ANGGOTAÂ DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, kembali turun ke daerah pemilihan untuk melaksanakan reses. Kali ini, ia menyambangi empat titik di Kabupaten Maluku Tengah, yakni Negeri Saunulu Kecamatan Tehoru, Kelurahan Namaelo dan Kelurahan Ampera di Kota Masohi, serta Desa Gale-Gale Kecamatan Seram Utara Barat.
Dalam setiap pertemuan, masyarakat menyampaikan beragam keluhan dan kebutuhan yang selama ini dirasakan belum mendapat perhatian serius pemerintah.
Di Negeri Saunulu, warga mengeluhkan banjir yang kerap melanda desa akibat meluapnya Sungai Kawanua. Kondisi itu tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak tanaman hingga merugikan masyarakat. Selain itu, mereka juga meminta perhatian pemerintah agar pengerjaan Jembatan Wai Kawanua segera dituntaskan, karena menjadi akses vital bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi warga.
âBanjir yang terjadi sangat meresahkan karena berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Begitu juga jembatan Wai Kawanua yang belum selesai, ini harus mendapat perhatian khusus,â jelas Alhidayat kepada Siwalima, Rabu (10/9) di Ambon.
Tak hanya infrastruktur, masyaÂrakat Saunulu juga menyoroti lemahnya pemberdayaan ekonomi di sektor perikanan dan UMKM. Mereka meminta dukungan berupa bantuan alat tangkap, bobo, hingga tambahan modal usaha kecil untuk memulihkan perputaran ekonomi yang dinilai lambat.
âPerputaran ekonomi masyaraÂkat saat ini cukup lambat, sehingga pemerintah harus hadir dengan program pemberdayaan yang nyata. Bantuan perikanan dan modal UMKM bisa menjadi solusi untuk menggerakkan ekonomi lokal,â tambahnya.
Sementara itu, warga Desa Gale-Gale lebih banyak menyoroti persoalan pelayanan kesehatan. Menurut mereka, kualitas pelayanan di Puskesmas Pasanea maupun RSUD Masohi masih jauh dari harapan. Warga menganggap fasilitas kesehatan yang ada belum mampu menjawab kebutuhan dasar, apalagi dengan jarak tempuh yang jauh dari kawasan Seram Utara Raya ke pusat kota Masohi.
Menanggapi hal tersebut, Alhidayat menegaskan bahwa isu kesehatan sudah berulang kali ia sampaikan dalam forum resmi DPRD. Ia menilai pembangunan rumah sakit pratama di wilayah Seram Utara Raya merupakan kebutuhan mendesak agar layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.
âPelayanan kesehatan di Malteng, khususnya di Seram Utara Raya, masih sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu, saya sudah beberapa kali mendorong agar pemerintah provinsi membangun rumah sakit pratama di wilayah ini. Misalnya di Seram Utara Timur Kobi, Seram Utara Timur Seti, Seram Utara, Seram Utara Barat, Taniwel Timur, dan Taniwel. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Bula maupun Masohi,â tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi masyarakat yang diterima selama reses akan dipilah sesuai kewenangan. Jika menjadi kewenangan provinsi, ia akan memperjuangkannya melalui rapat bersama dinas terkait di DPRD Maluku. SedangÂkan jika merupakan kewenangan kabupaten, ia akan mendorong agar Pemkab Malteng menjadikannya bahan evaluasi dan program tindak lanjut.
âSaya pastikan setiap aspirasi masyarakat tidak akan berhenti di catatan reses saja, tetapi akan kami kawal sampai ada solusi nyata, karena inilah wujud tangÂ-gung jawab kami sebagai wakil rakyat,â pungkas Alhidayat. (S-26)