SIWALIMA.id > Berita
Gempa Magnitudo 5.4 Guncang Laut Banda
Daerah , Headline | Senin, 1 September 2025 pukul 22:08 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gempa dengan magnitudo 5.4 mengguncang wilayah Laut Banda, Minggu (31/8). Namun gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

Gempa yang terjadi pada pukul 06.03.55 WIT tersebut, berdasarkan hasil ana­lisis BM­KG me­nun­juk­­kan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo 5,1.

Episenter gempa, terletak pada koordinat 6,10° Lintang Selatan, 131,32° Bujur Timur, atau tepatnya ber­lokasi di laut pada jarak 164 km, arah Barat Daya Maluku Tenggara, pada kedalaman 73 km.

“Dengan memperhatikan lokasi epi­senter dan kedalaman hiposen­ternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya defor­masi batuan dalam subduksi banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gem­pa memiliki mekanisme pergera­kan geser ( strike-slip ),” tulis Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima, Minggu (31/8)

Berdasarkan estimasi peta gun­cangan (shakemap) kata Daryono, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Molu Maru, Maluku Tenggara Barat, Kur Selatan, dan Kota Tual dengan skala intensitas III – IV MMI. (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) daerah Wuar Labobar, Maluku Tenggara Barat dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menun­jukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Daryono.

Ia mengaku, hingga pukul 06.30 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat diper­tanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang dise­barkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” him­bauan Daryono. (S-27)

BERITA TERKAIT