AMBON, Siwalima.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Apries Gaspersz mengaku, penanganan permasalahan sampah di Kota Ambon, membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pasalnya, semakin banyak pihak yang terlibat dan berkontribusi, maka semakin besar peluang terciptanya sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
“Partisipasi aktif dari berbagai organisasi masyarakat, menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pemerintah daerah,” ucap Gaspersz kepada Siwalima.id di ruang kerjanya, Jumat (17/4).
Sejumlah pihak yang turut berkontribusi kata Gaspersz antara lain, GAMKI Maluku dibawah kepemimpinan Samuel Ritiauw, PMK FKIP Unpatti, Polsek Teluk Ambon, serta mahasiswa KKN Gelombang II Angkatan LII.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut, merupakan bentuk dukungan sosial yang signifikan dalam memperkuat kapasitas pemerintah dalam menangani persoalan sampah.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat, kita semakin optimistis, bahwa penanganan masalah sampah di Kota Ambon dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Gaspersz.
Ia juga menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya pengelolaan lingkungan di Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.(Mg-1)