AMBON, Siwalima.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Pattimura Ambon, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peringatan ini ditujukan untuk lima kabupaten di Maluku yaitu, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya.
Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Kamari dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (4/11) menjelaskan, peringatan dini di keluarkan tersebut berdasarkan sistem analisis Karhutla
Kamari menjelaskan, berdasarkan Fine Fuel Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.
Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.
“Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate)), sedangkan sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” ujar Kamari.
Dia mengaku, Duff Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.
“Initial Spread Index menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin Nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13km/jam (3.6 m/s) Sangat baik menggambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang-alang, dimana penyebaran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),” jelas Kamari
Secara umum kata dia, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, wilayah di Kota Ambon; Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High).
“Disarankan untuk berkoodinasi dengan Kementrian, Dinas, dan Lembaga terkait setempat untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” ujarnya
Dikatakan, Fire Weather Index menunjukkan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran Sangat dipengaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate).
“Namun di sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar wilayah dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” terangnya
Kamari menyebutkan, secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate). Namun, di sebagian kecil wilayah di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High)..
“Pengguna disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah pengguna,” harap Kamari.
Langkah Antisipasi
Terpisah Dinas Kehutanan Provinsi Maluku mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah guna mengantisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Upaya antisipasi ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat atas peringatan dini BMKG terkait potensi Karhutla di Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya.
Kepala Dinas Kehutanan Haikal Baadilla kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (4/11) mengungkapkan pasca peringatan dini tersebut, Dinas Kehutanan telah melakukan upaya pencegahan.
“Untuk upaya pencegahan sudah kita lakukan dengan mempersiapkan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan termasuk mendeteksi melalui aplikasi SiPongi guna memantau hotspot terkini kebakaran hutan,” ucap Haikal.
Upaya lainnya juga dilakukan dengan pembentukan masyarakat peduli api pada UPTD-UPTD yang dibekali dengan informasi dan teknik pemadaman api termasuk pelatihan dengan menggandeng stakeholder terkait.
Dari sisi fasilitas pendukung, Haikal mengatakan pada masing-masing UPTD telah tersedia sarana pemadam sederhana alat pemukul api dan juga satgas tiap-tiap Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
Sementara terkait mobil pemadam, Haikal memangku mengalami keterbatasan artinya belum semua daerah di Maluku tersebut mobil pemadam kebakaran.
“Karena keterbatasan mobil memang belum semua daerah punya mobil kebakaran hutan, misalnya di pulau seram kita tempatkan di SBT. Tapi di dinas provinsi ada 2 unit yang sewaktu-waktu ada kejadian luar biasa bisa didistribusikan ke kabupaten dan kota terdampak,” jelasnya. (S-27/S-20)