AMBON, Siwalima.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon memastikan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap pemasangan implant KB.
“Pemasangan implan alat kontrasepsi hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang dan bersertifikasi,” terang Kadis PPKB Kota Ambon, Welly Patty kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan pelayanan pemasangan implan KB hanya dapat dilakukan oleh bidan klinik KB, baik yang bertugas di fasilitas kesehatan pemerintah maupun klinik KB swasta, serta dokter praktek dan bidan KB yang telah memiliki sertifikasi resmi dan surat tanda registrasi (STR).
“Pelayanan pemasangan implan KB wajib dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan dan sertifikasi,” tegasnya.
Kepatuhan terhadap standar tersebut lanjutnya merupakan bentuk perlindungan negara terhadap hak kesehatan reproduksi masyarakat, sekaligus upaya mencegah risiko medis akibat pelayanan yang tidak sesuai prosedur.
Secara berkelanjutan dinas juga melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap seluruh pelayanan KB yang berlangsung di masyarakat.
“Pengawasan ini bertujuan memastikan setiap layanan kontrasepsi dijalankan sesuai prosedur medis, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi keluarga,” terangnya.
Selain fokus pada pelayanan KB, dinas juga memperkuat pendampingan calon pengantin sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan angka stunting.
“Pendampingan dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan kesehatan, serta screening untuk memastikan remaja putri siap secara fisik dan kesehatan sebelum memasuki pernikahan dan kehamilan,” jelasnya.
Terkait pelayanan KB di beberapa wilayah, seperti Desa Hutumuri, ia mengakui adanya keterbatasan tenaga kesehatan akibat bidan klinik KB yang memasuki masa pensiun.
Namun demikian, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan melalui koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Kesehatan.
“Kami memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan akses pelayanan KB, meskipun terdapat keterbatasan tenaga kesehatan di beberapa wilayah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa sampai masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlanjutan program KB di Kota Ambon. “Kami berharap dukungan semua pihak agar program KB dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.(Mg-1)