AMBON, Siwalima.id - Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menegaskan, kedaulatan negara tidak hanya dijaga melalui pertahanan militer, tetapi juga melalui aspek moneter, khususnya penggunaan rupiah sebagai alat transaksi di seluruh wilayah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan wagub dalam kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama TNI AL di Ambon, Rabu (29/4).
“Kita semua yang hadir disini adalah bagian dari pemerintah yang memiliki tugas masing-masing. TNI menjaga pertahanan dan keamanan, tetapi kita juga harus sadar bahwa alat ketahanan nasional itu juga uang,” ujar wagub.
Ia mencontohkan, kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia, menurutnya, selain aspek hukum, penggunaan mata uang juga menjadi faktor penting dalam memperkuat klaim kedaulatan suatu wilayah.
“Bahasanya memang bahasa Indonesia, tetapi alat tukarnya menggunakan ringgit. Ini menjadi pelajaran penting bahwa kedaulatan moneter harus dijaga,” tandas wagub.
Ia juga menyoroti kondisi wilayah Maluku yang berbatasan langsung dengan negara lain, seperti MBD yang memiliki kedekatan geografis dan kultural dengan masyarakat di NTT dan Timor Leste.
Interaksi sosial dan ekonomi lintas batas masih kerap terjadi, sehingga diperlukan kehadiran negara, termasuk melalui distribusi rupiah yang layak edar.
“Kita harus memastikan masyarakat menggunakan uang yang layak. Di kampung-kampung, masyarakat masih menyimpan uang seadanya dan menggunakan uang yang sudah tidak layak,” ujar wagub.
Menurut wagub, kehadiran Bank Indonesia melalui ekspedisi ini sangat penting, untuk memastikan kualitas uang yang beredar sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan, bahwa tantangan ekonomi global, seperti dampak pandemi Covid-19 dan konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi kondisi ekonomi daerah.
“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak ringan, tetapi ini fenomena global. Pemerintah harus hadir dan meyakinkan masyarakat bahwa kita bisa melewati ini,” ucap wagub.
Ia juga menekankan, pentingnya persatuan dalam menjaga kedaulatan negara, mengingat Indonesia memiliki keragaman suku, agama dan budaya yang besar.
“Kekuatan rupiah harus menjadi alat pemersatu. Kita tidak boleh memberi ruang bagi perpecahan yang bisa dimanfaatkan pihak luar,” cetus wagub.
Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI AL atas sinergi dalam menjalankan ekspedisi rupiah berdaulat, yang tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, tetapi juga edukasi bela negara dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Ia pun mendoakan, agar seluruh tim yang bertugas dapat menjalankan misi dengan aman dan sukses serta membawa manfaat bagi masyarakat Maluku, khususnya di wilayah 3T.(S-25)