SIWALIMA.id > Berita
Hari Ini Wapres Gibran Kunjungi Maluku, Fokus PSN & Pasar Rakyat
Daerah , Headline | Selasa, 14 Oktober 2025 pukul 23:07 WIT

AMBON, Siwalimanews – Dipastikan hari ini, Selasa (14/10) Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Provinsi Maluku.

Orang nomor dua di Indonesia ini akan mengun­jungi sejumlah proyek, baik proyek stra­tegis na­sio­nal maupun pa­sar rak­yat di Kota Ambon, Kabu­paten Buru, Kabu­paten Maluku Tengah, Kota Tual dan Ka­bupaten Maluku Tenggara.

Berdasarkan jadwal kun­jungan yang diterima Si­wa­lima, Senin (13/10) Wa­p­res Gibran akan take off menuju Bandara Pattimura pukul 06.00 WIB meng­gu­nakan pesawat boeing dan tiba pada pukul 11:20 WIT.

Setelah tiba di Ambon, Wapres diagendakan pada pukul 11:30 WIT hingga pukul 12:30 WIT melakukan penerbangan ke Kabupaten Buru menggunakan heli­kopter untuk meninjau proyek stra­te­gis nasional, Bendungan Wai Apu.

Sekembalinya dari peninjauan bendungan Wai Apu, tepat pukul 15.00 WIT, Wapres akan mmeninjau PLTMG 30 MW Ambon Peaker yang berlokasi di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah yang menjadi salah satu sumber listrik utama di Maluku.

Setelah peninjauan di Waai, Wap­res melanjutkan kunjungan ke Pasar Mardika, Kota Ambon pukul 16:15 WIT

Pada malam hari, Wapres dijad­walkan bertemu dengan komunitas musik di Restoran Wailela guna mem­bangun dialog dan akan beristirahat.

Keesokan harinya, Rabu (15/10) pukul 06.40 WIT, Wapres bertolak menuju Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, dengan agenda peninjauan Pasar Langgur pukul 08:15 WIT dan dilanjutkan ke Pasar Marren Tual pukul 08:45 WIT.

Setelah seluruh lawatan di Pro­vinsi Maluku pada pukul 10.10 WIT, Wapres bertolak ke Provinsi Maluku Utara untuk melakukan agenda kunjungan kerja sebelum nantinya kembali ke Jakarta.

Pengamanan Diperketat

Operasi pengamanan mulai diper­ketat oleh aparat TNI dan Polri men­jelang kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Provinsi Maluku, Selasa (14/10).

Pengetatan pengamanan ini di­sam­paikan Pangdam XV Pattimura yang juga Panglima Komando Tu­gas Terpadu (Kogasgabpad) kunju­ngan Wapres, Mayjen Putranto Ga­tot Sri Handoyo, saat apel kesiapan pasukan yang berlangsung di Lapa­ngan Merdeka, Senin (13/10).

Apel yang dihadiri Gubernur Ma­luku Hendrik Lewerissa ini, diikuti ratusan personel TNI/Polri dan pihak terkait lainnya.

Pangdam mengungkapkan, kunju­ngan yang dilakukan Wakil Presiden merupakan agenda strategis nasio­nal yang memerlukan pengamanan terpa­du, sinergis dan profesional dari TNI Polri, pemda dan instansi terkait.

Tujuan kesiapan pasukan ini, di­lakukan untuk memastikan seluruh kekuatan pengamanan siap, baik dari personel, komunikasi, peralatan hi­ngga koordinasi lintas sektoral telah siap menjelang kedatangan wakil presiden.

“Pengamanan kunjungan Wakil Presiden bukan hanya sekedar ke­giatan rutin, tetapi merupakan suatu tugas operasi pengamanan, dan sebagai wujud pengabdian kepada negara dan kehormatan daerah Maluku,” ujar Pangdam.

Keberhasilan pengamanan kunju­ngan Wakil Presiden kata Pangdam, akan mencerminkan loyalitas dan kesiapan TNI-Polri dan pemda dalam mendukung program nasional di Maluku, baik di mata pimpinan maupun masyarakat.

Karena itu, setiap prajurit dan kom­ponen pengamanan harus me­ma­hami pentingnya tugas pengama­nan agar tidak ada ruang untuk ke­lengahan, apalagi kesalahan, artinya setiap langkah dan tindakan yang dilakukan harus terukur, terkoor­dinasi dan mengutamakan kesela­matan serta keamanan VVIP.

