BULA, Siwalima-id - Sensus ekonomi mulai digelar oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Seram Bagian Timur.
Sensus itu sendiri merupakan agenda nasional dalam rangka menyediakan data dasar dan mutakhir mengenai seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia.
Wakil Bupati SBT Muh. Miftah Wattimena dalam sambutan mengaku pemerintah mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi.
“Data yang disajikan merupakan instrumen vital bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan, merumuskan kebijakan hingga mengevaluasi kinerja pemerintah secara objektif," ujarnya ketika membuka forum diskusi publik yang berlangsung di kantor BPS, Rabu (11/2).
Untuk itu, ia berharap semua pihak yang hadir dapat memberikan masukan untuk melengkapi data statistik yang ada.
Ia juga mengakui capai data sektoral kabupaten SBT berada pada predikat 1,00 dengan kategori kurang.
Kondisi ini adalah lencana kuning bagi kita semua. Artinya tata kelola statistik sektoral kita masih memerlukan perbaikan total, mulai dari aspek kelembagaan, standarisasi data, hingga proses bisnis statistiknya," jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada pimpinan OPD untuk tidak lagi bekerja secara parsial.
Kita harus memperkuat implementasi satu data Indonesia agar kualitas pembangunan kita berdasarkan data yang solid, bukan berdasarkan asumsi, tegasnya.
Pemkab SBT lanjutnya memberikan dukungan penuh dan komitmen terhadap pelaksanaan sensus ekonomi oleh BPS.
Sensus ini akan menjadi landasan kita dalam memetakan potensi ekonomi daerah, pengembangan UMKM, sehingga strategi penciptaannya lapangan kerja," katanya.
Sementara itu, Kepala BPS SBT Tupa Tampubolon menjelaskan kualitas data yang disajikan sangat bergantung pada kolaborasi dan dukungan aktif dari seluruh OPD sebagai produsen data sektoral.
"Melalui forum ini kami berharap dapat melakukan klarifikasi, sinkronisasi, serta penyempurnaan data dan indikator yang akan disajikan, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat, mutakhir, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Dikatakan, Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya penguatan implementasi Satu Data Indonesia di SBT, di mana BPS berperan sebagai pembina data statistik.
Ia menyambut Sensus Ekonomi memiliki peran yang sangat penting dalam menghasilkan potret, struktur dan karakteristik perekonomian daerah, termasuk skala usaha, lapangan usaha, serta dinamika pelaku ekonomi di SBT.
"Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan utama dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah, perencanaan program, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan UMKM, serta evaluasi capaian pembangunan ekonomi secara menyeluruh dan berkelanjutan," tandasnya.(S-27)