SIWALIMA.id > Berita
Harga Masih Tinggi, Inflasi Maluku Belum Menurun
Visi | Senin, 4 Mei 2026 pukul 12:48 WIT

AMBON, Siwalima.id -Badan Pusat Statistik Maluku mencatat, belum terjadi penurunan signifikan terhadap sejumlah barang kebutuhan masyarakat menyebabkan angka inflasi pada bulan maret 2026 masih tinggi.

Pada Maret 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Maluku sebesar 3,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,46.

Inflasi (y-on-y) tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 5,69 persen dengan IHK sebesar 112,89 dan terendah terjadi di Kota Ambon sebesar 3,19 persen dengan IHK sebesar 111,76.

 “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 9,55 persen,” jelas Kepala BPS Provinsi Maluku Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, Jumat (1/5).

Selain itu penyumbang inflasi datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 5,68 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,37 persen.

Sedangkan tingkat deflasi month to month (m-to-m) Provinsi Maluku bulan Maret 2026 sebesar 0,75 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,58 persen.

“Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 dibandingkan Maret 2025 menunjukkan tren kenaikan,” kata Pattiwaellapia.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku di 3 kabupaten dan kota, pada Maret 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,40 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,80 pada Maret 2025 menjadi 111,46 pada Maret 2026.

Sedangkan tingkat deflasi m-to-m sebesar 0,75 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 0,58 persen.

 Ekspor Maluku Kembali Turun

Badan Pusat Statistik juga mencatat nilai ekspor (non migas) Maluku pada Januari-Februari 2026 mencapai US$ 10,68 juta atau turun 0,70 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Ekspor Maluku Februari 2026 mencapai US$ 5,46 juta, turun 8,74 persen dibanding ekspor Februari 2025 senilai US$ 5,98 juta.

Ekspor Januari-Februari 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 10,11 juta, disusul Hongkong US$ 0,57 juta, dengan kontribusi keduanya mencapai 100,00 persen terhadap periode Januari-Februari 2026,” jelas Kepala BPS Provinsi Maluku Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, Jumat (1/5).

Ia mengaku sementara tidak terdapat ekspor ke negara kawasan ASEAN dan luar Asia.

Menurut pelabuhan muat, seluruh ekspor Maluku pada Januari-Februari 2026 dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso dengan nilai US$ 10,68 juta (100,00 persen).

Adapun pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor Maluku selain melalui Pelabuhan Yos Sudarso namun juga melalui Pelabuhan Tual.

Sedangkan nilai impor Maluku Januari-Februari 2026 mencapai US$ 83,73 juta atau naik 55,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga naik 5.386,30 persen dengan nilai sebesar US$ 37,02 juta pada periode Januari-Februari 2026.

“Nilai impor Maluku Februari 2026 mencapai US$ 21,77 juta, turun 8,67 persen dibanding kondisi Februari 2025 senilai US$ 23,83 juta,” tandasnya. 

sementara negara pemasok barang impor Maluku selama Januari-Februari 2026 adalah Singapura US$ 32,42 juta (38,72 persen), Malaysia US$ 14,29 juta (17,06 persen), Tiongkok US$ 0,56 juta (0,67 persen) dan Finlandia US$ 36,46 juta (43,55 persen).

Untuk neraca perdagangan Maluku Januari-Februari 2026 mengalami defisit US$ 73,05 juta yang berasal dari defisit sektor nonmigas US$ 26,34 juta, sementara sektor migas defisit senilai US$ 46,71 juta.(S-09)

BERITA TERKAIT