AMBON, Siwalimanews – Malut United FC, kembali melakukan seleksi terbuka bagi para pemain muda untuk bergabung dalam tim Elite Pro Academy.
Seleksi yang berlangsung di Lapangan Sepakbola, Lantamal IX Ambon, Jumat (13/6), untuk calon pemain berusia 14, 16, 18 dan 20 tahun itu, diikuti ratusan remaja dan anak muda yang rela berdesak-desakan, hanya untuk mendapatkan bagian dalam proses registrasi pendaftaran.
Direktur Maluku Maju Sejahtera, Dirk Soplanit kepada Siwalimanews di lokasi seleksi mengungkapkan, berdasarkan aturan PSSI, maka klub profesional khususnya liga 1, berkewajiban untuk membina pemain usia muda dengan kategori usia 14, 16, 18 dan 20 atau Elite Pro Academy.
Dalam upaya membangun klub usia muda ini, maka perlu dilakukan seleksi dan ini merupakan seleksi tahun kedua, setelah sebelumnya seleksi serupa dipusatkan di Maluku Utara.
“Walaupun itu seleksi di Maluku Utara, tetapi kepesertaan dari Maluku juga ada, cuman setelah kita lihat hasil seleksi yang dilakukan secara profesional itu, kelihatannya adik-adik kita dari Maluku tidak terlalu banyak, makanya untuk tahun kedua ini kita lakukan langsung di Maluku dan juga di Maluku Utara,” ungkap Soplanit.
Soplanit mengaku, walaupun Malut United home basenya di Kota Ternate, Maluku Utara namun dalam membangun klub ini harus menyertakan anak-anak muda dari Maluku dan Maluku Utara.
Nantinya hasil seleksi yang dilakukan ini akan dipadukan menjadi satu untuk dilakukan seleksi lanjutan di Ternate, guna mendapatkan pemain usia muda untuk masuk dalam dalam Elite Pro Academy.
“Tahun lalu kita seleksi seadanya dan setalah dikirim hasilnya tidak terlalu bagus untuk adik-adik kita dari Maluku. Makanya dengan pengalaman Malut United mulai mencoba membenahi proses untuk membangun Elite Pro Academy sehingga bisa mendapat pemain usia muda yang profesional dan menghasilkan prestasi yang baik,” ungkap Soplanit.
Menurutnya, hasil seleksi nanti secara otomatis akan menjadi klub Malut United usia 14, 16, 18 dan 20 untuk bertanding ditingkat nasional, walaupun memang sebelumnya klub U-18 sudah sampai pada capaian semifinal, namun harus gagal.
Kegagalan tersebut, harus dikejar dengan program dan proses-proses seleksi yang cukup ketat, mudah-mudahan usia-usia muda ini bisa berprestasi di tingkat nasional nantinya.
Terkait dengan tindaklanjuti dari proses seleksi, Soplanit mengaku, jika Malut United saat ini sementara membangun kompleks akademik di Ternate, yang nantinya akan menampung pemain usia muda dengan pelatih dan pengelolaan yang dilakukan secara profesional.
“Namanya Elite Pro Academy, maka tentu kita harus buat secara professional. Nanti akademi ini akan ditempatkan di satu kompleks dan fasilitas yang cukup menopang untuk bagaimana mengembangkan anak-anak muda ini dan kita akan kerjasama dengan lembaga pembinaan usia muda baik nasional maupun internasional, sehingga diharapkan nanti Malut United punya pemain usia muda yang akan berprestasi,” tutur Soplanit.
Soplanit juga memastikan, seleksi yang berlangsung dilakukan secara objektif dan profesional oleh pelatih dari lingkungan Malut United, seperti coach Allan, coach dewa dan coach Ramadan, yang terjamin profesionalitasnya.
“Ketiga coach ini tidak kenal siapapun yang ikut seleksi ini, makanya saya dijamin objektif. Saya sudah bilang tidak ada bisikan sana atau bisikan sini, sebab akan berdampak pada klub, makanya seleksi ini dilakukan secara profesional dan saya percaya mereka lakukan secara profesional,” tandas Soplanit.
Terkait dengan jumlah pemain usia muda yang nantinya direkrut, Soplanit memastikan, pihaknya belum dapat menyampaikannya kepada publik, sebab masih dalam proses seleksi dan semuanya menjadi kewenangan pelatih.(S-20)