AMBON, Siwalima.id – Polresta Pulau Ambon berhasil membubarkan bentrokan antar kelompok pemuda Bataso dan pemuda Pasar Lama.
Bentrokan yang berlangsung di ruas jalan Sam Ratulangi tepatnya di depan pusat perbelanjaan Ambon Plaza itu, diduga dipicu penikaman salah seorang pemuda Bataso berinisial RU Alias Kado yang diduga dilakukan pemuda pasar lama berinisial M Alias La Ojo pada, Selasa (10/2) di sekitar lokasi depan tribun Lapangan Merdeka.
Informasi yang di himpun redaksi Siwalima,id, bentrokan yang terjadi, Minggu (15/2) dini hari sekitar pukul 03.50 WIT, berawal ketika kelompok pemuda keluar dari lorong antara Amplaz dan Pasar Gotong Royong, kemudian melakukan pelemparan batu ke arah beberapa pemuda yang sementara duduk di depan lorong reklame Amplaz.
Pelemparan tersebut direspon dengan lemparan balasan ke arah beberapa pemuda yang berada di lorong antara Amplaz dan Pasar Gotong Royong, dan kemudian terjadilah aksi saling lempar batu antara kedua kelompok pemuda tersebut.
Bentrokan tak berlangsung lama, selang beberapa menit Personel PRC Polresta Ambon dan Polsek Sirimau tiba di TKP dan langsung membubarkan aksi saling lempar antara kedua kelompok pemuda tersebut dengan menembakkan Flash Ball.
Pukul 04.00 WIT, Kedua kelompok pemuda berhasil dibubarkan, kemudian Personel PRC Polresta Ambon dan Polsek Sirimau langsung berjaga-jaga di TKP.
Namun sekitar ukul 07.12 WIT, Kelompok pemuda diduga pemuda Bataso kembali datang dan langsung menyerang ke kelompok pemuda pasar lama yang sudah menunggu di lorong samping amplaz - pasar gotong royong, sehingga terjadi aksi lanjutan saling serang mengunakan batu.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease, Kombes Yoga Putra Prima Setya , yang di konfirmasi Siwalimaid melalui pesan Whatsapp Senin (16/2) membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya pasca kejadian, anggota langsung bergerak cepat membubarkan massa. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya korban dalam insiden itu.
“Pasca kejadian anggota merespon dan membubarkan kedua kelompok, personel juga menyisir dan mengarahkan kelompok pemuda yang masih berada di lokasi untuk kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Kapolresta.
Kapolres menjelaskan, kejadian tersebut tidak berdampak pada aktivitas warga disekitar TKP, kondisi kondusif serta aktivitas masyarakat kembali normal.
“Situasi seperti biasa, bahkan saat kejadian masyarakat yang lakukan aktivitas juga tetap seperti biasa, olahraga, ojek, angkot dan toko di sekitar tetap buka,” ucap kapolres.
Kapolresta menyangkan sikap main hakim sendiri yang memicu persoalan selalu dibawa ke persoalan antar kelompok.
Selain aparat, dirinya berharap kesadaran masyarakat untuk bersama sama ciptakan Kamtibmas yang aman dan damai demi kemajuan dan perkembangan Kota kedepan.
"Kami himbau warga agar mempercayai pemerintah kota, TNI dan Polri didalam menjaga situasi Kamtibmas, bahkan ikut sama sama jaga kota ini, kemajuan kota ini tergantung upaya kita bersama untuk menjaganya,” himbau kapolresta.(S-10)