“Saya selaku Kogasgabpad de­ngan seluruh unsur secara hukum bertanggung jawab atas pelaksa­naan tugas ini. Apabila berhasil sukses itu hal yang biasa bagi seorang prajurit dalam penugasan di lapangan, namun bila gagal, maka kita semua yang gagal, untuk itu kita harus mengantisipasi sedini mung­kin jangan sampai tugas yang diberikan kepada kita mengalami kegagalan,” tandas Pangdam.

Pangdam juga menekankan, agar semua prajurit memahami dan me­nguasai rencana pengamanan seca­ra menyeluruh, dimana setiap perso­nel harus tahu tugas tanggung ja­wab dan rantai komando di lapangan.

Untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan baik dari aspek fisik, sosial maupun digital, Pang­dam mengingatkan, prajurit untuk melaksanakan koordinasi intelijen dan patroli bersama.

“Saya juga minta untuk menjaga profesionalisme dan sikap humanis, artinya kita hadir bukan hanya untuk menjamin keamanan VVIP, tapi juga memberikan rasa aman dan rasa nyaman baik bagi objek pengama­nan maupun bagi masyarakat seki­tar,” ucap Pangdam.

Selain itu menurut Pangdam, semua personel di lapangan harus memperkuat sinergitas, baik antar TNI, Polri dengan pemda dan tidak boleh ada ego sektoral, sebab se­mua unsur harus bergerak dalam satu komando untuk satu visi, agar pengamanan kunjungan Wapres aman dan masyarakat senang.

Semua pihak, tambah Pangdam, juga harus menyiapkan langkah-langkah kontijensi guna antisipasi segala kemungkinan termasuk cua­ca, transportasi serta potensi kera­wanan di titik-titik transit, dilokasi kegiatan dan rute kegiatan.

“Saya percaya dengan semangat yang tinggi, seluruh prajurit yang terlibat dalam pengamanan, mampu melaksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Ingat keberhasilan pengamanan kunju­ngan Wapres bukan hanya keber­hasilan operasi, tetapi juga cerminan kehormatan Maluku di mata bangsa,” tegas Pangdam.

445 Personel Amankan

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease mengerahkan sebanyak 445 personel untuk mengamankan kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka, ke Kota Ambon Selasa (14/10).

“Untuk total kita ada sekitar 445 personel yang dikerahkan untuk pengamanan kedatangan Bapak Wapres, 445 personel ini dibagi da­lam beberapa regu dengan lokasi tu­gas mulai kedatangan hingga loka­si-lokasi yang di kunjungi Wapres nanti, “ jelas Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di Ambon, Senin (13/10).

Dalam kunjungan itu, lanjutnya, Wapres diketahui tiba di Bandara Patti­mura pada Selasa 11.20 WIT. Tiba di Ambon, Wapres akan melan­jutkan perjalanan ke Kabupaten Buru dengan helikopter untuk me­ninjau Bendungan Way Apu

Dihari yang sama, anak mantan Presiden Joko Widodo itu dijadwal­kan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Desa Waai, selanjutnya meninjau opera­sional Pasar Mardika sekitar pukul 16.15 WIT.

“Untuk pengamanan jalur kita tempatkan 179 personel, kemudian di bandara ada 26 personel, kunju­ngan pasar Mardika 31 personel, kun­jungan di PLTG Waai 26 perso­nel dan sejumlah lokasi lain yang nantinya akan di singgahi, “ ungkapnya.

Menurutnya, semua personel yang diturunkan sebelumnya sudah diper­siapkan secara matang untuk mela­kukan pengamanan orang nomor dua di Republik Indonesia ini.

Dalam pengamanan nanti Polresta tidak sendiri, mereka akan di back up personel dari Polda Maluku dan Kodam Pattimura.

Bawa Program Nyata

Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun menegaskan, kun­jungan kerja Wakil Presiden RI Gib­ran Rakabuming Raka ke Maluku, pada Selasa (14/10) tidak boleh ha­nya bersifat seremoni, tetapi harus me­ng­hadirkan program nyata yang ber­dampak langsung bagi masya­rakat.

“Wapres datang itu harus bawa pro­gram konkret. Jangan hanya da­tang dan pulang tanpa ada hasil yang dirasakan rakyat Maluku,” tegas Benhur kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Senin (13/10).

