AMBON, Siwalimanews –Â Gempa dengan magnitudo 5.4 mengguncang wilayah Laut Banda, Minggu (31/8). Namun gempa tersebut tak berpotensi tsunami.
Gempa yang terjadi pada pukul 06.03.55 WIT tersebut, berdasarkan hasil anaÂlisis BMÂKG meÂnunÂjukÂÂkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo 5,1.
Episenter gempa, terletak pada koordinat 6,10° Lintang Selatan, 131,32° Bujur Timur, atau tepatnya berÂlokasi di laut pada jarak 164 km, arah Barat Daya Maluku Tenggara, pada kedalaman 73 km.
âDengan memperhatikan lokasi epiÂsenter dan kedalaman hiposenÂternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deforÂmasi batuan dalam subduksi banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gemÂpa memiliki mekanisme pergeraÂkan geser ( strike-slip ),â tulis Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima, Minggu (31/8)
Berdasarkan estimasi peta gunÂcangan (shakemap) kata Daryono, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Molu Maru, Maluku Tenggara Barat, Kur Selatan, dan Kota Tual dengan skala intensitas III – IV MMI. (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) daerah Wuar Labobar, Maluku Tenggara Barat dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu).
âHingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunÂjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,â jelas Daryono.
Ia mengaku, hingga pukul 06.30 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat diperÂtanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
âPastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang diseÂbarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,â himÂbauan Daryono. (S-27)