AMBON, Siwalimanews –Â Dipastikan hari ini, Selasa (14/10) Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Provinsi Maluku.
Orang nomor dua di Indonesia ini akan mengunÂjungi sejumlah proyek, baik proyek straÂtegis naÂsioÂnal maupun paÂsar rakÂyat di Kota Ambon, KabuÂpaten Buru, KabuÂpaten Maluku Tengah, Kota Tual dan KaÂbupaten Maluku Tenggara.
Berdasarkan jadwal kunÂjungan yang diterima SiÂwaÂlima, Senin (13/10) WaÂpÂres Gibran akan take off menuju Bandara Pattimura pukul 06.00 WIB mengÂguÂnakan pesawat boeing dan tiba pada pukul 11:20 WIT.
Setelah tiba di Ambon, Wapres diagendakan pada pukul 11:30 WIT hingga pukul 12:30 WIT melakukan penerbangan ke Kabupaten Buru menggunakan heliÂkopter untuk meninjau proyek straÂteÂgis nasional, Bendungan Wai Apu.
Sekembalinya dari peninjauan bendungan Wai Apu, tepat pukul 15.00 WIT, Wapres akan mmeninjau PLTMG 30 MW Ambon Peaker yang berlokasi di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah yang menjadi salah satu sumber listrik utama di Maluku.
Setelah peninjauan di Waai, WapÂres melanjutkan kunjungan ke Pasar Mardika, Kota Ambon pukul 16:15 WIT
Pada malam hari, Wapres dijadÂwalkan bertemu dengan komunitas musik di Restoran Wailela guna memÂbangun dialog dan akan beristirahat.
Keesokan harinya, Rabu (15/10) pukul 06.40 WIT, Wapres bertolak menuju Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, dengan agenda peninjauan Pasar Langgur pukul 08:15 WIT dan dilanjutkan ke Pasar Marren Tual pukul 08:45 WIT.
Setelah seluruh lawatan di ProÂvinsi Maluku pada pukul 10.10 WIT, Wapres bertolak ke Provinsi Maluku Utara untuk melakukan agenda kunjungan kerja sebelum nantinya kembali ke Jakarta.
Pengamanan Diperketat
Operasi pengamanan mulai diperÂketat oleh aparat TNI dan Polri menÂjelang kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Provinsi Maluku, Selasa (14/10).
Pengetatan pengamanan ini diÂsamÂpaikan Pangdam XV Pattimura yang juga Panglima Komando TuÂgas Terpadu (Kogasgabpad) kunjuÂngan Wapres, Mayjen Putranto GaÂtot Sri Handoyo, saat apel kesiapan pasukan yang berlangsung di LapaÂngan Merdeka, Senin (13/10).
Apel yang dihadiri Gubernur MaÂluku Hendrik Lewerissa ini, diikuti ratusan personel TNI/Polri dan pihak terkait lainnya.
Pangdam mengungkapkan, kunjuÂngan yang dilakukan Wakil Presiden merupakan agenda strategis nasioÂnal yang memerlukan pengamanan terpaÂdu, sinergis dan profesional dari TNI Polri, pemda dan instansi terkait.
Tujuan kesiapan pasukan ini, diÂlakukan untuk memastikan seluruh kekuatan pengamanan siap, baik dari personel, komunikasi, peralatan hiÂngga koordinasi lintas sektoral telah siap menjelang kedatangan wakil presiden.
âPengamanan kunjungan Wakil Presiden bukan hanya sekedar keÂgiatan rutin, tetapi merupakan suatu tugas operasi pengamanan, dan sebagai wujud pengabdian kepada negara dan kehormatan daerah Maluku,â ujar Pangdam.
Keberhasilan pengamanan kunjuÂngan Wakil Presiden kata Pangdam, akan mencerminkan loyalitas dan kesiapan TNI-Polri dan pemda dalam mendukung program nasional di Maluku, baik di mata pimpinan maupun masyarakat.
Karena itu, setiap prajurit dan komÂponen pengamanan harus meÂmaÂhami pentingnya tugas pengamaÂnan agar tidak ada ruang untuk keÂlengahan, apalagi kesalahan, artinya setiap langkah dan tindakan yang dilakukan harus terukur, terkoorÂdinasi dan mengutamakan keselaÂmatan serta keamanan VVIP.
