SIWALIMA.id > Berita
Pertamina Jamin Pasokan Energi Aman Selama Ramadan
Daerah | Jumat, 6 Maret 2026 pukul 13:58 WIT

AMBON, Siwalima.id - PT Pertamina Patra Niaga men­jam­in pasokan energi di Maluku aman selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Dalam rapat koordinasi antara Komisi II dan III DPRD Maluku di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (5/3), Sales Business Manager Maluku II, Jaspal mengung­kapkan  seluruh langkah antisipatif telah diatur melalui Satgas Ramadan dan Idul Fitri.

Tim Pertamina lanjutnya telah melakukan perhitungan mendalam, terkait kebutuhan energi berdasar­kan prediksi puncak arus lalu lintas mudik dan balik Lebaran.

Ia menyebut estimasi puncak arus mudik akan terjadi pada 14 dan 18 Maret. Sementara arus balik diper­ki­rakan terjadi dua Minggu kemu­dian, tepatnya pada 24 dan 28 Maret.

“Semua perencanaan suplai dan distribusi BBM serta LPG diatur dengan berbasis pada data tersebut, dengan Integrated Terminal Wayame di Pulau Ambon sebagai pusat kendali dan distribusi energi bagi seluruh wilayah Maluku,” kata Jaspal.

 Untuk mendukung kelancaran pasokan, perusahaan telah meng­aktifkan seluruh jaringan infra­struktur yang tersedia, antara lain 78 SPBU (baik reguler maupun non-reguler), 5 SPBU penyalur khusus, 62 Pertashop yang berada di daerah pedesaan, 53 agen yang menangani minyak tanah, 1 SPBE, serta 5 agen yang fokus pada distribusi LPG.

Semua titik layanan ini telah melalui proses optimalisasi untuk menghadapi kenaikan permintaan yang biasanya terjadi pada periode perayaan, terutama di sektor trans­portasi pribadi dan umum, rumah tangga, serta usaha mikro dan kecil.

 Produk energi yang disiagakan sangat lengkap, mulai dari BBM seperti Pertalite, Bio Solar, Pertamax, Dexlite, hingga minyak tanah (kerosin).

Bagi kebutuhan gas, Pertamina juga menyediakan LPG dalam berbagai varian ukuran 5,5 kg dan 12 kg untuk keperluan rumah tang­ga, serta 50 kg yang ditujukan untuk pelaku usaha di bidang hotel, restoran, dan kafe (horeka).

Dari sisi ketahanan stok, lanjut­nya kondisi sangat memastikan keamanan pasokan LPG rumah tangga memiliki cadangan hingga 136 hari, minyak tanah 91 hari, Pertalite 95 hari, Pertamax 108 hari, Biosolar 16 hari dan Avtur 91 hari.

 “Kondisi stok saat ini dalam keadaan aman dan penyalurannya berjalan dengan lancar. Kami berkomitmen sepenuhnya agar kebutuhan energi masyarakat di seluruh Maluku terpenuhi tanpa ada gangguan apapun,” teganya,

Ia mengaku, distribusi di wilayah kepulauan Maluku sangat bergan­tung pada sarana transportasi laut. Pertamina sendiri telah menyusun skenario mitigasi, guna mengan­tisipasi potensi kendala akibat cuaca ekstrem maupun kondisi force majeure lainnya.

Untuk itu, kerja sama intensif dilakukan dengan Kantor Satuan Operasi Pelayaran (KSOP) dan Syahbandar lokal untuk memastikan seluruh aktivitas pengiriman BBM sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Selain itu, tim tanggap darurat internal juga telah siap siaga, untuk merespons dengan cepat jika terjadi kendala pada jalur distribusi.

“Kami mengetahui, sebelumnya distribusi sering mengalami hambatan akibat faktor cuaca dan jadwal kapal. Oleh karena itu, salah satu solusi utama yang kami tempuh adalah, dengan memperkuat jari­ngan titik layanan,” ujarnya.

Untuk wilayah terpencil seperti Kabupaten Maluku Barat Daya, Pertamina telah melakukan perluasan jaringan dengan menambah satu SPBU baru di Pulau Moa, yaitu SPBU 86.971.08 yang dikelola oleh PT Trivers.

Dengan tambahan ini, kini terdapat dua SPBU yang melayani masyarakat di Pulau Moa, yang bertujuan untuk mencegah kekosongan stok dan memperkuat ketahanan energi di daerah, yang selama ini rentan terhadap gangguan distribusi akibat kondisi geografis dan cuaca.

 “Penambahan SPBU ini merupakan bentuk komitmen kami, untuk memastikan masyarakat di wilayah terluar juga mendapatkan akses layanan energi yang layak, dan dapat diandalkan secara berkelanjutan,” urainya.

Pertamina juga menghadirkan berbagai program promosi menarik untuk produk BBM non-subsidi di seluruh SPBU wilayah Maluku.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi konsumen tetapi juga mendorong penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi.

“Bagi masyarakat yang menemukan tanda-tanda kelangkaan, atau menghadapi kendala dalam mendapatkan pasokan energi, dapat langsung melaporkannya melalui Pertamina Contact Center dengan nomor 135,” pintanya. (S-26)

BERITA TERKAIT