SIWALIMA.id > Berita
Komisi II Minta BPJN Bangun Posko Darurat di Masohi
Online | Rabu, 24 September 2025 pukul 01:35 WIT

AMBON, Siwalimanews – Ketua Komisi II DPRD Maluku Irawadi minta Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku, untuk membangun posko darurat di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Posko ini dimaksudkan agar, ketika terjadi bencana seperti longsoran, atau jembatan yang rusak dan sebagainya, ada langkah cepat penanganan bisa segera dilakukan.

“Akses jalan lintas Pulau Seram mulai dari belakang Waipia hingga ke SS setiap tahun itu mengalami kerusakan, akibat longsoran sehingga menganggu perekonomian masyarakat, khususnya petani di Kecamatan Seram Utara untuk menjual hasil pertaniannya ke Kota Masohi maupun Ambon,”

Jika posko darurat yang dibangun BPJN berada di wilayah Ambon, maka rentang kendalinya sangat jauh, karena harus menggunakan transportasi laut, jika terjadi bencana di Kabupaten Malteng. Namun apabila posko itu berada di Kota Masohi, maka aksesnya akan semakin dekat.

“ Ini sudah menjadi catatan kita setiap tahun ketika masuk musim penghujan, maka pasti akan ada longsoran di lintas jalan SS, kemudian di belakang Waipia, atau jembatan ambruk di Kecamatan Seram Selatan, maka posko darurat harus dekat dengan lokasi kejadian, agar penanganannya lebih cepat,” usul Irawadi.

Sementara menyangkut dnegan ambruknya jembatan Wai Besi IV di Km 89 Kecamatan Seram Utara, pada, Minggu (21/9/2025) membuat akses transportasi antar Kabupaten Malteng dan SBT serta Kota Ambon lumpuh.

Ambruknya jembatan yang dibangun PT Modern Widya Technical pada tahun 2001 silam ini, mengakibatkan arus transportasi lintas Pulau Seram lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas dengan leluasa, sementara distribusi barang dan mobilitas masyarakat terganggu. Sejumlah truk besar bahkan terpaksa tertahan di kawasan SS karena tidak dapat melewati jalur tersebut.

“Hari Minggu itu, sekitar pukul 09.00 WIT saya dapat informasi bahwa Jembatan Wai Besi putus. Kebetulan saya juga sementara berada di Kecamatan Seram Utara. Jadi saya langsung koordinasi dengan pihak BPJN, dan itu langsung direspons ,” tandas Irawadi.

Menurutnya, selain faktor cuaca ekstrem, penyebab robohnya jembatan juga karena usia konstruksi yang sudah tua serta intensitas kendaraan bermuatan berat yang kerap melintas. Kondisi itu mempercepat kerusakan hingga akhirnya jembatan ambruk.

Kepala BPJN Wilayah Maluku Yana Astuti, bersama tim teknis sudah turun langsung ke lokasi kejadian. Bahkan, BPJN telah menyiapkan pembangunan jembatan darurat untuk mengatasi kelumpuhan transportasi.

“Mudah-mudahan dalam jangka waktu satu atau dua hari ke depan jembatan darurat sudah bisa dibangun. Sebagai langkah antisipasi, sambil menunggu jembatan darurat dibangun, perlu ada timbunan diatas jembatan yang patah ini, agar kendaraan yang melintas bisa lewat,” harapnya.

Untuk sementara ini, kata Irawadi, hanya kendaraan kecil yang masih bisa melewati jalur tersebut. Sementara kendaraan berukuran besar, termasuk truk, sama sekali tidak dapat melintas sehingga menumpuk di jalur sekitar SS.

“Harapan kami sebagai perwakilan masyarakat di Kabupaten Malteng, agar pihak BPJN secepatnya melaksanakan pekerjaan disana. Utamanya langkah darurat seperti penimbunan, agar kendaraan yang menumpuk ini bisa melintas,” harap Irawadi.(S-26)

BERITA TERKAIT