âSaya selaku Kogasgabpad deÂngan seluruh unsur secara hukum bertanggung jawab atas pelaksaÂnaan tugas ini. Apabila berhasil sukses itu hal yang biasa bagi seorang prajurit dalam penugasan di lapangan, namun bila gagal, maka kita semua yang gagal, untuk itu kita harus mengantisipasi sedini mungÂkin jangan sampai tugas yang diberikan kepada kita mengalami kegagalan,â tandas Pangdam.
Pangdam juga menekankan, agar semua prajurit memahami dan meÂnguasai rencana pengamanan secaÂra menyeluruh, dimana setiap persoÂnel harus tahu tugas tanggung jaÂwab dan rantai komando di lapangan.
Untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan baik dari aspek fisik, sosial maupun digital, PangÂdam mengingatkan, prajurit untuk melaksanakan koordinasi intelijen dan patroli bersama.
âSaya juga minta untuk menjaga profesionalisme dan sikap humanis, artinya kita hadir bukan hanya untuk menjamin keamanan VVIP, tapi juga memberikan rasa aman dan rasa nyaman baik bagi objek pengamaÂnan maupun bagi masyarakat sekiÂtar,â ucap Pangdam.
Selain itu menurut Pangdam, semua personel di lapangan harus memperkuat sinergitas, baik antar TNI, Polri dengan pemda dan tidak boleh ada ego sektoral, sebab seÂmua unsur harus bergerak dalam satu komando untuk satu visi, agar pengamanan kunjungan Wapres aman dan masyarakat senang.
Semua pihak, tambah Pangdam, juga harus menyiapkan langkah-langkah kontijensi guna antisipasi segala kemungkinan termasuk cuaÂca, transportasi serta potensi keraÂwanan di titik-titik transit, dilokasi kegiatan dan rute kegiatan.
âSaya percaya dengan semangat yang tinggi, seluruh prajurit yang terlibat dalam pengamanan, mampu melaksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Ingat keberhasilan pengamanan kunjuÂngan Wapres bukan hanya keberÂhasilan operasi, tetapi juga cerminan kehormatan Maluku di mata bangsa,â tegas Pangdam.
445 Personel Amankan
Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease mengerahkan sebanyak 445 personel untuk mengamankan kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka, ke Kota Ambon Selasa (14/10).
âUntuk total kita ada sekitar 445 personel yang dikerahkan untuk pengamanan kedatangan Bapak Wapres, 445 personel ini dibagi daÂlam beberapa regu dengan lokasi tuÂgas mulai kedatangan hingga lokaÂsi-lokasi yang di kunjungi Wapres nanti, â jelas Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di Ambon, Senin (13/10).
Dalam kunjungan itu, lanjutnya, Wapres diketahui tiba di Bandara PattiÂmura pada Selasa 11.20 WIT. Tiba di Ambon, Wapres akan melanÂjutkan perjalanan ke Kabupaten Buru dengan helikopter untuk meÂninjau Bendungan Way Apu
Dihari yang sama, anak mantan Presiden Joko Widodo itu dijadwalÂkan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Desa Waai, selanjutnya meninjau operaÂsional Pasar Mardika sekitar pukul 16.15 WIT.
âUntuk pengamanan jalur kita tempatkan 179 personel, kemudian di bandara ada 26 personel, kunjuÂngan pasar Mardika 31 personel, kunÂjungan di PLTG Waai 26 persoÂnel dan sejumlah lokasi lain yang nantinya akan di singgahi, â ungkapnya.
Menurutnya, semua personel yang diturunkan sebelumnya sudah diperÂsiapkan secara matang untuk melaÂkukan pengamanan orang nomor dua di Republik Indonesia ini.
Dalam pengamanan nanti Polresta tidak sendiri, mereka akan di back up personel dari Polda Maluku dan Kodam Pattimura.
Bawa Program Nyata
Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun menegaskan, kunÂjungan kerja Wakil Presiden RI GibÂran Rakabuming Raka ke Maluku, pada Selasa (14/10) tidak boleh haÂnya bersifat seremoni, tetapi harus meÂngÂhadirkan program nyata yang berÂdampak langsung bagi masyaÂrakat.
âWapres datang itu harus bawa proÂgram konkret. Jangan hanya daÂtang dan pulang tanpa ada hasil yang dirasakan rakyat Maluku,â tegas Benhur kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Senin (13/10).
Menurutnya, pemangkasan dana transfer dari Pemerintah Pusat ke daeÂrah, yang mencapai sekitar Rp300 miliar untuk Provinsi Maluku, menjadi pukulan berat bagi daerah dalam menjalankan agenda pembaÂngunan.
