BULA, Siwalima.id – Pembangunan 200 unit rumah subsidi di Kabupaten Seram Bagian Timur saat ini, dipastikan akan mulai dibangun.
Kepastian pembangunan itu ditandai dengan dilakukannya pembersihan lahan dilokasi Rusunawa milik Pemkab SBT di Jalan Pantai Gumumae, Kota Bula, Sabtu (8/11).
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Mustafa Korwaka yang dikonfirmasi Siwalima.id melalui telepon selulernya, Sabtu (8/11) terkait dengan informasi pembersihan lahan tersebut, membenarkannya.
“Ia benar, hari ini kita mulai proses clearing atau pembersihan Lahan di rusunawa, mungkin nanti bupati datang, saya sampaikan mau peletakan batu pertama dan ada pengembang yang lain nanti dalam waktu dekat mereka juga mulai lakukan pembersihan lahan,” ucap Musatafa.
Dilakukannya pembersihan lahan ini, maka pihaknya berharap, sebelum akhir tahun 2025 ini, ada beberapa rumah subsidi sudah mulai di bangun.
Untuk peminat rumah subsidi di SBT, sampai dengan pendataan kamarin, sudah ada kurang lebih 270 orang, sementara kuota SBT hanya 200 unit.
Namun dari jumlah 270 itu, setelah dilakukan verifikasi oleh Bank Tabungan Negara (BTN), maka jumlahnya berkurang menjadi 160 orang. Pembangunan rumah subsidi ini, merupakan program tiga juta rumah Presiden, Prabowo Subianto.
"Tahun ini SBT dapat 200 unit tapi kalau besok diberikan ruang selain PNS, misalnya masyakarat berpenghasilan rendah (MBR), saya pikir mungkin pasti dari total 200 unit akan ditambah. Untuk itu kita disini tinggal butuh dukungan semua pihak, untuk menyampaikan ke masyarakat," ujar Mustafa.
Mantan Camat Kesui Watubela ini mengaku, Pemkab SBT juga di tahun 2026 nanti akan mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), ini merupakan program dari Kementerian PUPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna meningkatkan kualitas rumah tinggal atau membangun rumah baru.
Program ini memberikan bantuan dana stimulan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni agar menjadi lebih layak, sehat, dan aman, yang pelaksanaannya dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat penerima bantuan
“Kemarin saat kita mengikuti kegiatan di Ambon, SBT juga dapat BSPS yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dan memiliki rumah tak layak huni dan akan dibangun menjadi layak huni, tapi di tahun 2026 nanti. Alhamdulillah kita dari SBT dapat kurang lebih 500 unit dan ini nanti dibagikan ke desa-desa,” jelas Mustafa.
Ditanya untuk satu unit rumah subsidi ini akan dijual dengan harga berapa, Mustafa mengaku, harga rumah ini dijual dengan Rp 180 juta/unit.
"Dari total harga ini ada subsidi kurang lebih sekitar Rp 4 juta, sehingga pemilik rumah nantinya hanya membayar kurang lebih 170 juta. Untuk mendapatkanrumah ini juga tidak pakai DP, mungkin cicilan awal Rp1 juta lebih. Nanti waktu cicilannya itu bisa sampai 20 tahun,” urai Mustafa.
Pihaknya juga kata Mustafa, sudah menyampaikan kepada pihak pengembang, bahwa salah satu cara untuk menarik para peminat dengan cepat membeli rumah ini adalah, desain rumahnya.
“Jadi tipe rumah ukuran 36, dua ruang kamar, dan semua fasilitas didalamnya juga sudah tersedia,” jelas Mustafa.(S-27)