PEMERINTAH Indonesia melanjutkan program bantuan pangan beras di tahun 2025 sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat miskin/rentan miskin. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.
Dalam program bantuan pangan beras yang telah dipastikan akan dilanjutkan lagi pada Oktober dan November ini, peningkatan aspek ketepatan sasaran penerima menjadi perhatian utama pemerintah. Dengan menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penajaman data penerima sangat penting dilaksanakan sebelum pelaksanaan kembali di bulan depan.
Pemerintah Provinsi Maluku kembali menyalurkan bantuan pangan pemerintah untuk alokasi Oktober dan November 2025.
Penyaluran ini ditandai dengan launching yang dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Aula Kantor Kesehatan Pelabuhan Ambon, Kamis (30/10).
Penyaluran bantuan pangan yang dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut rakor tingkat menteri bersama Badan Pangan Nasional tanggal 22 september 2025 tentang paket kebijakan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Kegiatan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung ketersediaan pangan yang cukup di masyarakat.
Untuk alokasi Oktober dan November target penerima manfaat di Provinsi Maluku sebanyak 123.522 KK dengan rincian Kota Ambon 10.050 KK, Buru 11.524 KK, Buru Selatan 5.398 KK, Maluku Tengah 29.375 KK, Seram Bagian Barat 16.352 KK, Seram Bagian Timur 10.124 KK, Kota Tual 4.843 KK, Maluku Tenggara 10.358 KK, Maluku Barat Daya 7.175 KK, Kepulauan Tanimbar 10.521 KK dan Kepulauan Aru 7.653 KK.
Untuk memastikan bantuan pangan ini dinikmati tepat oleh masyarakat yang membutuhkan maka Gubernur memberikan peringatan keras kepada pihak terkait untuk memastikan data penerima sesuai dilapangan
Diharapkan penerima bantuan pangan beras di 11 kabupaten/kota agar dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik, guna memenuhi kebutuhan pangan pokok keluarga.
Pemerintah memastikan tambahan komoditas minyak goreng MinyaKita dalam kelanjutan program bantuan pangan untuk periode Oktober dan November ini. Sebelumnya program bantuan pangan telah dilaksanakan dengan komoditas beras kepada 18.277.083 Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk periode Juni dan Juli.
Langkah penambahan komoditas minyak goreng dalam paket bantuan pangan diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah. Ini karena dinamika harga minyak goreng turut berandil pada tingkat kemiskinan di Indonesia.
Pemerintah merumuskan Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja yang terdiri dari 8 program akselerasi di 2025, 4 program yang dilanjutkan di 2026, dan 5 program andalan Pemerintah untuk penyerapan tenaga kerja. Ini menjadi upaya strategis dalam menghadapi tantangan global, mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi, dan memperluas penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. (*)