SIWALIMA.id > Berita
Jalan Hatu Terancam Putus Dihantam Ombak
Daerah | Jumat, 30 Januari 2026 pukul 15:24 WIT

AMBON, Siwalima.id - Jalan yang menghubungkan Ne­geri Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Malteng terancam putus karena dihantam ombak terus menerus.

Kerusakan talud serta badan jalan akibat abrasi pantai mengancam keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur peng­hu­bung antar desa-desa di Kecamatan Leihitu Barat menuju Kota Ambon.

Rusaknya jalan di Negeri Hatu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu namun tak kunjung diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Maluku.

“Saya sudah turun ke lokasi dan menurut masyarakat sudah sejak lama pengguna jalan selalu khawatir saat melintas di sini,” kata Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo kepada wartawan di Ambon, Kamis (29/1).

Ia menegaskan, kerusakan infra­struktur vital tersebut harus segera direspons cepat oleh pemerintah provinsi.

“Begitu menerima laporan warga, saya langsung turun untuk melihat langsung kondisinya. Ternyata memang sudah parah dan harus segera ditangani,” pintanya

Ia memastikan akan segera me­nyampaikan hasil temuan di lapa­ngan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Dinas PUPR, agar segera dilakukan langkah pe­nanganan.

“Saya pastikan akan memanggil Kepala Dinas PU Maluku untuk membahas persoalan ini. Harus ada solusi konkret dan cepat, demi kese­lamatan warga,” janjinya

Selain kerusakan talud dan badan jalan akibat abrasi, ia juga menyoroti kondisi akses jalan menuju SMA Negeri 26 Maluku Tengah di Desa Hila yang rusak parah.

Jalan satu-satunya menuju seko­lah yang berada di kawasan perbu­ki­tan itu disebut sangat mem­bahayakan. “Saat berada di Desa Hila, saya mendengar langsung keluhan warga. Jalan menuju SMA 26 Malteng rusak berat dan sering menyebabkan siswa maupun guru mengalami kecelakaan,” ungkapnya.

Persoalan keselamatan warga serta akses pendidikan lanjutnya tidak boleh luput dari perhatian pemerintah daerah.

Ia menegaskan, infrastruktur dasar seperti jalan dan talud harus menjadi prioritas utama pemba­ngunan.

“Ini menyangkut keselamatan mas­yarakat dan masa depan pendi­dikan anak-anak kita. Pemerintah provinsi harus memberi perhatian serius,” ujarnya.(S-26)

BERITA TERKAIT