SIWALIMA.id > Berita
BPJS Kembali Sosialisasikan Program JKN
Pendidikan | Kamis, 19 Juni 2025 pukul 23:29 WIT

AMBON, Siwalimanews – BPJS Kesehatan Cabang Ambon kembali melakukan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Na­sional di kalangan kampus.

Kali ini sosialisasi dilakukan bagi mahasiswa semester akhir Fa­kultas Kedokteran, Universitas Pattimura, Rabu (11/6).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman gene­rasi muda, khususnya calon tenaga kesehatan, mengenai sistem JKN,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Harbu Hakim, dalam rilisnya, Rabu (18/6).

Ia menyebutkan dalam kegiatan itu juga menjelaskan tentang sis­tem asuransi pelayanan kese­hatan di Indonesia, konsep JKN serta implementasinya di Maluku.

“Saya harap mahasiswa yang hadir hari ini bisa memahami secara mendalam manfaat program JKN,” pintanya.

Harbu menekankan pentingnya peran generasi muda, termasuk generasi Z, dalam mendukung keberlanjutan program JKN.

“Program JKN diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami hak dan kewajiban sebagai pe­serta JKN,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpatti, Elpira Asmin, menyambut baik kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan pemahaman mahasiswa mengenai JKN sangat penting, terlebih mereka akan terjun langsung dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

“Program JKN sangat bermanfaat, terutama saat kita membutuhkan pelayanan kesehatan,” ingatnya.

Salah satu mahasiswa Randy Ahmad Nur Latuconsina, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai sistem asuransi kesehatan di Indonesia.

Sementara itu, mahasiswa lainnya, Andi Riera Betari Banggawali, mengungkapkan manfaat langsung dari aplikasi mobile JKN.

“Dengan aplikasi ini, saya bisa mengambil antrian online dari rumah, mengecek status kepesertaan, tagihan iuran, dan mengubah fasilitas kesehatan tanpa harus datang ke kantor BPJS,” ujar Andi.

Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap dapat mem­bentuk pemahaman menyeluruh di kalangan calon tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.(S-25)

BERITA TERKAIT