MASOHI, Siwalimanews – Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar beredar luas di masyarakat. Salah satunya untuk mengganti kepemimpinan Bahlil Lahadalia.
Menyingkapi masalah tersebut Sekretaris DPD II Golkar Malteng, Hasan Alkatiri mengaku pihaknya tetap mendukung Ketua DPD I Golkar Maluku Umar Lessy dan Ketum Bahlil.
Menurutnya mundurnya Abner Jems Timisela dari jabatan Sekretaris DPD I Golkar Maluku adalah hak pribadi.
“Penunjukan Umar Lessy oleh DPP merupakan kewenangan absolut partai di tingkat pusat,” ungkapnya, di Masohi, Selasa (12/8).
Dikatakan, proses pergantian dilakukan DPP sah dan tidak menabrak aturan.
“Jika dinilai tidak maksimal mengamankan kebijakan, keputusan dan fatsun partai, maka DPP berhak mengambil langkah termasuk melakukan pergantian,” ujarnya.
DPD II Golkar Malteng lanjutnya tetap solid mendukung Umar Lessy untuk mempercepat pelaksanaan Musda Provinsi.
Ia juga mengaku dukungan penuh kepada Ketum Bahlil Lahadalia, akan terus diberikan hingga akhir masa jabatan.
“Kami butuh kecerdasan kepemimpinan Bang Bahlil untuk menangkan Golkar di Pemilu 2029 dan pilkada serentak,” katanya.
Terpisah, Ketua DPD II Golkar Malteng, Rudolf Lailossa, menilai mundurnya Timisela adalah hak pribadi.
“Kalau sudah memilih mundur, secara etis dan politik berarti keluar dari barisan partai. Kalau dipecat, mungkin ada ruang hukum yang ditempuh. Jadi, tidak perlu lagi bicara soal jasa atau pengorbanan masa lalu,” urainya.
Ia menegaskan, DPD II Golkar Malteng akan tetap satu komando dengan DPP dan menjaga soliditas barisan untuk mendukung penuh kepemimpinan Bahlil.
“Kami yakin kecerdasan pak Bahlil akan membawa Golkar meraih kemenangan di Pemilu mendatang,” ucapnya. (S-17)