Menurutnya, pemangkasan dana transfer dari Pemerintah Pusat ke dae­rah, yang mencapai sekitar Rp300 miliar untuk Provinsi Maluku, menjadi pukulan berat bagi daerah dalam menjalankan agenda pemba­ngunan.

“Pemotongan ini jelas meng­hambat kreativitas daerah dalam menyusun program sesuai visi dan misi kepala daerah. Padahal sema­ngat otonomi itu untuk memberi ruang bagi daerah berinovasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar beban pembiayaan daerah, ter­masuk pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK, masih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Karena itu, kebijakan pemotongan dana transfer dinilainya tidak sejalan dengan semangat pemerataan pem­bangunan.

“Kalau dana daerah terus diku­rangi, bagaimana kita bisa mendo­rong pelayanan publik dan pemba­ngunan yang lebih baik,” ujar Benhur.

Benhur berharap, kehadiran Wapres Gibran di Maluku menjadi momentum bagi Pemerintah Pusat untuk benar-benar mendengar aspi­rasi masyarakat di daerah.

“Semoga kunjungan ini tidak se­kadar seremonial, tapi benar-benar membawa keberpihakan bagi rakyat Maluku,” pungkasnya.

Dorong Pemerataan APBN

Terpisah, Badan Eksekutif Maha­siswa Nusantara Daerah Maluku mendorong adanya pemerataan APBN melalui kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Maluku.

Koordinator BEM Nusantara Dae­rah Maluku Adam R Rahantan, menyambut baik dan mendukung kunjungan kerja Wapres ke Maluku pada 14-15 Oktober nanti.

Adam menilai, kunjungan Wapres ini sebagai bentuk nyata kehadiran dan keberpihakan negara terhadap kondisi Maluku, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan nasio­nal yang inklusif dan berkeadilan bagi wilayah Timur Indonesia.

“Kehadiran Wapres di Maluku bukan sekedar agenda seremonial, tapi tindakan konkret Pempus untuk mendengar denyut nadi kehidupan masyarakat Maluku yang selama ini masih menghadapi ketimpangan pembangunan, keterbatasan infra­struktur dan tantangan ekonomi di wilayah kepulauan,” tandas Adam kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (13/10).

Menurut Adam, kehadiran Wa­pres tidak boleh hanya datang untuk mendengar dan melihat kondisi pro­blematika yang selama ini menjadi keresahan masyarakat, tetapi harus diikuti dengan tindakan, termasuk adanya pemerataan program-program dalam APBN ke Maluku.

Pasalnya, selama ini distribusi pro­gram dalam APBN masih terpusat di wilayah barat Indonesia, semen­ta­ra kawasan timur belum menda­pat­kan manfaat signifikan dari APBN.

Untuk mempercepat pembangu­nan kawasan Timur Indonesia terma­suk Maluku, maka sangat penting adanya keadilan fiskal dan pemera­taan anggaran, sehingga daerah-dae­rah seperti Maluku dapat bang­kit dan sejajar dengan provinsi lain.

“Pemerataan APBN adalah keha­ru­san moral dan politik negara. Ma­luku membutuhkan perhatian lebih karena tantangan geografis kami ber­beda dengan daerah lain. Trans­por­tasi antar pulau, akses pendidi­kan, kesehatan dan infrastruktur dasar membutuhkan dukungan ang­garan yang memadai. Fakta Maluku ini yang harus mendapat perhatian serius pempus melalui kedatangan Wapres,” tegas Adam.

Disisi lain, BEM Nusantara Malu­ku juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta tokoh agama dan tokoh adat untuk menyambut kun­jungan Wapres dengan sikap positif dan penuh tanggung jawab.

Adam menekankan, pentingnya kamtibmas selama kunjungan Wap­res sebagai bentuk dukungan terha­dap terciptanya suasana kondusif di bumi Maluku.

“BEM Nusantara Maluku berkomit­men untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan pembangunan di wilayah timur, khususnya di Maluku,” tandas Adam.

Ia berharap, dengan semangat dari Maluku untuk Indonesia, maha­siswa siap berperan aktif sebagai jembatan aspirasi rakyat menuju Indonesia Emas 2045 dan menujuh cita-cita bangsa.

“Kita juga berharap kunjungan Wapres mampu membuka ruang dialog yang konstruktif agar kebijakan pempus nanti juga benar-benar berpi­hak kepada kepentingan rakyat Malu­ku,” harap Adam. (S-20/S-10/S-26)

BERITA TERKAIT