AMBON, Siwalima.id – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, visi besar negara saat ini adalah, mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045.
Dalam rangka pencapaian misi itu, maka seluruh elemen, baik pemerintah dan masyarakat memaksimalkan peran dan fungsi masing-masing untuk mewujudkan visi tersebut.
Namun untuk mewejudkan hal itu, tidak mudah karena diperhadapkan dengan berbagai tantangan.
Tantangan tersebut berupa, masih ada permasalahan sosial ditengah masyarakat, seperti anak-anak muda yang mengkonsumsi minuman keras bahkan hingga narkoba. Hal ini merupakan tantangan terberat yang mesti disikapi secara serius.
“Narkoba Ini tantangan berat kita, oleh karena itu pemerintah dan seluruh elemen yang lain yang merasa berkepentingan harus bersatu dalam melawan semua hal-hal ini. Miras, seks bebas, narkoba dan lain-lain merupakan penyakit sosial yang terus muncul, apalagi bagi kita di daerah perkotaan ini,” tandas walikota saat melantik pengurus Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Kota Ambon di aula Kantor Kecamatan Sirimau, Senin (8/12).
Menurut walikota, dalam setiap arahan Presiden, para Menteri, gubernur bahkan kebijakan pemerintah kota hari ini, diarahkan untuk bagaimana memaksimalkan seluruh kekuatan untuk memastikan, bahwa generasi muda bangsa bertumbuh berkembang dan mencapai generasi muda yang berkualitas di tahun 2045.
Hal ini dikarenakan agar, Kota Ambon tidak menjadi penonton di tahun 2045, namun Kota Ambon termasuk kota yang turut berkontribusi menyumbangkan generasi muda emasnya mengisi Indonesia emas 2045.
“Disamping itu, masih ada juga permasalahan lain seperti Kota Ambon terus berupaya untuk menekan stunting, dan lain sebagainya,” tutur walikota.
Untuk mewujudkan hal itu, maka walikota berharap kepada para pengurus LANN Kota Ambon yang baru dilantik, dapat bekerja bersama dengan instansi-instansi terkait seperti BNN, Polri, TNI bahkan dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya, dalam upaya mencegah dan menekan peredaran narkoba.
“Saya berharap, LANN Kota Ambon mampu bekerja bersama untuk pastikan peredaran narkotika di kota ini bisa menurun,” pinta walikota.
Selain itu walikota juga minta LANN untuk bekerja bersama pemerintah desa/negeri/kelurahan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Yang paling utama adalah, pemerintah juga harus menjadi contoh, bahwa benar-benar pemerintah bebas dari narkoba.
“Karena itu tahun depan nanti untuk raja/kades, kalau dana desanya cair, maka harus anggarkan untuk pemeriksaan narkoba kepada seluruh penyelenggara negara. bahkan pemkot n juga melakukan hal yang sama, karena kita harus jadi contoh. Jadi Walikota, wakil walikota, saya siap jadi orang pertama yang tes narkoba, sebab pemimpin harus bebas dari narkoba dulu baru bisa bicara soal bagaimana menjaga melindungi generasi muda di Kota Ambon,” tandas walikota.
Ditempat yang sama, Kepala BNN Provinsi, Maluku Brigjen Deni Dharmapala yang diwakili Kabid Rehabilitasi, Leo Simatupang mengaku, narkotika merupakan tindak kejahatan yang besar, karena sudah bukan merupakan kejahatan ditingkat daerah maupun nasional, tetapi sudah masuk dalam kejahatan internasional.
Untuk itu, pentingnya partisipasi seluruh pihak, termasuk masyarakat dalam upaya menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Pengurus LANN juga diharapkan dapat berperan dalam menekan peredaran dan menekan penyalahgunaan narkotika di Kota Ambon.
“Semoga LANN dapat berperan aktif dalam mewujudkan Kota Ambon yang bersih dari Narkotika,” ucap Brigjen Dharmapala. (S-29)