SIWALIMA.id > Berita
DPPKB Memastikan Pemasangan Implan KB Diawasi
Daerah | Rabu, 11 Februari 2026 pukul 10:45 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon memastikan tetap me­lakukan pengawasan ketat terhadap pemasangan implant KB.

“Pemasangan implan alat kontra­sepsi hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang dan ber­sertifikasi,” terang Kadis PPKB Kota Ambon, Welly Patty kepada warta­wan di Balai Kota, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan pelayanan pemasa­ngan implan KB hanya dapat dila­kukan oleh bidan klinik KB, baik yang bertugas di fasilitas kesehatan pemerintah maupun klinik KB swasta, serta dokter praktek dan bidan KB yang telah memiliki sertifikasi resmi dan surat tanda registrasi (STR).

“Pelayanan pemasangan implan KB wajib dilakukan oleh tenaga ke­sehatan yang memiliki kewenangan dan sertifikasi,” tegasnya.

Kepatuhan terhadap standar ter­sebut lanjutnya merupakan bentuk perlindungan negara terhadap hak kesehatan reproduksi masyarakat, sekaligus upaya mencegah risiko medis akibat pelayanan yang tidak sesuai prosedur.

Secara berkelanjutan dinas juga melakukan pendampingan dan peng­awasan terhadap seluruh pela­yanan KB yang berlangsung di masyarakat.

“Pengawasan ini bertujuan me­mastikan setiap layanan kontrasepsi dijalankan sesuai prosedur medis, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi keluarga,” terangnya.

Selain fokus pada pelayanan KB, dinas juga memperkuat pendampi­ngan calon pengantin sebagai ba­gian dari strategi percepatan penu­runan angka stunting.

“Pendampingan dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan kesehatan, serta screening untuk memastikan remaja putri siap secara fisik dan kesehatan sebelum memasuki pernikahan dan kehamilan,” jelasnya.

Terkait pelayanan KB di beberapa wilayah, seperti Desa Hutumuri, ia mengakui adanya keterbatasan tenaga kesehatan akibat bidan klinik KB yang memasuki masa pensiun.

Namun demikian, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan melalui koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Kesehatan.

“Kami memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan akses pelayanan KB, meskipun terdapat keterbatasan tenaga kesehatan di beberapa wilayah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa sampai masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlanjutan program KB di Kota Ambon. “Kami berharap dukungan semua pihak agar program KB dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.(Mg-1)

BERITA TERKAIT