SIWALIMA.id > Berita
Blok Masela &  Kesejahteraan Maluku
Visi | Rabu, 2 Juli 2025 pukul 22:40 WIT

BLOK Masela adalah sebuah wilayah kerja (blok) migas yang terletak di Laut Arafura, selatan perairan Pulau Yamdena, di antara Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Blok ini dikenal karena memiliki Lapangan Abadi, lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia. Proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang hak partisipasinya dipegang oleh Inpex dan Shell. Namun Shell kemudian menyatakan keinginan untuk melepas hak partisipasinya di Lapangan Abadi, sehingga harus dicari penggantinya. Sebelum menarik diri dari Blok Masela, Shell menguasai 35% saham participating interest (PI). Sisanya dikuasai Inpex sebesar 65%.

Sejumlah perusahaan migas menyatakan berminat menggantikan Shell di blok tersebut, antara lain PT Pertamina. Menurut Dirjen Migas, perusahaan pelat merah tersebut serius berkeinginan menjadi mitra Inpex.

“Pertamina serius dalam menawarkan diri mereka jadi partner Inpex. Memang sekarang masih proses b to b, sekarang masuk tahap binding offer,” papar Tutuka.

Lantaran prosesnya masih berjalan, belum dapat dikatakan kalau Pertamina fix atau tidak menjadi mitra Inpex.

Hingga saat ini, jadwal produksi Blok Masela belum mengalami perubahan yaitu tahun 2027. Namun demikian, Inpex sebagai operator mengajukan perubahan rencana pengembangan lapangan (PoD). sehingga bisa terjadi perubahan target. Salah satu alasan revisi PoD adalah rencana penerapan teknologi carbon capture untuk menekan emisi Blok Masela.

Lapangan Abadi  Blok Masela memiliki cadangan terbukti mencapai 18,5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 225 juta barel kondensat.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan keberadaan sentra pangan juga  menjadi prioritas pemerintah Provinsi Maluku jelang beroperasi Blok Migas Masela.

Gubernur mengungkapkan untuk pengembangan blok Masela, pemerintah Maluku diberikan 10 persen Participating Interest (PI) maka Pemprov memiliki kepentingan di situ.

Berdasarkan informasi yang disampaikan secara resmi baik dari Inpex maupun SKK Migas kepada pemerintah Provinsi Maluku maka rencananya blok abadi Masela akan beroper5asi secara komersial itu di tahun 2009 lahir atau 2030 awal.

“Diharapkan Blok Masela itu itu dikembangkan sesuai dengan target perencanaan itu, artinya jangan terlalu lama karena sejak ditemukan tahun 1989 dulu itu sampai sekarang cukup lama.

Waktu yang cukup lama ini tentu akan menimbulkan kekhawatiran Blok Masela ini jadi dikembangkan atau tidak, tetapi dengan dimasukkannya blok Masela menjadi salah satu proyek strategi nasional maka pasti dikembangkan.

Apalagi saat ini lapangan sudah mulai bergerak membangun blok Masela dan diharapkan tahun 2029 atau 2030 mendatang Blok Masela telah beroperasi secara komersial.

Terlepas dari beroperasinya Blok Masela, Gubernur menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dari berbagi aspek sebab bukan saja soal anak-anak Maluku untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di blok Masela tetapi yang terpenting harus mempersiapkan kebutuhan lainnya.

Banyak hal yang harus  disiapkan mulai dari soal kontraktor lokal yang harus dilibatkan dalam pengembangan blok Masela hingga soal supply makanan juga harus siap, kalau tidak siap menjadi produsen untuk menghasilkan kebutuhan itu maka tidak ada pilihan lain bagi mereka untuk mendatangkan pasokan kebutuhan itu dari luar dan sebagai gubernur saya mau itu terjadi.

Gubernur menegaskan masyarakat Maluku tidak boleh menjadi penonton dalam proyek abadi Masela sebaliknya harus menjadi pemain dan pelaku utama.

Karena itu kita mendorong misalnya di KKT, MBD, Aru Buru dan Seram harus menjadi lumbung atau sentra pangan untuk bisa kemudian disuplai kepada selain kepada sekolah untuk program akan bergizi gratis tapi juga kepada Blok Masela.

Tujuan utama proyek Blok Masela adalah untuk mensejahterakan masyarakat, terutama masyarakat Maluku, melalui pemanfaatan sumber daya gas alam yang ada di wilayah tersebut. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Berikut adalah beberapa tujuan spesifik proyek Blok Masela dalam konteks kesejahteraan masyarakat:

Peningkatan Ekonomi, dimana penciptaan lapangan kerja baru: Proyek ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal, baik secara langsung di sektor migas maupun melalui berbagai usaha terkait.

Pertumbuhan ekonomi daerah: Pemanfaatan sumber daya gas alam diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Peningkatan pendapatan masyarakat: Dengan adanya lapangan kerja dan peluang usaha baru, diharapkan pendapatan masyarakat akan meningkat.

Peningkatan Kualitas Hidup:

Pembangunan infrastruktur: Proyek ini diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar Blok Masela, seperti jalan, listrik, dan fasilitas umum lainnya.

Peningkatan aksesibilitas: Pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap berbagai layanan dan kebutuhan dasar.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia: Proyek ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan yang diselenggarakan untuk mendukung operasional proyek.

Pemberdayaan Masyarakat:

Pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan: Masyarakat diharapkan dapat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pengembangan Blok Masela, sehingga kepentingan dan aspirasi mereka dapat terakomodasi.

Peningkatan kapasitas masyarakat: Proyek ini diharapkan dapat memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi yang terkait dengan Blok Masela.

Penguatan ekonomi lokal: Proyek ini diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha-usaha lokal yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.

Dengan demikian, proyek Blok Masela memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Maluku, baik secara ekonomi maupun sosial. Namun, keberhasilan proyek ini dalam mencapai tujuannya sangat bergantung pada pengelolaan yang baik, transparansi, dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. (*)

BERITA TERKAIT