SIWALIMA.id > Berita
Cakupan Imunisasi Ambon di Bawah Target Nasional
Online | Jumat, 24 April 2026 pukul 15:30 WIT

AMBON, Siwalima.id - Cakupan imunisasi di Kota Ambon sepanjang tahun 2025 masih berada di bawah target nasional, dimana  dari sasaran sebesar 80 persen, realisasi yang berhasil dicapai baru sekitar 71 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Norimarna mengaku, rendahnya capaian tersebut, dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari persoalan sosial, budaya, hingga tingginya mobilitas penduduk di wilayah perkotaan.

“Masih ada orang tua yang enggan membawa anak ke posyandu karena pemahaman lama, seperti kepercayaan bahwa bayi belum boleh keluar rumah sebelum 40 hari. Selain itu, ada juga kekhawatiran setelah imunisasi anak mengalami demam, sehingga mereka tidak kembali untuk imunisasi lanjutan,” ujar Norimarna kepada Siwalima.id di Balai Kota Ambon, Jumat (24/4)

Ia menjelaskan, kondisi kesehatan anak juga menjadi salah satu faktor penghambat. Anak yang sedang sakit tidak dapat menerima imunisasi sesuai jadwal, dan sering kali orang tua tidak melanjutkan imunisasi setelah anak kembali sehat.

“Kalau anak sakit, jadwal imunisasi tertunda. Tetapi banyak yang tidak kembali lagi untuk melanjutkan, sehingga cakupan menjadi rendah,” tandas Norimarna.

Selain itu kata Norimarna, tingginya mobilitas warga Kota Ambon juga berdampak pada data sasaran imunisasi, dimana banyak keluarga muda atau mahasiswa yang setelah melahirkan memilih mengirim bayinya ke kampung halaman, sementara data anak tersebut sudah tercatat sebagai sasaran di Ambon.

“Ini menyebabkan data sasaran tetap tercatat di Ambon, tetapi anaknya sudah tidak berada di wilayah ini. Akibatnya capaian terlihat rendah karena tidak semua sasaran bisa dijangkau,” beber Norimarna.

Meski demikian, Norimarna mengaku, pelayanan posyandu di Kota Ambon telah berjalan cukup maksimal. Para kader dan tenaga kesehatan terus aktif melakukan pelayanan serta pemantauan di lapangan.

Tantangan utama saat ini, terletak pada kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya imunisasi bagi anak. Untuk mengatasi persoalan itu, Dinas Kesehatan mendorong kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan yang melibatkan akademisi, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dilakukan penelitian di tiga provinsi yakni Aceh, Banten dan Maluku, dengan fokus wilayah Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.

“Hasilnya menunjukkan, Ambon memang lebih baik dibanding Maluku Tengah, tetapi tetap belum mencapai target. Karena itu diperlukan kerja sama multisektoral,” cetus Norimarna.

Menurut Norimarna, keterlibatan sektor pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi PKK, hingga kader posyandu sangatlah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat soal imunisasi.

Ia berharap, melalui pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut dapat dirumuskan langkah strategis dan solusi konkret guna meningkatkan cakupan imunisasi di Kota Ambon.

“Harapan kami, semua pihak dapat bergerak bersama, sehingga capaian imunisasi bisa meningkat dan target yang ditetapkan dapat tercapai demi kesehatan anak-anak di Kota Ambon,” harap Norimarna.(Mg-1)

BERITA TERKAIT