AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon belum menetapkan skema Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), meski pemerintah pusat telah mengumumkan rencana penerapannya secara nasional
Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan teknis di tingkat daerah. Pemkot masih mentunggu arahan resmi sekaligus akan membahasnya bersama Walikota Ambon.
“WFH itu sudah diinformasikan secara nasional oleh Menteri Airlangga. Tapi untuk pengaturannya di Ambon, hari apa dan bagaimana mekanismenya, itu nanti dibicarakan dengan Walikota, baru diputuskan,” tegas Sapulette, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, di Ambon, Sabtu (28/3).
Ia menegaskan, Pemkot tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, mengingat kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik di daerah.
Sementara itu, kata sekot, Menteri Koordinator (Menko) Hartarto memastikan kebijakan WFH bagi ASN dan sektor swasta akan ditetapkan pada Maret 2026
Menurutnya, skema WFH satu hari dalam sepekan tengah difinalisasi dan direncanakan berlaku pasca Lebaran. Kebijakan ini dirancang untuk menekan konsumsi energi dan bahan bakar minyak, sekaligus menjaga produktivitas kerja.
Kendati demikian, implementasi kebijakan tersebut masih menunggu arahan teknis dari Presiden sebelum diberlakukan secara menyeluruh di Indonesia.
Disisi lain, Pemkot Ambon memilih bersikap realistis. Penyesuaian kebijakan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi daerah, terutama agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Dengan demikian, kepastian penerapan WFH di Ambon masih bergantung pada hasil koordinasi internal pemerintah kota serta petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat.(Mg-1)