SIWALIMA.id > Berita
Walikota: Seleksi Sekot Sesuai Mekanisme
Headline , Pemerintahan | Kamis, 16 April 2026 pukul 14:24 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan proses seleksi calon Sekretaris Kota Ambon berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Dijelaskan, tahapan seleksi telah disusun secara sistematis, dimulai dari pendaftaran hingga proses penilaian oleh panitia seleksi.

“Seleksi calon Sekot sudah ada mekanis­menya. Pendaftaran dibuka, kemudian di­lanjutkan dengan tes kesehatan, lalu ases­men oleh asesor dari Kementerian Dalam Negeri setelah itu panitia seleksi bekerja,” kata walikota kepada Siwalima di Ambon, Rabu (15/4)

Menurutnya, hasil dari seluruh tahapan tersebut nantinya akan disampaikan kepada dirinya selaku walikota untuk ditindaklanjuti.

“Hasilnya nanti disampaikan ke walikota, baru kemudian walikota akan menentukan langkah selan­jutnya, apakah wawancara, debat terbuka, atau mekanisme lain. Itu menjadi kewenangan walikota,” jelasnya.

Walikota menegaskan, seluruh jadwal dan tahapan seleksi telah diumumkan secara terbuka ke­pada publik. “Semua sudah ada dalam pengumuman termasuk jadwalnya. Hari ini terakhir pen­daftaran,” katanya.

Lebih lanjut, walikota mene­kankan bahwa setiap tahapan memiliki kriteria penilaian yang jelas, baik oleh asesor maupun panitia seleksi. “Semua ada krite­rianya, apa yang dinilai oleh asesor dan panitia seleksi, semuanya sudah diatur,” ujarnya.

Dengan mekanisme yang telah ditetapkan tersebut, tambah wali­kota, Pemerintah Kota Ambon memastikan proses seleksi ber­jalan secara objektif dan profe­sional guna menghasilkan kandi­dat terbaik bagi jabatan sekretaris kota. 

Walikota menambahkan, sudah empat ASN yang meminta surat rekomendasi darinya untuk men­daftarkan diri sebagai calon Sekot Ambon.

Menurut Wattimena, permintaan rekomendasi tersebut merupakan bagian dari tahapan administrasi yang harus dipenuhi oleh para calon sebelum mengikuti proses seleksi Sekot Ambon.

Pemberian rekomendasi dilaku­kan sebagai bentuk dukungan administratif tanpa mengintervensi proses seleksi yang akan ber­langsung.

Ditegaskan, seluruh tahapan seleksi akan berjalan secara terbuka dan transparan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Semua yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama. Prosesnya akan dilakukan secara objektif dan profesional,” tegasnya.

Dia berharap, melalui proses seleksi ini akan terpilih sosok Sek­retaris Kota yang memiliki kompe­tensi, integritas, serta mampu membantu meningkatkan kinerja pemerintahan di Kota Ambon.

“Yang terpenting adalah men­dapatkan figur terbaik yang bisa mendukung jalannya pemerin­tahan dan pelayanan kepada mas­yarakat,” pungkasnya.

Empat Pejabat Daftar

Untuk diketahui tercatat empat pejabat Pemerintah Kota Ambon mendaftarkan diri dalam seleksi terbuka calon sekretaris daerah.

Tiga pejabat yang daftar yaitu, Kepala Dinas lingkungan Hidup dan Persampahan, Apries Gas­persz  dan Kepala Badan Kepega­waian dan Pengembangan Sum­ber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Ambon, Steven Dominggus dan Robby Sapulette dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay

.Apries Gaspersz mendaftar pada Kamis (9/4) sedangkan Ste­ven Dominggus daftar pada Senin (13/4) sore, sedangkan Robby Sa­pulette, Selasa (14/4). Sedangkan Luhakay mendaftar, Rabu (15/4)

Verifikasi

Sekretariat panitia seleksi calon Sekot Ambon memastikan, taha­pan seleksi akan segera mema­suki proses verifikasi administrasi, usai tiga calon telah mendaftarkan diri.

Ketiga calon yang telah mendaf­tarkan diri yaitu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persam­pahan, Apries Gaspersz, Kepala BKPSDM Steven Dominggus dan Plt Sekot Ambon, Robby Sapulette.

Penangungjawab sekretariat panitia seleksi, Selly Kalahatu ke­pada Siwalima di Balai Kota, Se­lasa (14/4) menjelaskan, seluruh dokumen yang telah masuk akan diverifikasi oleh panitia seleksi, sebelum diumumkan nama-nama yang lolos tahap administrasi.

“Dokumen akan diverifikasi, kemudian akan diumumkan siapa saja yang lolos administrasi. Taha­pan ini bisa dilihat di website sesuai jadwal yang sudah diten­tukan dalam surat,” ungkap Selly.

Seluruh tahapan seleksi kata Selly, telah dijadwalkan secara resmi dan menjadi kewenangan penuh panitia seleksi.

“Tahapannya seperti apa sudah disampaikan dalam penjadwalan. Kewenangan itu ada di panitia seleksi,” tandas Selly.

Dia menyebutkan hingga saat ini baru tiga orang yang telah men­daftarkan diri sebagai calon Sekot Ambon, yakni Apries Gaspersz, Steven Dominggus, dan Robby Sapulette. “Jadi baru tiga orang yang mendaftar. Masih ada dua hari tersisa untuk pendaftaran,” beber Selly.

Ia mengaku, siapa pun yang me­menuhi persyaratan tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar selama masa pendaftaran masih dibuka.

“Sepanjang memenuhi per­syaratan, tentu boleh mendaftar,” tandas Selly.

Selly mengaku, peran sekretariat dalam proses ini hanya sebatas memfasilitasi kegiatan serta menangani administrasi.

Untuk penjelasan lebih teknis terkait proses seleksi, dapat dikonfirmasi langsung kepada Ketua Panitia Seleksi yang dijabat oleh Sekda Maluku Sadli Ie. 

Luhukay Daftar

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay, menyebut pencalonannya sebagai Sekretaris Kota (Sekot) Ambon merupakan kesempatan penting dalam perjalanan kariernya di pemerintahan.

Hal tersebut disampaikannya kepada Siwalima usai mendaf­tarkan diri sebagai calon Sekot Ambon di Balai Kota Ambon,Rabu (15/4)

Menurut Luhukay, tahapan seleksi Sekot menjadi bagian akhir dari proses karier aparatur sipil negara yang telah memenuhi berbagai persyaratan.

Ia menjelaskan, keikutsertaan­nya dalam seleksi ini juga menjadi ruang pembelajaran sekaligus ajang untuk mempertanggungja­wabkan rekam jejak selama meng­abdi di Pemerintah Kota Ambon.

Terkait proses administrasi, Luhu­kay mengakui adanya bebe­rapa persyaratan tambahan yang sempat belum terakomodasi da­lam checklist awal, namun seluruh dokumen tersebut telah diper­siapkan.

Ia juga menegaskan bahwa se­luruh calon yang mengikuti seleksi memiliki peluang yang sama, serta merupakan putra-putra terbaik Kota Ambon dengan kapasitas masing-masing.

Dengan pengalaman panjang di birokrasi, Luhukay mengaku telah mengabdi lebih dari tiga dekade sebagai aparatur sipil negara, termasuk hampir dua dekade di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.(Mg-1)

BERITA TERKAIT