SIWALIMA.id > Berita
MPH Sinode GPM Ajak Umat Kristen Maknai Esensi Natal Kristus
Online | Kamis, 25 Desember 2025 pukul 10:52 WIT

AMBON, Siwalima.id - Majelis Pekerjaan Harian Sinode GPM, mengajak semua umat kristen di Maluku dan Maluku Utara agar memaknai esensi perayaan Natal Kristus.

Ajakan ini disampaikan Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Izaak Sapulette, dalam pesan Natal tahun 2025 yang juga diterima redaksi Siwalima.id, Rabu (24/12).

Sapulette mengungkapkan lebih dari dua ribu tahun yang lalu, malaikat menyampaikan kabar sukacita kelahiran juru selamat kepada para gembala.

Sapulette bilang, umat percaya yang semula berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang-Nya dan terang itulah yang menuntun GPM melintasi ombang ambing zaman tanpa pernah tenggelam. Termasuk hanya oleh pertolongan Tuhan GPM dapat melaksanakan tugas dan panggilan sepanjang tahun 2025.

"Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi sebagai gereja, Allah tetap memelihara kita, meneguhkan langkah kita, dan memperbarui semangat kita untuk tetap setia melayani-Nya," tulis Sapulette.

Pada penghujung tahun ini, gerna lonceng gereja memanggil umat percaya untuk memasuki Natal Kristus yang bukan sekadar tradisi perayaan, melainkan peristiwa Ilahi yang sungguh terjadi dalam kehidupan pribadi, keluarga dan persekutuan jemaat sebab umat percaya dipanggil untuk mengalami bahwa "Natal Kristus menghadirkan damai sejahtera bagi semua.

Damai sejahtera yang dianugerahkan Allah dalam Yesus Kristus kata Sapulette, bukanlah damai yang bergantung pada dunia yang tak menentu di luar sana, melainkan damai yang berakar di dalam hati orang-orang percaya.

Karenanya kepada setiap pribadi, warga GPM jadikanlah Natal Kristus sebagai kesempatan berharga untuk membuka hati bagi kehadiran Allah yang mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Yesus Kristus, tanpa memperhitungkan pelanggaran.

"Natal Kristus adalah tindakan ilahi yang mengubah segalanya. Hati yang terluka dipulihkan, hati yang cemas ditenangkan dan hati yang lemah diteguhkan itulah hati yang didamaikan dengan Allah. Karena itu, "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa," jelas Sapulette.

Selanjutnya kepada keluarga-keluarga GPM, Sapulette meminta jadikanlah rumah tangga sebagai tempat pertama di mana damai sejahtera Kristus bertumbuh dan berbuah di tengah tekanan hidup, kesibukan dan semua yang mengusik ketenangan, biarlah setiap keluarga kembali menempatkan Kristus di pusat hidupnya.

Umat percaya harus menjadikan Natal Kristus sebagai kesempatan untuk berdamai satu dengan yang lain termasuk jagalah kesucian rumah agar tidak menjadi cemar oleh kemabukan dan pesta pora yang sia-sia, supaya damai sejahtera Kristus tetap memenuhi rumahmu.

"Meja Sombayang dan Piring Nazar-tempat di mana kehidupan keluarga selalu Saudara gumuli-biarlah tetap menjadi tanda peringatan bahwa Allah dalam Yesus Kristus telah menyelamatkan engkau dan seisi rumahmu, dan hanya kepada Allah saja engkau sekeluarga beriman. Di meja makan, juga dalam pertemuan dan ibadah keluarga besar, pancarkanlah damai," bebernya.

Kepada seluruh pelayan GPM yang melayani di 34 klasis dan 770 Jemaat, damai Kristus memanggil untuk percaya bahwa Allah berjalan bersama dan damai inilah yang meneguhkan langkah alam menjalankan tugas dan panggilan gereja di tengah dunia yang terus berubah. 

Sapulette menegaskan damai sejahtera Natal merupakan suara Allah yang memanggil gereja-Nya untuk terlibat merawat alam, membangun solidaritas lintas komunitas, merangkul perbedaan, dan dengan segenap hati. memberi diri berjuang bersama mereka yang lemah dan terluka.

"Ketika merenungkan peristiwa Natal Kristus di mana Sang Bayi Kudus harus dibaringkan dalam palungan karena tidak mempunyai tempat, kami juga mengingat dengan penuh kasih, umat Tuhan di Maluku dan Maluku Utara yang harus merayakan Natal di tempat pengungsian dan rumah sementara akibat sengketa dan bencana. Doa kita juga bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban Bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan di tempat-tempat yang lain. Biarlah kasih setia Tuhan menguatkan mereka," kata Sapulette.

MPH Sinode juga meminta umat untuk terus mengingat jemaat yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan yang memadai, orang-orang yang sakit tanpa punya banyak pilihan, anak-anak sekolah di pegunungan juga pulau-pulau kecil yang merindukan kehadiran guru, serta semua orang yang bergulat dengan segala bentuk keterbatasan dan tantangan hidup di laut-pulau, kiranya Yesus Kristus merangkul dan menguatkan semua dan biarlah gereja terus hadir sebagai terang yang bercahaya.

"Lepas dari segala keterbatasan yang ada, sejak zaman leluhur Allah telah mengaruniakan. kepada kita tanah, hutan, dan laut yang berlimpah kekayaan. Karena itu, kepada para pemimpin di daerah, para raja, kepala desa, dan para pemuka negeri, kami menyerukan panggilan untuk menjaga anugerah ini dengan takut akan Tuhan-memelihara keadilan, menjunjung adat yang membawa kehidupan, serta mengelola segala yang dipercayakan itu bagi kesejahteraan bersama," tandas Sapulette. (S-20)

BERITA TERKAIT