AMBON, Siwalima.id - Guna memastikan stok daging sapi tetap tersedia sampai Idul Fitri nanti, maka Pemerintah Provinsi Maluku membatasi pengiriman sapi ke luar daerah.
Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya memastikan ketersediaan daging sapi di dalam daerah aman dan tidak berdampak pada kenaikan harga menjelang lebaran.
“Daging sapi kita mengalami surplus namun sementara kita mengambil kebijakan menutup pengiriman sapi ke luar daerah seperti ke Makasar dan Papua," terang Kadis Pertanian Maluku, Ilham Tauda kepada wartawan di Ambon, Selasa (17/2).
Sesuai arahan gubernur, stok daging sapi harus diprioritaskan untuk kebutuhan daerah, karena ditakutkan jika terjadi peningkatan permintaan daging sapi saat lebaran.
Ia menjelaskan kebutuhan daging masyarakat Maluku setiap tahun sebesar 2.812.56 ton sedangkan untuk kebutuhan daging sapi mencapai 234.38 ton setiap bulan.
Sedangkan konsumsi rata-rata daging sapi penduduk Maluku sebesar 1.51 kg/kapita/tahun atau masih dibawah nasional sebesar 2.2 kg/kapita/tahun
“Masyarakat Maluku masih mengkonsumsi ikan,” katanya.
Sampai saat ini pemerintah tidak melakukan impor sapi dari luar karena memang produksi dalam daerah dapat memenuhi kebutuhan dalam masyarakat.
Ia juga memprediksikan permintaan daging sapi jelang lebaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan hari biasa.
Jumlah stok sampai bulan Maret diprediksi mencapai 558.72 ton sehingga dapat menutupi kebutuhan per bulan sebesar 234.38 ton.
"Kita pastikan stok daging sapi aman jadi kalau ada permintaan tambahan langsung dilakukan pemotongan,” jelasnya.(S-20)