SIWALIMA.id > Berita
Pemprov Bakal Genjot Lagi Ekspor Migas
Ekonomi | Kamis, 5 Februari 2026 pukul 13:47 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dalam tiga bulan terakhir, terjadi penurunan jumlah ekspor baik migas dan non migas dari Maluku.

Data BPS mencatat nilai ekspor Maluku Januari-Desember 2025 mencapai US$ 55,63 juta atau turun 19,23 persen dibanding tahun 2024 sebesar US$ 68.88.

Ketua Tim Peningkatan Ekspor Maluku, Kasrul Selang memastikan pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk kembali meningkatkan nilai ekspor Maluku tahun 2026.

Ia menyebut berdasarkan data BPS penurunan nilai ekspor Maluku terjadi sebagai dampak dari penurunan komoditas migas Maluku sebesar 57.21 persen dari US$23.29 pada tahun 2024 menjadi US$9.97.

"Kenapa kita mengalami penurunan ekspor migas yang cukup signifikan karena komoditas migas, baru kita ekspor bulan Desember sehingga berdampak pada realisasi nilai ekspor," terangnya kepada Siwalima di Kantor Gubernur, Rabu (4/2).

Disamping sektor migas, penurunan nilai ekspor Maluku katanya juga terjadi pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 63.89% dari US$9.69 menjadi US$3.5 termasuk sektor pertambangan juga mengalami penurunan 57.21 %.

Walaupun nilai ekspor mengalami penurunan dibandingkan periode tahun sebelumnya, namun penurunan tersebut tidak berarti pemprov tidak bekerja untuk meningkatkan ekspor selama tahun 2025.

"Tentu pemerintah sudah bekerja untuk meningkatkan nilai ekspor Maluku di tahun 2025. Jika data BPS mengalami penurunan, maka sudah pasti menjadi motivasi bagi kita bekerja keras lagi," janjinya.

Ia mengaku sesuai arahan gubernur, tahun 2026 ini, Pemprov akan kembali menggenjot nilai ekspor dengan menyasar sektor-sektor unggulan seperti migas, pertanian, kehutanan dan perikanan.

Sampai dengan saat ini, sektor perikanan masih menjadi primadona khususnya udang Arara yang nantinya akan didorong agar nilai ekspor semakin meningkat termasuk penguatan sektor budidaya.

Pemprov sambungnya juga akan mendorong penguatan pemanfaatan hasil hutan non kayu seperti rotan dan damar untuk menjadi komoditas unggulan yang akan diekspor.

"Pak gubernur berkeinginan agar tahun 2026 nilai ekspor Maluku meningkat. Kita sementara menyiapkan langkah strategis guna mendorong peningkatan ekspor nilai ekspor Maluku," jelasnya.

Bersama OPD terkait, pihaknya akan berkolaborasi dan bekerja lebih keras lagi sehingga dapat mendongkrak ekspor Maluku agar dapat berdampak pada PAD dan pembangunan daerah. (S-20)

BERITA TERKAIT