AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon Bodewin WattiÂmena memastikan, tujuh jabatan tinggi pratama (JPTP) yang masih kosong di Pemkot Ambon dalam waktu dekat akan dilakukan seleksi terbuka.
Tujuh jabatan yang masih kosong itu masing-maÂsing, jabaÂtan Sekretaris DPRD, Kadis PeÂrindag, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Kesehatan, Kepala BPBD, Kadis Perikanan serta Kadis Perpustakaan dan KeÂarsipan.
âMungkin dalam bebeÂrapa hari kedepan, kita segera lakukan seÂleksi terbuka bagi pimpinan tinggi pratama untuk mengisi 7 jabatan yang masih kosong ini,â ungkap walikota saat apel pagi bersama jajaran ASN di Lingkup Pemerintah Kota Ambon, Senin (6/10).
Untuk itu, walikota menginsÂtrukÂsiÂkan kepada seluruh ASN yang memenuhi syarat agar dapat menÂdaftar diri untuk mengikuti seleksi ini.
âBagi yang memenuhi syarat saya persilahkan untuk mendaftar,â ucap walikota.
Setelah penataan pada 7 jabaÂtan pimpinan tinggi pratama ini selesai kata walikota, barulah dilaÂkukan penataan untuk pejabat eselon III dan eselon IV.
âKita berupaya untuk menginÂventarisir dan mengisi seluruh OPD, sehingga pegawai dapat diÂtata secara menyeluruh hingga ke tingkat kelurahan, â jelas walikota.
Dalam apel bersama tersebut, walikota juga mengarahkan agar para kades, raja dan lurah, untuk segera melaksanakan program berÂtemu rakyat yang telah digaÂgasnya beberapa waktu lalu. Kegiatan itu wajib dilakukan, guna menjawab kepentingan dan aspiÂrasi warga kota.
âKemudian untuk para camat, segera instruksikan para kades, raja dan lurah agar segera gelar berbicara dengan rakyat. Apabila desa, negeri dan kelurahan yang tidak melakukan kegiatan ini dengan warga, maka yang akan bertanggungjawab adalah camat atau lurah,â ancam walikota.
Selain itu, walikota juga menyoÂroti tentang OPD yang lambat dalam mengajukan laporan perÂtanggungjawaban keuangan awal kepada BPK. Hal ini, mesti menjadi perhatian serius, karena diduga ada sekretaris OPD yang belum paham tentang membuat laporan pertanggungjawaban maupun benÂdahara.
âKemudian soal BPK yang telah selesai lakukan pemeriksaan awal tentang kinerja pengelolaan keÂuangan. Terkait hal ini jauh sebeÂlum itu saya sudah tegaskan untuk OPD pastikan laporan harus diseÂlesaikan tepat waktu. Tetapi nyaÂtanya ada saja yang tidak lakukan itu dengan baik,â kesal walikota.
Oleh sebab itu, walikota minta agar kedepannya, mesti dilakukan bimbingan teknis kepada sekreÂtaris dinas maupun bendahara.
âKedepannya ini harus ada pelatihan atau bimbingan teknis kepada pimpinan OPD maupun sekretarisnya agar mengikuti pelatihan teknis terkait laporan pengelolaan keuangan, sehingga hal-hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi,â ucap walikota.
Walikota juga menghimbau, kepada seluruh ASN, baik itu CPNS maupun PPPK yang baru saja dilantik dan ditempatkan di OPD masing-masing agar dapat menÂjalankan tugas dengan baik.(S-29)