PEMERINTAH Kota Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) bergerak cepat menindaklanjuti instruksi walikota untuk memitigasi risiko pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, mengatakan tim gabungan telah turun ke lapangan sejak Selasa (5/5),untuk melakukan penataan dan penebangan pohon secara terukur di sejumlah titik rawan.
“Ini merupakan tindak lanjut instruksi Bapak Wali Kota untuk segera memitigasi risiko pohon tumbang. Tim gabungan sudah melakukan eksekusi di lapangan,” ujar Gaspersz kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi, yakni DLHP, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), PLN, serta Dinas PUPR.
“Kolaborasi ini penting agar penanganan berjalan cepat, tepat, dan aman, terutama dalam pengamanan jaringan listrik dan proses evakuasi material pohon,” jelasnya.
Adapun lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di beberapa titik rawan, di antaranya Jalan Diponegoro (depan Rumah Makan Istana Berkat), Jalan Nona Saar Sopacua di kawasan OSM, Kelurahan Wainitu, serta Jalan Sitanala di kawasan Waringin-Talake, Kelurahan Wainitu.
Menurut Gaspersz, kegiatan penataan ini akan terus berlanjut. Pada Rabu (6/5), tim gabungan kembali dijadwalkan melaksanakan pemotongan pohon-pohon yang berpotensi tumbang di titik-titik yang telah teridentifikasi.
“Langkah ini merupakan upaya preventif untuk menjamin keselamatan warga di tengah kondisi cuaca ekstrem,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan arus lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung.
Pemkot berharap masyarakat dapat memahami upaya tersebut sebagai bagian dari langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko bencana dan menjaga keselamatan bersama. (S-30)