SIWALIMA.id > Berita
Menkes: Pasien Jantung Sudah Bisa Operasi di Ambon
Daerah , Headline | Senin, 6 Oktober 2025 pukul 23:08 WIT

AMBON, Siwalimanews – Setelah puluhan ta­hun tidak ada laya­nan operasi jantung di Maluku, kini pa­sien jantung yang ingin operasi tidak perlu ke rumah sa­kit di Pulau Jawa.

Hal ini karena se­luruh layanan operasi jantung su­dah dapat ditanga­ni di RSUP Johanes Leimena yang be­kerja sama dengan proctoring RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Pasalnya RSUP Leimena telah berhasil melakukan operasi bedah pintas arteri koroner (coronary artery bypass graft/CABG) perdana secara paripurna terhadap dua pasien yakni Kus Hartono (73), dan Jon Muskita (43).

Demikian dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung ke RSUP Johanes Leimena yang didampingi Guber­nur Maluku Hendrik Lewerissa, Jumat (3/10).

Menkes Budi mengaku bangga terhadap capaian Maluku sebagai provinsi ke-28 di Indonesia yang mampu melakukan operasi bedah jantung paripurna.

Menurutnya, sejak Maluku berdiri menjadi provinsi di Indonesia be­lum pernah ada pelayanan operasi jantung dan barulah ditahun 2025 ini operasi b jantung dasampai saat ini baru pernah ada pelayanan operasi jantung atau bypass jan­tung (CABG).

“Ternyata di Ambon, di zaman Pak Gubernur Hendrik Lewerissa, dengan dukungan semua RS, bisa melakukan pelayanan kesehatan yang tidak kalah dengan Surabaya. Jadi, yang operasi jantung tidak per­lu ke Jawa, cukup di Ambon saja,” kata Menkes Budi.

Dikatakan capaian ini meru­pakan bentuk keberhasilan Gu­bernur Hendrik Lewerissa karena telah ber­hasil berkoordinasi dan berinovasi dalam meningkatkan layanan kese­hatan di daerah kepulauan.

Menkes menuturkan saat ini Ke­men­terian Kesehatan terus ber­upa­ya untuk meningkatkan derajat kese­hatan khususnya terhadap lima pe­nya­kit utama penyebab kematian ter­tinggi seperti stroke, jantung koroner, kanker, ginjal serta ibu dan anak.

Setiap tahunnya lebih dari 250.000 warga Indonesia meni­nggal karena penyakit jantung sehingga harus ditangani dengan baik agar jangan banyak masya­rakat yang meninggal karena penyakit jantung.Stroke jantung kanker ginjal ibu anak utama kementerian.

“Ternyata masyarakat yang me­ninggal karena jantung itu dise­bab­kan lambannya penanganan seba­gai akibat dari proses rujukan panjang, bahkan dari Ambon harus dirujuk ke pulau Jawa yang mem­butuhkan biaya yang cukup besar. Me­mang penanganan penyakit jan­tung dicover oleh BPJS tetapi untuk uang habis cuma untuk biaya hidup saat pengobatan,” ucap Menkes.

Menkes menegaskan Kemente­rian Kesehatan telah berkomitmen untuk melakukan pencegahan sejak dini penyakit jantung mulai dari puskesmas hingga RSUD de­ngan menghadirkan alat keseha­tan.

Kemenkes akan mendukung layanan deteksi dini penyakit jan­tung di Puskesmas melalui peme­riksaan dan pemantauan kondisi jantung untuk mencegah penyakit jantung koroner.

Sedangkan untuk RSUD akan diberikan alat angiografi untuk pe­meriksaan medis yang menggu­na­kan sinar-X dan zat kontras untuk mendapatkan gambar detail pem­buluh darah, baik arteri maupun vena, guna mendeteksi penyem­pitan, penyumbatan, atau kelainan lainnya.

“Semua yang kita lakukan bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit jantung. Kalau memang semua tahapan sudah kita lakukan tapi membutuhkan penanganan serius maka dapat dilakukan bypass di rumah sakit ditingkat provinsi,” jelasnya.

Menkes berharap dengan ada­nya pelayanan operasi jantung di RSUP Leimena kedepannya mas­yarakat Maluku dapat lebih mudah menda­patkan penanganan lebih baik.

Sementara itu, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama RSUP Leimena dengan RSJPD Harapan Kita.

“Saya bersama Pak Menteri berada di RSUP Leimena, men­dampingi pasien yang baru selesai operasi bedah jantung. Operasi ini berhasil, sehingga masyarakat Maluku tidak perlu lagi keluar daerah untuk berobat. Cukup di Ambon, semua sudah bisa dilakukan,” tegas Gubernur.

Keberhasilan ini kata Gubernur merupakan momentum berseja­rah karena sejak Indonesia mer­deka, baru kali ini tindakan medis besar seperti bedah jantung dila­kukan di Maluku. “Walaupun sudah ada layanan operasi tapi saya mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat guna mencegah penyakit jantung,” harap Gubernur.(S-20)

BERITA TERKAIT