AMBON, Siwalimanews – Kapolda Irjen Dadang Hartanto mengakui Maluku memiliki potensi besar untuk maju dan berkembang seperti daerah lain namun rawan terganggu oleh konflik sosial.
Polda mencatat dari 1.235 desa di 11 kabupaten kota di Maluku, sebanyak 194 desa telah diidentifikasi rawan konflik.
Ia juga menyoroti pola konflik antar kampung yang kerap berawal dari masalah kecil dan meluas karena penyelesaian lebih mengedepankan kekerasan ketimbang dialog.
âJadi Keamanan dan kedamaian adalah fondasi. Tanpa kedamaian, tidak ada pembangunan yang bisa berhasil,â tegas Kapolda saat membuka Focus Group Discussion (FGD) penanganan konflik sosial yang digelar di Polda Maluku, Selasa (16/9).
Kapolda juga memaparkan strategi penanganan konflik, mulai dari pendataan sumber konflik, penguatan hukum dan kearifan lokal, kolaborasi lintas sektor, hingga pembentukan Rumah Damai sebagai wadah dialog dan mediasi.
Rumah damai, jelasnya, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehadiran negara yang memfasilitasi komunikasi lintas desa.
âDi sinilah kita ajarkan generasi muda Maluku tumbuh dalam budaya damai, bukan budaya kekerasan,â katanya.
Sebagai langkah awal, rumah damai akan diuji coba di Desa Hitu pada 19 September 2025. Sehari setelahnya, Polda Maluku bersama TNI dan pemerintah daerah juga akan menggelar bakti kesehatan di lokasi tersebut. (S-25)