AMBON, Siwalimanews – Setelah puluhan taÂhun tidak ada layaÂnan operasi jantung di Maluku, kini paÂsien jantung yang ingin operasi tidak perlu ke rumah saÂkit di Pulau Jawa.
Hal ini karena seÂluruh layanan operasi jantung suÂdah dapat ditangaÂni di RSUP Johanes Leimena yang beÂkerja sama dengan proctoring RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Pasalnya RSUP Leimena telah berhasil melakukan operasi bedah pintas arteri koroner (coronary artery bypass graft/CABG) perdana secara paripurna terhadap dua pasien yakni Kus Hartono (73), dan Jon Muskita (43).
Demikian dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung ke RSUP Johanes Leimena yang didampingi GuberÂnur Maluku Hendrik Lewerissa, Jumat (3/10).
Menkes Budi mengaku bangga terhadap capaian Maluku sebagai provinsi ke-28 di Indonesia yang mampu melakukan operasi bedah jantung paripurna.
Menurutnya, sejak Maluku berdiri menjadi provinsi di Indonesia beÂlum pernah ada pelayanan operasi jantung dan barulah ditahun 2025 ini operasi b jantung dasampai saat ini baru pernah ada pelayanan operasi jantung atau bypass janÂtung (CABG).
âTernyata di Ambon, di zaman Pak Gubernur Hendrik Lewerissa, dengan dukungan semua RS, bisa melakukan pelayanan kesehatan yang tidak kalah dengan Surabaya. Jadi, yang operasi jantung tidak perÂlu ke Jawa, cukup di Ambon saja,â kata Menkes Budi.
Dikatakan capaian ini meruÂpakan bentuk keberhasilan GuÂbernur Hendrik Lewerissa karena telah berÂhasil berkoordinasi dan berinovasi dalam meningkatkan layanan keseÂhatan di daerah kepulauan.
Menkes menuturkan saat ini KeÂmenÂterian Kesehatan terus berÂupaÂya untuk meningkatkan derajat keseÂhatan khususnya terhadap lima peÂnyaÂkit utama penyebab kematian terÂtinggi seperti stroke, jantung koroner, kanker, ginjal serta ibu dan anak.
Setiap tahunnya lebih dari 250.000 warga Indonesia meniÂnggal karena penyakit jantung sehingga harus ditangani dengan baik agar jangan banyak masyaÂrakat yang meninggal karena penyakit jantung.Stroke jantung kanker ginjal ibu anak utama kementerian.
âTernyata masyarakat yang meÂninggal karena jantung itu diseÂbabÂkan lambannya penanganan sebaÂgai akibat dari proses rujukan panjang, bahkan dari Ambon harus dirujuk ke pulau Jawa yang memÂbutuhkan biaya yang cukup besar. MeÂmang penanganan penyakit janÂtung dicover oleh BPJS tetapi untuk uang habis cuma untuk biaya hidup saat pengobatan,â ucap Menkes.
Menkes menegaskan KementeÂrian Kesehatan telah berkomitmen untuk melakukan pencegahan sejak dini penyakit jantung mulai dari puskesmas hingga RSUD deÂngan menghadirkan alat kesehaÂtan.
Kemenkes akan mendukung layanan deteksi dini penyakit janÂtung di Puskesmas melalui pemeÂriksaan dan pemantauan kondisi jantung untuk mencegah penyakit jantung koroner.
Sedangkan untuk RSUD akan diberikan alat angiografi untuk peÂmeriksaan medis yang mengguÂnaÂkan sinar-X dan zat kontras untuk mendapatkan gambar detail pemÂbuluh darah, baik arteri maupun vena, guna mendeteksi penyemÂpitan, penyumbatan, atau kelainan lainnya.
âSemua yang kita lakukan bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit jantung. Kalau memang semua tahapan sudah kita lakukan tapi membutuhkan penanganan serius maka dapat dilakukan bypass di rumah sakit ditingkat provinsi,â jelasnya.
Menkes berharap dengan adaÂnya pelayanan operasi jantung di RSUP Leimena kedepannya masÂyarakat Maluku dapat lebih mudah mendaÂpatkan penanganan lebih baik.
Sementara itu, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama RSUP Leimena dengan RSJPD Harapan Kita.
âSaya bersama Pak Menteri berada di RSUP Leimena, menÂdampingi pasien yang baru selesai operasi bedah jantung. Operasi ini berhasil, sehingga masyarakat Maluku tidak perlu lagi keluar daerah untuk berobat. Cukup di Ambon, semua sudah bisa dilakukan,â tegas Gubernur.
Keberhasilan ini kata Gubernur merupakan momentum bersejaÂrah karena sejak Indonesia merÂdeka, baru kali ini tindakan medis besar seperti bedah jantung dilaÂkukan di Maluku. âWalaupun sudah ada layanan operasi tapi saya mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat guna mencegah penyakit jantung,â harap Gubernur.(S-20)