SIWALIMA.id > Berita
Gubernur: Hasil Ujian Sekolah Jadi Barometer Mutu Pendidikan
Online | Senin, 13 April 2026 pukul 16:58 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memastikan, hasil ujian sekolah SMA/SMK/SLB akan menjadi barometer dalam mengikuti mutu pendidikan di Maluku 

Hal ini disampaikan gubernur saat membuka sampul ujian sekolah secara simbolis di SMA Negeri 1 Ambon, Senin (13/4) yang menandai dimulainya tahapan ujian sekolah SMA/SMK/SLB di seluruh wilayah Maluku.

Gubernur menjelaskan, terhitung sejak hari ini hingga beberapa hari kedepan, sebanyak 29.804 peserta ujian sekolah yang tersebar pada 423 SMA/SMK/SLB akan mengikuti ujian sekolah secara serentak.

Ujian sekolah bukan sekadar rutinitas akhir tahun ajaran, namun ujian sekolah yang berlangsung memiliki manfaat penting dalam menentukan kelulusan, sekaligus menjadi gerbang penentu untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Bagi anak-anakku di SMK, ujian ini adalah pembuktian kompetensi dan keahlian yang siap pakai sedangkan bagi anak-anakku di SLB, ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pengakuan atas capaian belajar,” ucap gubernur.

Menurut gubernur, ujian sekolah merupakan instrumen utama yang menentukan kelulusan siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, sekaligus bentuk akuntabilitas publik sekolah dalam menentukan siswa telah memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan secara nasional dan daerah.

Disamping itu, hasil ujian nantinya akan menjadi cermin bagi pemerintah provinsi untuk memetakan mutu pendidikan dan juga kebijakan apa yang akan ditempuh pemerintah provinsi dalam memastikan semua anak di Maluku memiliki hak yang sama untuk sukses.

“Saya perlu tegaskan, bahwa nilai tinggi memang penting, tetapi kejujuran adalah yang utama. Jangan pernah mencederai proses ini dengan kecurangan karena itu junjung tinggi integritas selama pelaksanaan ujian sekolah,” tegas gubernur.

Apalagi kata gubernur, hasil ujian ini merupakan syarat administrasi jenjang seperti mendaftar ke perguruan tinggi, seleksi masuk TNI, Polri atau sekolah kedinasan serta memasuki dunia kerja yang membutuhkan bukti formal kompetensi akademik.

Sementara bagi siswa SMK, hasil ujian ini termasuk uji kompetensi keahlian merupakan sertifikasi kemampuan guna meyakinkan dunia usaha dan dunia industri, bahwa lulusan SMK Maluku memiliki keterampilan teknis yang siap pakai dan kompetitif di pasar kerja global. 

Pelaksanaan ujian di SLB juga, menegaskan setiap warga negara, tanpa memandang keterbatasan fisik atau mental, memiliki hak yang sama untuk diakui capaian belajar dan merubah bentuk nyata perlindungan HAM dalam bidang pendidikan di Maluku.

"Ditengah upaya meningkatkan skor Program International Student Assesment (PISA) dan rapor pendidikan, ujian sekolah menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kemampuan literasi dan numerasi siswa Maluku berkembang, sehingga mereka siap menghadapi tantangan dunia digital yang kompleks.

Gubernur menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengejar pemerataan kualitas, agar siswa di pelosok Maluku mendapatkan standar pendidikan yang sama dengan mereka yang di kota.(S-20)

BERITA TERKAIT