âPemotongan ini jelas mengÂhambat kreativitas daerah dalam menyusun program sesuai visi dan misi kepala daerah. Padahal semaÂngat otonomi itu untuk memberi ruang bagi daerah berinovasi,â ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar beban pembiayaan daerah, terÂmasuk pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK, masih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Karena itu, kebijakan pemotongan dana transfer dinilainya tidak sejalan dengan semangat pemerataan pemÂbangunan.
âKalau dana daerah terus dikuÂrangi, bagaimana kita bisa mendoÂrong pelayanan publik dan pembaÂngunan yang lebih baik,â ujar Benhur.
Benhur berharap, kehadiran Wapres Gibran di Maluku menjadi momentum bagi Pemerintah Pusat untuk benar-benar mendengar aspiÂrasi masyarakat di daerah.
âSemoga kunjungan ini tidak seÂkadar seremonial, tapi benar-benar membawa keberpihakan bagi rakyat Maluku,â pungkasnya.
Dorong Pemerataan APBN
Terpisah, Badan Eksekutif MahaÂsiswa Nusantara Daerah Maluku mendorong adanya pemerataan APBN melalui kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Maluku.
Koordinator BEM Nusantara DaeÂrah Maluku Adam R Rahantan, menyambut baik dan mendukung kunjungan kerja Wapres ke Maluku pada 14-15 Oktober nanti.
Adam menilai, kunjungan Wapres ini sebagai bentuk nyata kehadiran dan keberpihakan negara terhadap kondisi Maluku, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan nasioÂnal yang inklusif dan berkeadilan bagi wilayah Timur Indonesia.
âKehadiran Wapres di Maluku bukan sekedar agenda seremonial, tapi tindakan konkret Pempus untuk mendengar denyut nadi kehidupan masyarakat Maluku yang selama ini masih menghadapi ketimpangan pembangunan, keterbatasan infraÂstruktur dan tantangan ekonomi di wilayah kepulauan,â tandas Adam kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (13/10).
Menurut Adam, kehadiran WaÂpres tidak boleh hanya datang untuk mendengar dan melihat kondisi proÂblematika yang selama ini menjadi keresahan masyarakat, tetapi harus diikuti dengan tindakan, termasuk adanya pemerataan program-program dalam APBN ke Maluku.
Pasalnya, selama ini distribusi proÂgram dalam APBN masih terpusat di wilayah barat Indonesia, semenÂtaÂra kawasan timur belum mendaÂpatÂkan manfaat signifikan dari APBN.
Untuk mempercepat pembanguÂnan kawasan Timur Indonesia termaÂsuk Maluku, maka sangat penting adanya keadilan fiskal dan pemeraÂtaan anggaran, sehingga daerah-daeÂrah seperti Maluku dapat bangÂkit dan sejajar dengan provinsi lain.
âPemerataan APBN adalah kehaÂruÂsan moral dan politik negara. MaÂluku membutuhkan perhatian lebih karena tantangan geografis kami berÂbeda dengan daerah lain. TransÂporÂtasi antar pulau, akses pendidiÂkan, kesehatan dan infrastruktur dasar membutuhkan dukungan angÂgaran yang memadai. Fakta Maluku ini yang harus mendapat perhatian serius pempus melalui kedatangan Wapres,â tegas Adam.
Disisi lain, BEM Nusantara MaluÂku juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta tokoh agama dan tokoh adat untuk menyambut kunÂjungan Wapres dengan sikap positif dan penuh tanggung jawab.
Adam menekankan, pentingnya kamtibmas selama kunjungan WapÂres sebagai bentuk dukungan terhaÂdap terciptanya suasana kondusif di bumi Maluku.
âBEM Nusantara Maluku berkomitÂmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan pembangunan di wilayah timur, khususnya di Maluku,â tandas Adam.
Ia berharap, dengan semangat dari Maluku untuk Indonesia, mahaÂsiswa siap berperan aktif sebagai jembatan aspirasi rakyat menuju Indonesia Emas 2045 dan menujuh cita-cita bangsa.
âKita juga berharap kunjungan Wapres mampu membuka ruang dialog yang konstruktif agar kebijakan pempus nanti juga benar-benar berpiÂhak kepada kepentingan rakyat MaluÂku,â harap Adam. (S-20/S-10/S-26)