AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Jepang dipastikan akan memperkuat pendidikan vokasi bagi tenaga kerja di Provinsi Maluku.
Kepastian ini disampaikan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath kepada wartawan di Kantor Gubernur, Rabu (25/2) usai melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu.
Pemerintah Jepang kata wagub, merupakan salah satu negara yang selama ini terus membangun kemitraan dalam bentuk kerjasama dengan Provinsi Maluku dalam berbagai aspek, seperti perikanan dan pertanian.
Tak cukup disitu, Pemerintah Jepang juga telah menyatakan komitmennya memperluas kerjasama dibidang pendidikan, khususnya untuk menyiapkan tenaga kerja asal Maluku.
“Jepang ini merupakan salah satu negara setelah Malaysia yang mengakomodir begitu banyak tenaga kerja dari Maluku. Pemerintah provinsi tentu menyambut niat dan komitemen baikd ari Pemerintah Jepang untuk memperkuat pendidikan vokasi bagi anak-anak Maluku,” ucap wagub.
Wagub mengaku, telah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk menggandeng seluruh perguruan tinggi di Maluku agar diikut sertakan dalam program pendidikan vokasi, yang nantinya difasilitasi Pemerintah Jepang.
Pemerintah provinsi, saat ini sementara terus berupaya agar tercipta lapangan pekerjaan untuk dapat menekan tingkat pengangguran yang masih tinggi di Maluku, sehingga kerjasama dengan pihak manapun akan digagas sebagai bentuk komitmen pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan.
Apalagi, keuangan daerah akibat efisiensi telah berdampak pada upaya pembukaan lapangan pekerjaan, karena pemda tidak dapat bebas menciptakan program dan kegiatan, namun keterbatasan ini tidak boleh dipandang sebagai hambatan.
Pemprov harus bekerja keras dengan berkolaborasi dengan swasta dan pemerintah negara luar, guna membantu pembukaan lapangan pekerjaan bagi anak-anak Maluku kedepan.
“Kita harapkan anak-anak kita dari Maluku bisa bekerja di Jepang sebagai upaya mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Bekerja itu bukan harus di dalam daerah saja tapi biasa juga di luar negeri,” tandas Wagub.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu menambahkan, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Jepang berkomitmen untuk menarik tenaga kerja dari Maluku untuk bekerja di Jepang.
Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah, berkaitan dengan kesulitan tenaga kerja asal Maluku dalam berbahasa Jepang, sedangkan hal itu menjadi syarat utama untuk dapat bekerja disana.
“Banyak anak Maluku-Maluku Utara yang dikirim ke Jepang untuk bekerja misalnya dibidang perikanan, namun mereka kadang mengalami kesulitan berbahasa Jepang dan untuk memenuhi kriteria itu, maka kita ingin siapkan itu, sehingga memudahkan anak-anak Maluku untuk berkerja disana,” ucap Susumu.(S-20)