AMBON, Siwalima.id - Ketua Umum KONI Maluku, MAS Latuconsina menegaskan, untuk memajukan olahraga, maka harus menjadi orang gila.
Pasalnya, tidak semua orang mampu untuk mengurus olahraga menjadi lebih baik. Karena itu menjadi orang gila, merupakan bagian dari gairah ekstrem dalam memajukan olahraga.
Penegasan itu di sampaikan Latuconsina pada acara Musyawarah Provinsi (Musoprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Maluku yang berlangsung di Hotel Pasific Ambon, Sabtu (9/5).
Menurutnya, istilah "mengurus olahraga itu orang gila" sering digunakan untuk menggambarkan dedikasi tinggi yang dibutuhkan, di mana pengurus harus rela menyita waktu, tenaga, bahkan uang pribadi demi hobi dan kebanggaan tanpa imbalan material yang sepadan.
"Ini adalah ungkapan untuk gairah ekstrem, bukan gangguan jiwa," kata Latuconsina.
Musprov PASI Maluku merupakan kabar baik untuk memberikan angin segar bagi kebangkitan dan kejayaan olahraga di Provinsi Maluku.
SAM mengakui, ada penurunan prestasi cabang olahraga atletik di Maluku. Selama ini nama Indonesia menjadi harum di kejuaraan internasional itu karena ada atlet asal Maluku.
Jika kemudian torehan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional mengalami degradasi, tentu sangat menggugah hati.
Penurunan.prestasi olahraga di Maluku tidak hanya PASI, tapi hampir di semua cabang olahraga mengalaminya signifikan.
“Saya berharap, musyawarah hari ini melahirkan kepengurusan yang baik, komitmen dan mau bekerja keras membangkitkan olahraga Maluku, khususnya untuk cabang olahraga atletik,” ungkap Latuconsina.
Tak lupa pada kesempatan itu, ia berharap Musoprov PASI Maluku berjalan dengan baik dan menjadi momentum strategis untuk kemajuan prestasi olahraga Maluku.
"Dengan adanya kepengurusan yang baru, semoga ada penyegaran dan stimulan untuk memberikan semangat bagi Maluku kedepannya," harap Latuconsina.(S-07)