AMBON, Siwalima.id - Ribuan warga Kota Ambon memadati Lapangan Merdeka, Minggu (21/6) dini hari untuk nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Timnas Belanda vs Swedia.
Nobar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Ambon itu dihadiri langsung Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, Sekda Maluku, Sadli Ie, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Wakil Walikota, Ely Toisutta dan pimpinan OPD.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, suasana Lapangan Merdeka telah dipenuhi pendukung Timnas Belanda dari berbagai kalangan.
Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa mengenakan jersey oranye, membawa bendera Belanda serta berbagai atribut pendukung lainnya.
Kehadiran tamu tersebut menambah semarak suasana yang sejak awal dipenuhi lautan atribut berwarna orange khas pendukung Belanda.
Dalam sambutannya, Walikota Wattimena mengaku dirinya merupakan pendukung Timnas Inggris. Namun, sebagai bentuk penghormatan kepada Dubes dan ribuan pendukung, ia turut mengenakan jersey Timnas Belanda.
“Saya sebenarnya fans Inggris. Tetapi malam ini, untuk menghargai bapak Duta Besar Belanda dan seluruh pendukung Belanda, saya ikut menggunakan baju Belanda,” ujar wattimena yang disambut tepuk tangan warga.
Wattimena juga menyampaikan selamat datang kepada Marc Gerritsen dan mengaku bangga karena Ambon menjadi salah satu kota yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Belanda.
“Pak Dubes, selamat datang di Kota Ambon. Kami bangga karena seorang duta besar hadir langsung di tengah masyarakat untuk menikmati nonton bareng bersama warga,” katanya.
Menurut Wattimena, jumlah pendukung Belanda di Ambon sangat besar dan menjadi salah satu komunitas pendukung tim nasional terbesar di daerah ini.
Ia berharap kunjungan Dubes dapat semakin mempererat hubungan antara Belanda dan Maluku, khususnya Kota Ambon, sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.
“Yang terpenting adalah bagaimana ke depan ada kerja sama yang baik antara Belanda dan Maluku, khususnya Kota Ambon,” ujarnya.
Diakhir sambutannya, ia mengajak seluruh warga menikmati pertandingan dengan tertib serta menjaga keamanan dan ketertiban kota.
“Saya yakin pendukung Belanda di Kota Ambon adalah pendukung yang dewasa dan mampu menjaga kenyamanan serta ketertiban. Jika Belanda menang dan ada pawai, mari kita rayakan dengan tertib,” pesannya.
Sementara itu, Dubes Gerritsen mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat Ambon yang begitu besar terhadap Timnas Belanda.
“Saya sangat senang melihat begitu banyak orang hadir malam ini. Saya juga senang berada di Ambon karena hubungan antara Maluku dan Belanda sangat kuat,” ujar Gerritsen.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkot dan seluruh masyarakat yang telah menyambut dirinya dengan hangat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pak walikota dan seluruh masyarakat. Semoga semuanya menikmati pertandingan malam ini,” katanya.
Marc juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Saya minta semua menjaga kebersihan. Buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan dan pulang dengan tertib setelah pertandingan selesai. Maju Belanda,” serunya.
Sorak sorai warga pecah ketika Timnas Belanda tampil impresif keluar sebagai juara setelah mengatasi perlawanan Swedia dengan skor 5-1.
Dua gol Brian Brobbey pada babak pertama membawa Belanda unggul cepat. Pada babak kedua, Cody Gakpo mencetak dua gol tambahan sebelum Crysencio Summerville melengkapi pesta gol de Oranje.
Kemenangan tersebut mengantarkan Belanda untuk sementara memuncaki klasemen Grup F dengan empat poin, unggul atas Swedia yang mengoleksi tiga poin.
Usai peluit panjang dibunyikan, ribuan warga Ambon langsung meluapkan kegembiraan mereka. Teriakan kemenangan menggema di seluruh kawasan Lapangan Merdeka.
Walikota Ambon bersama Duta Besar Belanda kemudian memimpin pawai kemenangan melalui rute yang telah ditentukan panitia.
Sementara itu, ratusan warga lainnya ikut melakukan pawai secara berjalan kaki sambil membawa bendera Belanda dan menyanyikan yel-yel dukungan bagi de Oranje.
Perayaan berlangsung meriah namun tetap tertib, mencerminkan besarnya kecintaan masyarakat Ambon terhadap Timnas Belanda sekaligus eratnya hubungan historis dan budaya antara Maluku dan Negeri Kincir Angin.(S-30)