AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota  Ambon dibawah kepemimpinan Walikota Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota  Ely Toisuta, kini fokus pada kerja nyata membangun kota, bukan sekadar pencitraan.
Penegasan ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Kota Ambon Ronald H Lekransy dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews,Rabu (17/9)
Menurutnya, sejak awal menjabat, Walikota dan Wakil Walikota telah menunjukkan komitmen kuat dalam menyelenggarakan pemerintahan yang berpihak pada rakyat.
âKomitmen penyelenggaraan pemerintahan oleh walikota dan wawali saat ini adalah kerja untuk bikin bagus Ambon, bukan pencitraan,â tegas Lekransy.
Ia menjelaskan, visi ‘Bangun Ambon Par Samua’ telah menjadi dasar utama dalam setiap langkah kebijakan yang diambil, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
âBagaimana mengupayakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, dan keadilan yang menjadi fokus,â jelas Lekransy.
Lekransy juga menanggapi sejumlah opini publik, yang menyebut kinerja walikota yang terkesan hanya pencitraan. Ia menilai anggapan tersebut keliru dan tidak berdasar.
âMasyarakat dapat menilai sendiri kerja-kerja nya walikota dan wawali hingga saat ini, apakah itu hanya pencitraan atau kerja nyata. Karena dua hal ini berbeda secara prinsipil dalam konteks pembangunan,â tulis Lekransy.
Ia menjelaskan, pencitraan cenderung fokus pada membangun persepsi publik dan promosi, sedangkan kerja nyata menitikberatkan pada hasil konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam 210 hari masa kerja, Lekransy menyebutkan sejumlah program prioritas yang telah dijalankan sebagai wujud kerja nyata pemimpin Kota Ambon saat ini.
âHari ini dalam 210 hari kerja walikota dan wakil walikota, kita lihat bagaimana komitmen membangun ambon menjadi kota cerdas, melalui berbagai upaya-upaya pembangunan, pada bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk upaya optimalisasi PAD,â tandas Lekransy.
ia menyebut, Walikota dan Wawali terbuka membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Oganisasi Kemasyarakatan (OKP) dan kelompok masyarakat lainnya, guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.
âKemitraan ini diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran, akuntabilitas, serta efektivitas pembangunan. Pemerintah harus memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat terpenuhi,â jelas Lekransy.
Namun kata Lekransy, ia juga menegaskan bahwa kemitraan ini tidak serta-merta membatasi fungsi kritis masyarakat.
âSebaliknya, kami berharap peran kritis masyarakat tetap berjalan untuk meningkatkan kualitas kebijakan pemerintah,â tambahnya.
Terkait pembangunan jalan di Negeri Batu Merah yang menjadi perhatian publik, Lekransy menjelaskan, bahwa ruas Jalan Sudirman merupakan jalan nasional yang pengelolaannya berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku, bukan Pemkot Ambon. Sedangkan untuk ruas Jalan Batu Tagepe dan Jalan Amalatu yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Ambon, akan segera dikerjakan dalam waktu dekat.
âProses administrasi untuk kontrak kerja sudah berjalan. Pembangunan ini akan dilakukan dengan prinsip pemerataan dan keadilan,â beber Lekransy.
Untuk itu, Lekransy mengajak seluruh masyarakat, untuk bersama-sama mendukung upaya pembangunan di Kota Ambon.
âMari katong sama-sama bangun Ambon. Pasti semua mau Ambon ini jadi lebih baik, Ambon par katong samua,â pungkasnya. (S-29)