SIWALIMA.id > Berita
Wakil Ketua DPRD KKT Ajak Publik Cermati Isu Pemerintahan Secara Objektif
Online | Senin, 13 April 2026 pukul 17:19 WIT

AMBON, Siwalima.id - Wakil Ketua DPRD Tanimbar, Apolonia Laratmase, mengajak publik untuk mencermati berbagai isu pemerintahan secara objektif dan tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan.

Menurutnya, dinamika politik di Tanimbar, pasca Pilkada 2024 saat ini diwarnai narasi yang cenderung menyederhanakan persoalan dan berpotensi membentuk opini publik yang tidak utuh.

“Fenomena ini menciptakan polusi informasi yang mengaburkan substansi pembangunan demi kepentingan pragmatis,” tandas Laratmase kepada Siwalima.id di Ambon, Senin (13/4).

Ia menilai, kritik yang berkembang di media massa maupun media sosial lebih banyak menggunakan pendekatan emosional dibandingkan argumentasi berbasis data dan fakta.

Karena itu, Laratmase mengingatkan agar setiap kritik yang disampaikan tetap mengedepankan objektivitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

“Kalau kritik tanpa data, itu bukan kontrol sosial, tapi justru merusak kepercayaan publik,” tegas Laratmase.

Laratmase juga menegaskan, kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Juliana Chatarina Ratuanak, merupakan representasi perubahan di Kabupaten Tanimbar.

Menurutnya, keduanya hadir dengan rekam jejak yang jelas serta komitmen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.

“RJ dikenal kritis saat di DPRD, sementara JCR memiliki pengalaman panjang sebagai birokrat dengan catatan kinerja yang baik,” tandas Laratmase.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah daerah anti kritik. Menurutnya, kritik tetap dibutuhkan dalam sistem demokrasi, namun harus bersifat konstruktif.

“Kritik itu penting, tapi harus berbasis fakta, bukan serangan personal atau opini yang tidak berdasar,” ujar Laratmase.

Lebih lanjut, Laratmase mengingatkan, bahwa narasi yang tidak akurat berpotensi menciptakan instabilitas politik yang justru menghambat pembangunan daerah.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik agar tetap sehat dan produktif.

“Kita harus dorong diskursus yang sehat, bukan penyebaran disinformasi yang bisa memecah belah,” tandas Laratmse.

Dalam konteks pembangunan, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, terutama dalam menghadapi proyek strategis nasional seperti Blok Masela yang dinilai menjadi peluang besar bagi kemajuan daerah.

“Kalau kita terus terjebak dalam konflik yang tidak produktif, maka kita sendiri yang rugi. Peluang besar bisa hilang,” cetus Laratmse.

Laratmase mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung arah pembangunan daerah dengan tetap kritis namun objektif.

“Visi Tanimbar Maju membutuhkan dukungan bersama. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkas Laratmase.(S-26)

BERITA TERKAIT