SIWALIMA.id > Berita
Penyelam Ini Tewas Angkat Mesin Kapal di Laut
Daerah | Kamis, 25 Juni 2026 pukul 14:58 WIT

AMBON, Siwalima.id - Ahmade Lestaluhu (64) penyelam tradisional asal Desa Tulehu, ditemukan me­ninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan di Perairan Desa Haria,  Kecamatan Sa­parua, Kabupaten Ma­luku Tengah, Selasa (23/6). 

Lestaluhu, sebelumnya dilaporkan hilang saat me­lakukan penyelaman di perairan Desa Haria, untuk mengangkat mesin kapal cepat, yang sebelumnya ter­bakar dan tenggelam di sekitar perairan desa ter­sebut.

Peristiwa naas ini terjadi pada, Senin (22/6) sekitar pukul 14.00 WIT, ketika korban bersama salah satu rekan­nya, Rian melakukan penyelaman. Namun sekitar 20 menit kemudian, rekannya berhasil kembali ke permukaan, sementara korban tidak kunjung muncul.

Kondisi tersebut, membuat rekan-rekan korban panik dan langsung melakukan pencarian secara mandiri di lokasi kejadian. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhir­nya informasi diteruskan kepada Tim SAR.

“Laporan kondisi membahaya­kan jiwa manusia ini diterima, Selasa (23/6) pagi sekitar pukul 10.20 WIT. Setelah terima laporan, tim langsung bergerak pada pukul 10.40 WIT menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 47 nautical mile arah timur dari Pelabuhan BRIN,” jelas Komandan Tim Ope­rasi SAR Haria, Tengku A Yani da­lam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (24/6).

Pencarian yang melibatkan berbagai unsur potensi SAR itu lanjut Tengku, akhirnya membuah­kan hasil dimana, pada pukul 15.12 WIT, korban ditemukan seki­tar 300 meter dari Pelabuhan Desa Haria dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian di­eva­kuasi tim SAR gabungan sekitar pukul 16.30 WIT menggunakan speed boat menuju Desa Tulehu, dan selanjutnya menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tulis Tengku.

Operasi pencarian dan evakuasi korban ini lanjut Tengku, melibat­kan sejumlah unsur, antara lain Basarnas Ambon, masyarakat setempat, Babinsa Desa Haria, Bhabinkamtibmas, Direktorat Polairud Polda Maluku, relawan penyelam, serta Unit Pelaksana Pelabuhan Haria.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan berbagai peralatan SAR seperti truck personel, rubber boat, longboat milik masyarakat, peralatan selam, serta alat deteksi bawah air Aqua Eye.

“Proses pencarian berlang­sung di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Berdasarkan laporan di lapangan, wilayah perairan Desa Haria diguyur hujan sedang dengan kecepatan angin tenggara mencapai 28 knot dan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter,” tulis Tengku dalam rilis tersebut.(S-10)

BERITA TERKAIT