SIWALIMA.id > Berita
1.593 Mahasiswa Unpatti akan Ditempatkan di 83 Desa
Pendidikan | Selasa, 7 April 2026 pukul 13:44 WIT

AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 1593 mahasiswa Universitas Pattimura akan disebar ke 83 desa di kabupaten dan kota di Maluku untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sebelum dilepas ke masyarakat, ribuan mahasiswa mendapat pembe­kalan terlebih dahulu oleh para narasumber yang berlangsung di Student Center FKIP Unpatti, Rabu (1/4).

Rektor Unpatti, Fredy Leiwaka­bessy pada kesempatan itu menga­takan KKN merupakan sarana penting dalam membentuk maha­siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu meng­aplikasikan ilmu pengetahuan, kete­rampilan dan sikap yang dimiliki se­ca­ra langsung di tengah masyarakat ser­ta menjadi bagian dari solusi atas ber­bagai persoalan yang ada,” katanya.

Perguruan tinggi lanjutnya, me­miliki tanggung jawab untuk men­dukung program pemerintah, terma­suk dalam bidang ketahanan pa­ngan, energi, serta penguatan ekonomi berbasis UMKM.

Olehnya itu, mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi desa, mulai dari sektor pertanian, perika­nan, hingga pariwisata.

“Kami harap mahasiswa dapat menjadi penggerak ekonomi di desa,” ingat rektor.

Ia juga berpesan agar seluruh pe­serta KKN menjaga nama baik ins­titusi selama menjalankan pengab­dian di lokasi masing-masing.

Melalui program ini, pihaknya di­ha­rapkan terus mencetak lulusan yang adaptif, inovatif dan mampu mem­berikan dampak nyata bagi pem­ba­ngunan daerah, khususnya di Maluku.

Sementara itu, Wakil Ketua Penge­lola KKN, Semuel P. Ritiauw, menjelaskan sebanyak 83 desa ditetapkan sebagai lokasi KKN reguler. Selain itu, terdapat satu kelompok KKN kolaborasi bersama PMI Ambon serta tiga kelompok KKN tematik berbasis program.

“Mahasiswa akan ditempatkan di wilayah Kota Ambon dan Kabu­paten Seram Bagian Barat. Namun, penem­patan di Kota Ambon dibatasi hanya untuk mahasiswa tertentu dengan pertimbangan khusus,” terangnya.

Pelaksanaan KKN tahun ini juga didukung sistem digital melalui apli­kasi SipKKN yang dikembangkan LPPM. “Sistem tersebut menginte­grasi­kan seluruh proses mulai dari pendaftaran, pelaporan, hingga penilaian,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program KKN turut melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Koperasi dan UMKM Pro­vinsi Maluku serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum.

Untuk diketahui, pembekalan juga dihadiri para wakil rektor, dekan, wakil dekan, serta pengelola KKN.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Kadis Koperasi dan UMKM Maluku Fitrah Ambone, Kepala Kanwil Kemenkum Maluku, Arman Anwar, Wakil Rektor Bidang Akademik Dominggus Malle, Sekretaris LPPM, Sherly Lewerissa, serta Ketua Pengelola KKN, J. Leiwakabessy.(S-25)

BERITA TERKAIT