AMBON, Siwalima.id - Kondisi geopolitik dunia yang tidak pasti saat ini disinyalir akan membuat minat para kontraktor di Maluku untuk mengikuti tender proyek pemerintah menurun.
Kondisi ketidakpastian global ini tentu telah disadari Dinas PUPR Provinsi Maluku sebagai OPD yang bersentuhan langsung dengan proyek-proyek pemerintah daerah.
Kepala Dinas PUPR Maluku Hengky Tamtelahitu mengungkapkan kondisi geopolitik yang dihadapi saat ini tentu berdampak langsung terhadap sejumlah proyek pemerintah yang akan dikerjakan dalam waktu dekat.
Ia bilang, untuk saat ini Dinas PUPR Maluku belum memiliki proyek-proyek yang akan ditenderkan pasca pemotongan TKD dan dihapusnya Dana Alokasi Khusus Fisik oleh pemerintah pusat.
“Kondisi geopolitik yang terjadi saat ini akan membuat para kontraktor atau pihak ketiga ini ogah untuk mengikuti tender. Ini yang harus kita antisipasi,” ucap Hengky kepada Siwalima di kantor gubernur, Rabu (24/6).
Keengganan para kontraktor mengikuti tender karena terjadinya kenaikan bahan baku proyek mulai dari minyak, semen, besi, aspal hingga batuan pecah dari masyarakat lokal.
Menurutnya bagi Dinas PUPR Maluku memang kondisi geopolitik ini belum terlalu dirasakan karena belum ada proyek fisik yang berjalan namun bagi proyek yang sudah berjalan tentu harus dilakukan penyesuaian atau eskalasi harga.
“Dengan kondisi ini memang kita akan melakukan penyesuaian harga lebih dahulu khususnya menyangkut Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum proyek nanti ditender,” jelas Hengky.
Apalagi dalam waktu dekat jika dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur turun tentu akan memperhatikan harga kekinian guna memastikan tidak ada proyek yang mangkrak atau kontraktor yang rugi.(S-20)