AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 1593 mahasiswa Universitas Pattimura akan disebar ke 83 desa di kabupaten dan kota di Maluku untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sebelum dilepas ke masyarakat, ribuan mahasiswa mendapat pembekalan terlebih dahulu oleh para narasumber yang berlangsung di Student Center FKIP Unpatti, Rabu (1/4).
Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy pada kesempatan itu mengatakan KKN merupakan sarana penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang ada,” katanya.
Perguruan tinggi lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam bidang ketahanan pangan, energi, serta penguatan ekonomi berbasis UMKM.
Olehnya itu, mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi desa, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata.
“Kami harap mahasiswa dapat menjadi penggerak ekonomi di desa,” ingat rektor.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta KKN menjaga nama baik institusi selama menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.
Melalui program ini, pihaknya diharapkan terus mencetak lulusan yang adaptif, inovatif dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Maluku.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengelola KKN, Semuel P. Ritiauw, menjelaskan sebanyak 83 desa ditetapkan sebagai lokasi KKN reguler. Selain itu, terdapat satu kelompok KKN kolaborasi bersama PMI Ambon serta tiga kelompok KKN tematik berbasis program.
“Mahasiswa akan ditempatkan di wilayah Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Namun, penempatan di Kota Ambon dibatasi hanya untuk mahasiswa tertentu dengan pertimbangan khusus,” terangnya.
Pelaksanaan KKN tahun ini juga didukung sistem digital melalui aplikasi SipKKN yang dikembangkan LPPM. “Sistem tersebut mengintegrasikan seluruh proses mulai dari pendaftaran, pelaporan, hingga penilaian,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program KKN turut melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum.
Untuk diketahui, pembekalan juga dihadiri para wakil rektor, dekan, wakil dekan, serta pengelola KKN.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Kadis Koperasi dan UMKM Maluku Fitrah Ambone, Kepala Kanwil Kemenkum Maluku, Arman Anwar, Wakil Rektor Bidang Akademik Dominggus Malle, Sekretaris LPPM, Sherly Lewerissa, serta Ketua Pengelola KKN, J. Leiwakabessy.(S-25)