SIWALIMA.id > Berita
Kemenangan Belanda Jadi Kado Terindah Dubes Gerritsen
Olahraga | Senin, 22 Juni 2026 pukul 14:32 WIT

AMBON, Siwalima.id - Ribuan warga Kota Ambon memadati Lapangan Merdeka, Minggu (21/6) dini hari untuk nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Timnas Belanda vs Swedia.

Nobar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Ambon  itu dihadiri langsung Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, Sekda Maluku, Sadli Ie, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Wakil Walikota, Ely Toisutta dan pimpinan OPD.

Sejak sebelum pertandingan dimu­lai, suasana Lapangan Merdeka te­lah dipenuhi pendukung Timnas Belanda dari berbagai kalangan.

Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa mengenakan jersey oranye, membawa bendera Belanda serta berbagai atribut pendukung lain­nya.

Kehadiran tamu tersebut menam­bah semarak suasana yang sejak awal dipenuhi lautan atribut ber­warna orange khas pendukung Belanda.

Dalam sambutannya, Walikota Wattimena mengaku dirinya meru­pakan pendukung Timnas Inggris. Namun, sebagai bentuk penghor­matan kepada Dubes dan ribuan pendukung, ia turut mengenakan jersey Timnas Belanda.

“Saya sebenarnya fans Inggris. Tetapi malam ini, untuk menghargai bapak Duta Besar Belanda dan seluruh pendukung Belanda, saya ikut menggunakan baju Belanda,” ujar wattimena yang disambut tepuk tangan warga.

Wattimena juga menyampaikan selamat datang kepada Marc Gerrit­sen dan mengaku bangga karena Ambon menjadi salah satu kota yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Belanda.

“Pak Dubes, selamat datang di Kota Ambon. Kami bangga karena seorang duta besar hadir langsung di tengah masyarakat untuk menik­mati nonton bareng bersama warga,” katanya.

Menurut Wattimena, jumlah pendukung Belanda di Ambon sangat besar dan menjadi salah satu komunitas pendukung tim nasional terbesar di daerah ini.

Ia berharap kunjungan Dubes dapat semakin mempererat hubu­ngan antara Belanda dan Maluku, khususnya Kota Ambon, sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.

“Yang terpenting adalah bagai­mana ke depan ada kerja sama yang baik antara Belanda dan Maluku, khususnya Kota Ambon,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, ia mengajak seluruh warga menikmati pertandi­ngan dengan tertib serta menjaga keamanan dan ketertiban kota.

“Saya yakin pendukung Belanda di Kota Ambon adalah pendukung yang dewasa dan mampu menjaga kenyamanan serta ketertiban. Jika Belanda menang dan ada pawai, mari kita rayakan dengan tertib,” pesannya.

Sementara itu, Dubes Gerritsen mengaku terharu melihat antusias­me masyarakat Ambon yang begitu besar terhadap Timnas Belanda.

“Saya sangat senang melihat begitu banyak orang hadir malam ini. Saya juga senang berada di Ambon ka­rena hubungan antara Maluku dan Belanda sangat kuat,” ujar Ger­rit­sen.

Ia menyampaikan apresiasi ke­pada Pemkot dan seluruh masya­rakat yang telah menyambut dirinya dengan hangat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pak walikota dan seluruh masyarakat. Semoga semuanya me­nikmati pertandingan malam ini,” katanya.

Marc juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung dengan mem­buang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Saya minta semua menjaga ke­bersihan. Buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disedia­kan dan pulang dengan tertib se­telah pertandingan selesai. Maju Belanda,” serunya.

Sorak sorai warga pecah ketika Timnas Belanda tampil impresif ke­luar sebagai juara setelah mengatasi perlawanan Swedia dengan skor 5-1.

Dua gol Brian Brobbey pada babak pertama membawa Belanda unggul cepat. Pada babak kedua, Cody Gakpo mencetak dua gol tambahan sebelum Crysencio Sum­merville melengkapi pesta gol de Oranje.

Kemenangan tersebut mengan­tarkan Belanda untuk sementara memuncaki klasemen Grup F dengan empat poin, unggul atas Swedia yang mengoleksi tiga poin.

Usai peluit panjang dibunyikan, ribuan warga Ambon langsung me­luapkan kegembiraan mereka. Teriakan kemenangan menggema di seluruh kawasan Lapangan Mer­deka.

Walikota Ambon bersama Duta Besar Belanda kemudian memimpin pawai kemenangan melalui rute yang telah ditentukan panitia.

Sementara itu, ratusan warga lainnya ikut melakukan pawai secara berjalan kaki sambil membawa bendera Belanda dan menyanyikan yel-yel dukungan bagi de Oranje.

Perayaan berlangsung meriah namun tetap tertib, mencerminkan besarnya kecintaan masyarakat Ambon terhadap Timnas Belanda sekaligus eratnya hubungan histo­ris dan budaya antara Maluku dan Negeri Kincir Angin.(S-30)

BERITA TERKAIT