AMBON, Siwalima.id - Sempat terhenti hampir dua Minggu, kini pendistribusian air bersih ke warga Lateri khususnya di Citraland dan Bukit Lateri Indah kembali normal.
Proses perbaikan dilakukan sangat cepat oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Yapono Ambon itu dipimpin Pelaksana Tugas Direktur Pieter Saimima.
Saimima menjelaskan saat ini masyarakat di kawasan Lateri dan sekitarnya kembali menikmati pasokan air bersih secara normal.
“Perbaikan fasilitas pompa yang sempat mengalami gangguan, yang dikerjakan secara intensif oleh tim Perumdam Tirta Yapono Kota Ambon,” terang Saimima kepada Siwalima di ruang kerjanya, Selasa (19/5).
Dirinya menjelaskan proses perbaikan berlangsung mulai pukul 11.00 WIT hingga 05.30 WIT dini hari, demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi sesuai janji yang telah disampaikan sebelumnya.
“Kami berjanji Minggu ini air kembali disalurkan dan hari ini itu sudah terjawab. Pompa sudah selesai diperbaiki. Kami bekerja dari jam 11 siang sampai jam 05.30 subuh,” ungkapnya.
Pendistribusian air bersih, katanya merupakan tanggung jawab yang harus dibuktikan kepada masyarakat sebagai pelanggan.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengisian bak-bak penampungan yang berada di kawasan Bukit Lateri Indah dan Citraland, sekaligus menyalurkan air langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Saimima juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat terhambatnya distribusi air dalam beberapa waktu terakhir.
“Atas nama pimpinan, saya menyampaikan permohonan maaf atas terlambatnya distribusi air kepada masyarakat di Lateri dan sekitarnya,” katanya.
Guna mengatasi masalah pasokan air secara jangka panjang, Perumdam mempercepat rencana pembangunan sumur baru di wilayah tersebut.
Selama ini pasokan air di Lateri hanya mengandalkan dua sumur, di mana satu di antaranya sempat mengalami gangguan, sedangkan sumur lainnya memiliki kapasitas terbatas sehingga belum mampu melayani seluruh kawasan secara maksimal.
“Satu sumur sudah diperbaiki, sementara satu sumur lainnya kapasitasnya terbatas sehingga belum mampu menyuplai daerah Bukit Lateri Indah maupun Citraland secara maksimal,” jelasnya.
Pembangunan sumur baru ini akan dilanjutkan segera setelah proyek rekonstruksi sumur baru di Wayame selesai dikerjakan.
“Paling lambat awal Juli, masyarakat di Lateri diharapkan sudah dapat menikmati tambahan suplai air dari sumur baru tersebut, sebutnya.
Lebih jauh, ia menyebutkan saat ini pelayanan air bersih ke kawasan Citraland baru mampu berjalan sekitar delapan jam per hari, jauh dibawah kebutuhan ideal yang mencapai 20 jam.
Dengan hadirnya sumur baru nanti, kapasitas pelayanan ditargetkan meningkat hingga 18 jam per hari, dengan sisa waktu dua jam digunakan untuk istirahat mesin guna menjaga kinerja fasilitas.
“Dua jam sisanya digunakan untuk istirahat mesin, kemudian setelah itu suplai air kembali dijalankan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Pieter menegaskan bahwa tugas Perumdam Tirta Yapono bukan sekadar menyalurkan air, melainkan memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkot di bawah kepemimpinan walikota, di mana akses air bersih menjadi salah satu program prioritas dalam 17 program unggulan daerah.
“Pak walikota memiliki komitmen agar masyarakat bukan hanya mendapat air bersih, tetapi kebutuhan air mereka benar-benar terpenuhi. Karena itu, tanggung jawab ini dipercayakan kepada Perumdam Tirta Yapono bersama dinas terkait,” katanya.(S-30)