SIWALIMA.id > Berita
BMKG: Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Masih Landa Maluku
Online | Selasa, 8 Juli 2025 pukul 01:06 WIT

AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Maluku, untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem 7-9 Juli .

Pada rentang tiga hari ini, cuaca diperkirakan akan didominasi hujan ringan hingga sedang yang disertai angin kencang dan potensi kilat atau petir di beberapa wilayah Maluku.

Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews menjelaskan, kondisi cuaca pada Senin (7/7) pagi hingga dini hari umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan. Hujan sedang, diperkirakan terjadi di wilayah Seram bagian Barat, Seram Bagian Timur, serta Maluku Tenggara pada malam dan dini hari.

Kondisi serupa juga diprediksi terjadi pada, Selasa (8/7) sejak pagi hingga dini hari, sebagian besar wilayah akan berawan dan berpotensi hujan ringan. Hujan intensitas sedang berpeluang turun di Kabupaten Seram Bagian Timur dan Seram Bagian Barat.

 Suhu udara di wilayah Maluku selama periode tersebut berkisar antara 23-31 derajat celsius, dengan kelembapan udara mencapai 70-100 persen. Sementara arah angin umumnya bertiup dari utara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 km/jam.

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang laut melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon. Dimana dalam periode 7-8 Juli  pukul 09.00 WIT, pola angin di perairan Maluku umumnya bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot.

 “Gelombang laut dengan tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan, seperti, Perairan Selatan Pulau Buru, Laut Banda, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Sermata – Leti, Perairan Kepulauan Aru dan Laut Arafuru,” tulis Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin dalam rilisnya.

Ia juga mengingatkan para pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama perahu nelayan dan kapal ferry yang rentan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang.

“Perahu nelayan sebaiknya tidak melaut saat kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter. Untuk kapal ferry dan kapal kargo, batas amannya lebih tinggi, namun tetap perlu diwaspadai,” tulis Mujahidin .

Mujahidin menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan menghindari aktivitas laut jika kondisi tidak memungkinkan.(S-25)

BERITA TERKAIT