AMBON, Siwalima.id - Lantaran terkendala minimnya anggaran, Pekan Olahraga Provinsi Maluku V 2026 terancam ditunda pelaksanaannya oleh KONI Maluku.
Wakil Ketua Umum I KONI Maluku, Albert Fenanlampir mengungkapkan, KONI Maluku dalam rapat pleno sebelumnya telah menetapkan pelaksanaan POPMAL V akan berlangsung pada 9-18 September 2026 mendatang.
Namun dengan memperhatikan kondisi efisiensi anggaran yang dialami pemerintah provinsi, tentu pelaksanaan POPMAL V terancam dimundurkan ke bulan Februari 2027.
“KONI memang belum melakukan pleno untuk memutuskan sikap terkait waktu pelaksanaan POPMAL V tapi kemungkinan akan ditunda ke Februari 2027," ucap Fenanlampir kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Senin (13/4).
KONI Maluku kata Fenanlampir, tentu berkeinginan agar event olahraga terbesar di Provinsi Maluku ini dapat dihelat sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga menuju event nasional, namun KONI juga harus realistis dengan kondisi yang dialami pemprov.
Untuk tahun 2026 ini, terdapat tiga event olahraga yang harusnya dihelat yakni Popmal V, Maluku Bangkit dan juga PON Bela Diri II gelombang ke-2 sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Untuk event olahraga Maluku bangkit saja, membutuhkan anggaran kurang lebih Rp9-11 miliar, sementara untuk event Popmal itu Rp11-14 miliar sehingga harus ada prioritas bagi KONI Maluku
"Kalau tiga event ini jalan tahun 2026 ini saya pikir tidak akan mungkin karena anggarannya tidak akan mencukupi, dalam tahun ini, sehingga harus ada prioritas," tandas Fenanlampir.
Fenanlampir menegaskan, kepastian penundaan POPMAL V harus menunggu Pleno KONI Maluku yang akan berlangsung beberapa hari kedepan, sekaligus KONI akan memutuskan prioritas event tahun 2026.
Walaupun nantinya POPMAL V ditunda ke tahun 2027, namun Fenanlampir menegaskan bila di tahun 2027 nanti prioritas juga akan bertambah sebab akan ada banyak event yang harus terjadi.
"Tahun depan itu prioritas akan bertambah lagi karena ada pra PON sepanjang tahun, ada juga kelanjutan program Maluku bangkit tahap 2 maka tentu saja harus hitung secara benar,” jelas Fenanlampir
Fenanlampir menegaskan, KONI Maluku tidak akan mungkin mendorong program jika anggaran tidak tersedia secara maksimal, sebab akan berdampak pada upaya peningkatan prestasi olahraga.
"Kita tidak bisa besar pasak daripada tiang. Kita semua pengen yang bagus tetapi harus betul-betul memperhitungkan ketersediaan anggaran," tandas guru besar olahraga Unpatti tersebut.(S-20)