SIWALIMA.id > Berita
Jepang Perkuat Pendidikan Vokasi di Maluku
Daerah , Headline | Kamis, 26 Februari 2026 pukul 11:55 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Jepang dipastikan akan memperkuat pendidikan vokasi bagi tenaga kerja di Provinsi Maluku.

Kepastian ini disampaikan Wakil Guber­nur Maluku, Abdullah Vanath kepada warta­wan di Kantor Gubernur, Rabu (25/2) usai me­lakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu.

Pemerintah Jepang kata wagub, meru­pakan salah satu negara yang selama ini terus membangun kemitraan dalam bentuk kerja­sama dengan Provinsi Maluku dalam ber­bagai aspek, seperti perikanan dan pertanian.

Tak cukup disitu, Pemerintah Jepang juga te­lah menyatakan komitmennya memper­luas kerjasama dibidang pen­didikan, khususnya untuk me­nyiapkan tenaga kerja asal Maluku.

“Jepang ini merupakan salah satu negara setelah Malaysia yang mengakomodir begitu banyak tenaga kerja dari Maluku. Peme­rintah provinsi tentu menyambut niat dan komitemen baikd ari Pe­merintah Jepang untuk memper­kuat pendidikan vokasi bagi anak-anak Maluku,” ucap wagub.

Wagub mengaku, telah meme­rin­tahkan Dinas Pendidikan untuk menggandeng seluruh perguruan tinggi di Maluku agar diikut serta­kan dalam program pendidikan vokasi, yang nantinya difasilitasi Pemerintah Jepang.

Pemerintah provinsi, saat ini sementara terus berupaya agar tercipta lapangan pekerjaan untuk dapat menekan tingkat pengang­gu­ran yang masih tinggi di Maluku, sehingga kerjasama dengan pihak manapun akan digagas sebagai bentuk komitmen pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan.

Apalagi, keuangan daerah akibat efisiensi telah berdampak pada upa­ya pembukaan lapangan pe­kerjaan, karena pemda tidak dapat bebas menciptakan program dan kegiatan, namun keterbatasan ini tidak boleh dipandang sebagai hambatan.

Pemprov harus bekerja keras de­ngan berkolaborasi dengan swasta dan pemerintah negara luar, guna membantu pembukaan lapangan pekerjaan bagi anak-anak Maluku kedepan.

“Kita harapkan anak-anak kita dari Maluku bisa bekerja di Jepang seba­gai upaya mengurangi peng­anggu­ran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Bekerja itu bukan harus di dalam daerah saja tapi biasa juga di luar negeri,” tandas Wagub.

Sementara itu, Konsulat Jende­ral Jepang di Surabaya Takonai Susumu menambahkan, sejak bebe­rapa tahun terakhir ini, Pemerintah Jepang berkomitmen untuk menarik tenaga kerja dari Maluku untuk bekerja di Jepang.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah, berkaitan dengan kesulitan tenaga kerja asal Maluku dalam berbahasa Jepang, se­dang­kan hal itu menjadi syarat utama untuk dapat bekerja disana.

“Banyak anak Maluku-Maluku Utara yang dikirim ke Jepang untuk bekerja misalnya dibidang perika­nan, namun mereka kadang menga­lami kesulitan berbahasa Jepang dan untuk memenuhi kriteria itu, maka kita ingin siapkan itu, sehingga memudahkan anak-anak Maluku untuk berkerja disana,” ucap Susumu.(S-20)

BERITA TERKAIT