baru di tengah masyarakat.
"Kami (GAMKI Red) menyerukan agar seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan mekanisme hukum dalam menyikapi persoalan, serta menjaga stabilitas dan kedamaian daerah. Instruksi internal pun dikeluarkan kepada seluruh DPC GAMKI di 11 kabupaten/kota di Maluku agar tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu polemik di ruang publik,” himbau Ritiauw
Lebih jauh, DPD GAMKI Maluku menekankan, pentingnya menjaga nilai persaudaraan sebagai fondasi kehidupan sosial di Maluku, serta mengajak seluruh masyarakat untuk tetap merawat harmoni di tengah keberagaman.(S-25)