SIWALIMA.id > Berita
Lima Kabupaten di Maluku Terancam Karhutla
Daerah , Headline | Rabu, 5 November 2025 pukul 15:37 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BM­KG) Kelas II Pat­timura Ambon, me­ngimbau mas­­ya­rakat untuk mewaspadai terjadi­nya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Peringatan ini dituju­kan untuk lima kabu­paten di Maluku yaitu, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Ma­luku Tengah dan Maluku Barat Daya.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Kamari dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (4/11) menje­las­kan, peringatan dini di keluarkan ter­sebut berdasarkan sistem ana­lisis Karhutla

Kamari menjelaskan, berdasar­kan Fine Fuel Moisture Code me­nunjukkan tingkat potensi kemu­dahan terjadinya kebakaran ditin­jau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terba­kar di lapisan atas permukaan tanah. 

Mewakili tingkat kekeringan ba­han-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sam­pah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasa­nya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.

“Secara umum tingkat kemuda­han terbakar pada lapisan atas per­mukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate)), se­dangkan sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Se­ram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” ujar Kamari. 

Dia mengaku, Duff Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan mene­ngah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

“Initial Spread Index menunjuk­kan tingkat kemudahan penyeba­ran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara ekspo­nensial terhadap kecepatan angin Nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13km/jam (3.6 m/s) Sangat baik menggambarkan kemudahan pe­nyebaran di area padang rumput atau alang-alang, dimana penye­baran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),” jelas Kamari 

Secara umum kata dia, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, wilayah di Kota Ambon; Ka­bu­paten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High).

“Disarankan untuk berkoodinasi dengan Kementrian, Dinas, dan Lem­baga terkait setempat untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” ujarnya 

Dikatakan, Fire Weather Index me­nunjukkan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran Sangat dipengaruhi nilai ISI dan BUI. Se­cara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permu­kaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate).

“Namun di sebagian kecil wila­yah di Kabupaten Buru, Buru Sela­tan, Seram Bagian Barat, Kepu­lau­an Tanimbar wilayah dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” terangnya 

Kamari menyebutkan, secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan se­dang (Moderate). Namun, di seba­gian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar, Malu­ku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High)..

“Pengguna disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah pengguna,” harap Kamari. 

Langkah Antisipasi 

Terpisah Dinas Kehutanan Pro­vinsi Maluku mengaku telah menyi­apkan sejumlah langkah guna me­ngantisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Upaya antisipasi ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat atas peringatan dini BMKG terkait po­tensi Karhutla di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Malu­ku Tengah dan Maluku Barat Daya.

Kepala Dinas Kehutanan Haikal Baadilla kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (4/11) meng­ungkapkan pasca peringatan dini tersebut, Dinas Kehutanan te­lah melakukan upaya pencegahan.

“Untuk upaya pencegahan su­dah kita lakukan dengan memper­siapkan sarana dan prasarana pe­ngendalian kebakaran hutan termasuk mendeteksi melalui aplikasi SiPongi guna memantau hotspot terkini kebakaran hutan,” ucap Haikal.

Upaya lainnya juga dilakukan dengan pembentukan masyarakat peduli api pada UPTD-UPTD yang dibekali dengan informasi dan teknik pemadaman api termasuk pelatihan dengan menggandeng stakeholder terkait.

Dari sisi fasilitas pendukung, Haikal mengatakan pada masing-masing UPTD telah tersedia sara­na pemadam sederhana alat pe­mu­kul api dan juga satgas tiap-tiap Ke­satuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Sementara terkait mobil pema­dam, Haikal memangku menga­lami keterbatasan artinya belum semua daerah di Maluku tersebut mobil pemadam kebakaran.

“Karena keterbatasan mobil memang belum semua daerah punya mobil kebakaran hutan, misalnya di pulau seram kita tempatkan di SBT. Tapi di dinas provinsi ada 2 unit yang sewaktu-waktu ada kejadian luar biasa bisa didistribusikan ke kabupaten dan kota terdampak,” jelasnya. (S-27/S-20)

 

BERITA TERKAIT